Milisters ysh, 
Masih melanjutkan lagi sedikit permainan angka berupa hitung2an umum kasar ttg 
upaya penataan PKL/ UKL….
Dgn asumsi Program UKL hanya memerlukan space sebanyak 85m2 per KK/ 5 jiwa yg 
tak harus  gratis…… walau jg jgn sampai mahal…..
Dari angka pengangguran sebanyak 8.900.000 TK katakanlah dpt dikelola  sebanyak 
  500.000 unit usaha PKL yg ditata menjadi UKL (Usaha Kecil Legal) dan dpt 
menghidupi sebanyak 5 jiwa/ 1 KK……. maka total space utk 500.000 unit UKL yg 
dpt menghidupi sebanyak 2.500.000 jiwa (setara
Realisasi Program transmigrasi 1945-1988) adlh 500.000 x 85m2 = 42.500.000 m2 
atau  4.250ha saja ….. jauh lebih kecil dibanding dgn. pemberian lahan kepada 
agrarian transmigration sebanyak 500.000KK atau 2.500.000 jiwa atau sebanyak 
1juta ha lahan semenjak kemerdekaan sampai dimasa orde baru pd 1988  ketika 
bantuan World Bank disetop dan program itu mandeg pula…..
Bila pemukiman transmigrasi pertanian menghendaki keekonomian ruang spt 
mensyaratkan minimum space utk tiap proyek transmigrasi setidaknya bagi 500 kk/ 
per proyek/ per lokasi…. Yg artinya diperlukan minimum space sebanyak 500x2ha 
(1.000ha) per lokasi proyek…… pada proyek urban migration UKL dpt dilakukan 
jauh lbh luwes lagi……… bahkan katakanlah sampai cukuplah 25 unit UKL/ per 
lokasi atau bahkan kurang dari itu … dgn cara disisipkan…… yg artinya utk itu 
cukuplah diperlukan ruang sebanyak 25 x 85m2 atau 2.125m2 urban space atau 
bahkan kurang dari itu pada tiap lokasi proyek UKL pada kota2…… dimana dari 
seluruh jumlah 500.000 unit UKL itu bila dibagi dlm 30 propinsi saja…. Lalu 
pada tiap propinsi dibagi lagi dlm bbrp kota sejak dari kota propinsi sampai 
kota kabupaten misalnya…. Maka target2 sangatlah dapat menjadi  lbh ringan…….. 
terlebih bila pada tiap kota unit UKL itu cara pembeliannya dpt difasilitasi 
sebagiannya secara
 lunak oleh pemda bersama BRI misalnya….. lalu urban design juga tidak asal 
ngawur dan UKL merasa tak ditempatkan dilokasi  terpencil dan tak enak………tentu 
penuntasan pembinaan UKL secara nasional bukanlah lagi fatamorgana………….

Salam,


      

Kirim email ke