Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: hengky abiyoso <[email protected]>

Date: Tue, 23 Jun 2009 04:07:10 
To: <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Re: SURAMADU



Kata Cak EkoBK :
“…….Saya kira tidak perlu kuatir masyarakat Madura terpinggirkan, karena 
mungkin menjual Madura saja sudah bukan perkara mudah….”.
 
Soalnya banyak sus-kasus  terlalu mudah diselesaikan dgn rit-clorit .. tak 
iya?......


--- On Tue, 6/23/09, Eko B K <[email protected]> wrote:


From: Eko B K <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Re: SURAMADU
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 23, 2009, 2:48 AM












Bagaimana kalau developernya dan pembelinya orang Madura juga? Apakah ini 
termasuk meminggirkan orang2 Madura di Pulau Madura? Banyak developer di 
Surabaya yg dimiliki orang Madura, Gunung Sari Indah misalkan... Orang2 Madura 
juga banyak yg sukses di Surabaya, Situbondo, Jember, Kalimantan, dll yg 
potensial sebagai pembeli lahan di Madura... 


Apakah bukan orang Madura tidak boleh membeli lahan di Madura? Bukankah sesama 
warga negara Indonesia? Di Prancis Selatan banyak villa2 dimiliki oleh orang2 
kaya Rusia. Itu pdhal beda warga negara, mengapa yg sesama warga negara tidak 
boleh? Kalau orang2 Madura boleh membeli lahan di Surabaya, Bojonegoro, Jember, 
Kalimantan, dll, mengapa orang non Madura tidak boleh membeli lahan di Madura? 


Madura Surabaya vs Madura Madura...Madura Kaya vs Madura Miskin... non Madura 
vs Madura...mengapa harus dipertentangkan? Toh dgn terbangunnya Madura, rakyat 
Madura di Madura mendapatkan banyak keuntungan: pekerjaan, nilai lahan yg 
meningkat, tambahan market utk dagang, dll.. Saya kira tidak perlu kuatir 
masyarakat Madura terpinggirkan, karena mungkin menjual Madura saja sudah bukan 
perkara mudah...



salam.


--- On Tue, 6/23/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com> wrote:


From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <bdwia...@gmail. com>
Subject: RE: [referensi] Re: SURAMADU
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, June 23, 2009, 7:52 AM






Kalau land developer publik yah memang tuntutannya memang tidak sekedar 
jualan,… harus dicari mekanismenya bagaimana berjualan tanah sambil memastikan 
bahwa warga Madura tetap menjadi tuanrumah di daerahnya sendiri,……  itu yang 
perlu dcari,…. 
Kalau tidak seperti itu, …. Yah, tinggal menunggu saja swasta yang berjualan 
dan malah tidak terkontrol,… bagaimana mengontrol swasta,coba,….
Kalaow diam-diam saja, dan bapel tidak bergerak di area “berjualan tanah” ini 
yah tinggal tunggu waktunya para developer swasta yang malah cenderung 
mendorong proses meminggirkan warga Madura itu,… 
 

Regards,
 B.Dwiagus S.
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com 
 


From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf 
Of isoedradjat@ yahoo.com
Sent: 23 June 2009 12:29
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [referensi] Re: SURAMADU
 







Pa Eka, Dwi dan lainnya.
P. Jawa di bangun jl Deandles oleh Belanda, daerah yg subur, infrastruktur yg 
lengkap jd Pulau yg paling cepat berkembang, dan merupakan pulau terpadat di 
dunia dan pusat pertumbuhan ekonomi Nusantara. Sumatera bagian Timur berkembang 
lebih cepat di bandingkan bagian Barat, saya tdk melihat adanya infrastruktur 
yg lebih memadai, tapi karena adanya pasar komoditas dunia (udang, kelapa 
sawit, kayu, dlnya) dan relatif punya akses keluar. Bisa juga kalau pake contoh 
Bali, dia tidak jual lahan, Bali jual pelayanan dan culture. Ut Batam, sejalan 
dgn pemikirannya pak Eka, yaitu jualan tanah, diberikan kewenangan penuh kepada 
Otorita Batam, jualan kawasan Industri, Pariwisata, Housing, sempat Boom dan 
sekarang menjadi fastest growing City di Indonesia. Tapi berbeda dgn Pulau 
Bintan, Kawasan Wisata Lagoi diberi konsesi (33 000 Ha) dan Kawasan Industri 
Lobam (4 000 Ha) tdk laku tuh jualan tanah, hanya siap tdk lebih dr 10 % yg 
bisa dijual, dan relatively P. Bintan
 tdk terpengaruh berkembang. 
Pertanyaannya sekarang thd P. Madura yg sdh punya Jembatan, apakah akan 
berkembang atau mau jualan tanah supaya berkembang. Sepertinya kita perlu obat 
obat perangsang yg di tempatkan di P. Madura, bukan jualan tanah. Jangan 
jualanlah nanti orang Madura tdk lagi jadi tuan rumah di pulaunya. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®



From: "Benedictus Dwiagus Stepantoro" 
Date: Tue, 23 Jun 2009 11:06:07 +0700
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: RE: [referensi] Re: SURAMADU


Pak Eka,.. setuju deh denganbapak
 
Mungkin bukan jualan tanah, pak,.. tapi jualan lahan.. kalau jualan tanah, 
kesannya ini tanah buat urukan,.. hehehehhe
 
Memang pada akhirnya seperti itu: pengembangan kawasan è pengembangan lahan è 
jualan lahan. 
 
