Milisters ysh,
Dalam Kampanye Capres/wapres kali ini yg diikuti oleh 3 kubu….. yg kuat
menonjol adlh isu ttg sistem ‘ekonomi neolib’ yg dihembuskan oleh penantang
(Prabowo) yg konon menurutnya itu akan dijalankan oleh incumbent (Sby) bersm
cawapresnya yg baru (Budiono)…. Dan menurut salah satu penantang itu… sstm
ekonomi yg ideal utk bangsa ini adlh ‘ekonomi kerakyatan’….. dan ditengah
maraknya kemiskinan dan sulitnya kehidupan saat ini (ditambah utk waktu yg lama
kita ini disebut2 sbg berbudaya pancasila yg serba ketimuran dlm berbg aspek
kehidupan )…. Tak pelak strategi itu cukup membuat kewalahan pihak incumbent
juga……. wacana2 keberpihakan pada “ekonomi kerakyatan” pun kini deras mengalir
ramai dipergunjingkan dimasyarakat… termasuk dimilis ini pula……. Dn tentu
saja isu “neolib” cukup manjur utk membuat resah pihak incumbent….
Kalau kita tengok urutan ceritanya….. kalau tak salah… isu ‘neolib’ itu
awalnya justru dilancarkan bukan oleh Prabowo…. Tapi justru oleh PKS yg
uring2an kenapa cawapres tdk dipilih dari PKS…. dan sejak awal memang PKS
tlh melancarkan berbagai jurus “jual mahal”nya… spt mengancam akan keluar
dari koalisi bila Demokrat menerima Golkar sbg bag. koalisi dsb. ….(pdhal
kalau wapres dipilih dr parpol koalisi demokrat itu : PKB, PKS, PAN, PPP dsb..
pasti partai yg tak jd cwapres ttp saja akan kecewa jg dan ngomel2 juga).....
Singkat cerita walau alot akhirnya PKSpun jd juga berkoalisi dgn Demokrat….
Dan pada proses kampanye saat ini PKS dan koalisi lainnya tlh menjadi “jinak”
nggak macem2 lg dan smntr menjadi koalisi yg baik krn mendukung
Demokrat/SBY-Boed….. tapi kini justru dampak serangannya PKS ke SBY tempo
hari ttg “neolib” itu justru kini berdampak panjang….. Isu itu dilanjutkan
dan dimanfaatkan sebaik2nya oleh penantang spt Mega/Prabowo…… dan rupanya cukup
manjur…….. sampai 2 incumbentpun kewalahan dan terpaksa mengeluarkan jurus
tangkisan spt “ekonomi jalan tengah” segala……...
Kalau sdh bicara ttg “sistem ekonomi” atau lbh tepatnya mungkin bicara ttg
filosofi politik ekonomi…… atau lbh tepat lagi …… bicara isu sistem ekonomi
tepat dimusim kampanye spt saat ini……. Dimana isue “kerakyatan” ditengah
rakyat yg miskin, dan banyak menganggur dan harga2 mahal, lalu disandingkan
dgn tuduhan “neolib” yg kental dgn nuansa asing….kapitalisme…. free market…
dan…. free trade…….. memang ini lumayan manjur bisa utk menyulut sentimen yg
lbh panas lagi dipihak ‘rakyat’ maupun kelompok elit yg kecewa……….
Sebenarnya sih sah2 saja ditengah prinsip kebebasan berbicara/ hak mengeluarkan
pendapat spt mendiskusikan sistem ekonomi dan lalu mempertentangkan antara
‘kerakyatan’ vs neolib’ begitu……… tapi yg agak kurang fair adlh itu dilakukan
disaat masa kampanye politik pilpres dan pilwapres yg pendek ini……. Dimana
lalu tertinggal hanya sdkt waktu utk kita dpt membahasnya secara obyektip dan
jernih……..
Krn itu maka kita sebenarnya dpt pula membahas isu “kerakyatan” vs “neolib”
itu dari 2 sisi berbeda pula……. Ialah pertama dari sisi disiplin ilmiah
ekonomi murni…. Atau kedua…. dari sisi politik dlm rangka musim pilpres itu….
yg tentu saja makna ‘ekonomi‘ dlm strategi politik pemenangan kampanye pres/
wapres ini tak akan sepenuhnya diperlakukan oleh para politisi yg
mengusungnya sbg sebuah disiplin ilmiah murni”…… tapi adlh sekedar sebuah
taktik politik semusim saja…… sekedar utk bgmn dpt memenangkan persaingan dan
mengalahkan lawan......
Kalau sdh begini akan membuang2 energi saja kalau kita lalu membahasnya dari
sisi ilmiah murninya saja semata …….
Maka itu akn lbh tepat kiranya kalau kita membahasnya mulai dari jalan
pikiran para politikus itu saja dulu… tapi memang fair juga kalau setelah
itu …… lalu giliran kita membahasnya pula dari sisi disiplin ilmiah ekonomi
murni yg lebih seutuhnya………
Hanya saja setelah itu jangan lupa masyarakat keruangan agar sgr kembali lagi
kejalurnya…. ialah jalur omong2n penataan ruang yg jg belum kunjung beres
ini..... atau bagus sekali sih kalau bicaranya ttg "ekonomi keruangan".......
dan asal jangan salah kaprah malah spt escape dan ngerumpiin bidang
ekonomi"non-keruangan" terus yg pdhal sdh ada masyarakatnya tersendiri yg
membahas nya pula secara mendalam dn luas......... atau jangan2 malah salah
kaprah nanti akan semakin membudaya..... spt masyarakat ekonomi juga bosan dan
putus asa bicara ekonomi terus dan tak kunjung beres.....atau masyarakat hukum
jg bosan bicara penegakan hukum .....dan mereka ganti rame2 bicara tentang
penataan ruang.........
Salam,