Milisters ysh,
Kalau saja SBY tempo hari tidak memilih Boediono sbg pasangannya…bukan tdk 
mungkin juga lalu SBY akan bebas dari serangan jurus2 berbahaya dari lawan 
politiknya…… tapi kini tlh ditetapkan Boediono sbg cawapresnya…. Jadi kita 
menganalisis yg sdh pasti saja dan tak berandai2 yg lainnya…..

Ketika Boediono ditetapkan sbg cawapres SBY, komentar miring  atasnya menyembur 
bak lumpur Lapindo…. sosok yg kata smntr orang adlh teduh dan hemat bicara ini 
tiba-tiba jadi musuh bersama partai-partai calon koalisi Partai Demokrat…... 
ada juga beberapa demonstrasi mahasiswa dan aktivis menentang pencalonan 
Boediono…. entah aspirasi asli dari mahasiswa entah aspirasi 
pesanan….entahlah……. tak ketinggalan Amien Rais yg tentunya ingin Hatta Rajasa 
dari PAN jg seharusnya dipilih jadi cawapres jg mencap Boediono sbg simbol 
Neoliberalisme jg……
Suatu pertanyaan adlh…. mengapa kok tiba-tiba saja Neoliberalisme jadi hantu di 
negeri kita?.....  Pertanyaan lain adlh…. mengapa ketika Boediono dicalonkan 
menjadi Gubernur BI kok nyaris tak ada perlawanan… dan kenapa kok Boediono 
santai melenggang di DPR….. konon disana  tercatat hanya 1 dari 46 anggota DPR 
yang menolak Boediono…. jg tercatat hanya fraksi PDIP saja yg menolak……….. 
Pertanyaan lain adlh….. mengapa kok ketika Boediono diangkat oleh Presiden 
sebagai Menko Perekonomian…. kok tak satu partaipun yang menjadi rekan koalisi 
SBY berteriak dan menarik kadernya di kabinet karena takut tercemar oleh 
Boediono yang mereka cap sebagai antek-antek dan simbol 
Neoliberalisme?.........  Pertanyaan lain jg mengatakan….. ketika Mega menjadi 
presiden RI…..bukankah Ibu Megawati tahu betul sosok Boediono itu siapa…. 
sehingga ia menempatkan Boediono sebagai Menteri Keuangan?........ Kita bisa 
juga bertanya pada Ibu Megawati, apakah
 ia mendapat tekanan dari IMF atau AS untuk memilih Boediono sbg agen IMF 
sebagai Menteri Keuangan? … tentu jawabnya tidak……
Apakah Ibu Megawati menyesal telah menunjuk Boediono karena belakangan 
menyadari bahwa Boediono berkhianat serta mencemari Pancasila dan Undang-undang 
Dasar 1945?.......  demikianlah serentetan pertanyaan awal….. yg jika 
pertanyaan2 tsb terjawab…. konon kata bbrp pengamat…. barulah kita bisa 
beranjak selangkah untuk menilai sosok Boediono……. Dan disitu kita dpt  lbh 
leluasa dan obyektip membahas  apa itu ekonomi kerakyatan dan apa itu ekonomi 
neolib……….
Salam,


      

Kirim email ke