Kalau memang berniat mengembangkan kawasan, yah jangan lantas berkutat pada 
perencanaan tata ruang saja,.. tapi sudah harus berani bagaimana mengembangkan 
lahan, dan bagaimana berjualan lahan,…
Jangan cuman bermain dengan spidol dan mewarnai zona-zona, dan kemudian mencoba 
“freeze the land”,.. saya sendiri kurang begitu mengerti bagaimana “membekukan 
lahan” … efektif kah itu dengan membekukan lahan? Setelah dibekukan, terus 
diapain,.. bukan kah begitu pertanyaannya,… 
Para pengelola perkotaan atau badan pengelola kawasan saatnya sudah harus 
belajar layaknya private land developer,….. yang tahu sebuah potensi,.. tahu 
market,.. dan tau bagaimana mengelolanya jadi sbuah benefit,…  dan yanglebih 
penting act seperti land developer,….. 
Jangan cuman modal rtrw baru dan perda, lantas dibekukan lahan,… Atau cuman 
modal insentif dan disinsentif pajak……. Ngontrol perijinan ….
Yang ada nanti dikadalin market,… 
Beda kalau badan pengelola itu juga act sebagai land developer ….
harus investasi, beli lahan itu, dan maksimasikan,… kalau perlu seimbangkan 
profit interest dan social interestnya,… 
artinya badan pengelola SURAMADU hukum wajibnya adalah sebagai vehicle dalam 
bentuk sebuah land developer,…… dia mengelola kawasan, berarti mengelola 
lahan,… 
dan syarat seorang land developer untuk dapat mengelola lahan, ya dengan 
memiliki akses kepada kempemilikan lahan,….. alias mengakuisisinya,…..
untuk kemudian dikelola,…. 
Bagaimana dengan dananya,…. Khan ada BPD, daripada duit nganggur disimpan 
disertifikat BI,…… atau mau PPP, bikin joint venture,….   
Pada akhirnya yah harus kreatifdan inovativ buat jadi pengembang lahan,.. dan 
Bapel suramaduharus menjadi pengembang lahanyanghandal, .. jangan kalah dengan 
private land developer,..
 
Kalau gak salah, seperti itu ya yang  terjadi di Kop Van Zuid-nya Rotterdam, 
Pak Eka?
Ketika jembatan erasmus mulai membentang  menghubungkan antara wil utara 
rotterdam yang lebih livable dengan wil selatan yang deprived,… 
Upaya pengembangan lahan, melalui redevelopment, revitalisation, …wajib 
dilakukan,…  jangan malah pembekuan lahan,….. 
Justru si RotterdamDevelopmen t Cooperation sebgai BUMD yang bisnis land 
development ini langsungbergerak,…… mangakusisi lahan, bikin 
rencanapengembangan lahan, dimatangkan lahannya, kemudian di kelola, disewa,….. 
dengan demikian sambil mengalirkan profit, ia masih  bis apunya control,.. 
karena perjanjian sewanya punya klausul2 yang jelas, untuk tetap menjaga 
kulaitas ruang fisik, social dan budaya,… mungkin pak Eka atau rekan-rekan lain 
mau nambahin lagi,.. hehehehehhe.
 
Yah, ini coret-coret ngawur saya sebelum terbang ke Surabaya siang ini,…. 
hehehehehe
 
 

Regards,
 B.Dwiagus S.
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com 
 
 


From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf 
Of ffekadj
Sent: 22 June 2009 18:59
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: [referensi] Re: SURAMADU
 









Pak DwiAgus, saya lanjutkan sedikit lagi mengenai 'kunci' dalam
pengembangan kawasan di manapun di dunia ini, mudah-mudahan berguna bagi
yang sedang mendalami, yaitu 'pengembangan kawasan' adalah 'jualan
tanah'. Sebenarnya ada faktor manajemen perubahan nilai lahan yang
dilakukan oleh pengembang kawasan, apakah real-estate, KEK, Kapet, dll.
Persamaan matematisnya saya turunkan sebagai berikut :

pengembangan kawasan = jualan tanah, atau fungsi diferensialnya :

f [pengembangan kawasan] = f [jualan tanah]

Sehingga sebenarnya sangat sederhana, dan tidak perlu terlalu repot
memikirkan yang lain. Mudah-mudahan berguna. Salam.

-ekadj

--- In refere...@yahoogrou ps.com, "ffekadj" <4ek...@...> wrote:
>
>
> Pak DwiAgus, pengembangan kawasan seperti Madura, Batam, KEK, dll
memang
> perlu ilmu/pengetahuan khusus, yang disebut dengan 'urban/area
> management'. Jadi hal seperti ini tidak bisa dijawab dengan memuaskan
> oleh planning, civil engineering, dan public policy. Untuk 'area
kecil'
> dipelajari secara khusus di PL-Untar. Beberapa pakar yang menguasai
> urban management ini di Surabaya yang saya kenal di antaranya:
> Alisyahbana dan Hendro Gunawan. Mengenai Kop van Zuid, silahkan
merujuk
> ke link <http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ message/2800> ini.
> Salam.
>
> -ekadj
>
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, "Benedictus Dwiagus Stepantoro"
> bdwiagus@ wrote:
> >
> > Mungkin Proyek Kop van Zuid-nya rottedam bisa dipakei Bappel
SUramadu.
> Agak
> > mirip polanya,..
> >
> > Pak Eka Dj, kuncen Rotterdam bisa mengimpartasi knowledgenya,
> mungkin,..
> > hehehehe.
> >
> > Regards,
> >
> > dwiagus


















      

Kirim email ke