Milisters ysh dan halo Bu Reny….. masih direferensi?....kirain udah ninggalin dan hijrah ke fesbuk…. Kata pak Risfan kita tak usah bingung bu….. maka sekarang kalau sdh tak bingung (kalo saya sih udah kacek) ayo ganti ngomongin soal hankam sedikit dan nanti belok lagi ke ekonomi dll……. Entah apa yang ada dlm misi kapal induk berbendera AS yg memasuki / menerobos perairan Indonesia di Natuna, apakah smbl lewat sekedar keluar sikap cowboynya iseng ngetes apakah penjaga perbatasan negara kita pada ngantuk apa nggak…… yg jelas walau ini sdh menyalahi Hukum Internasional bagi negara berdaulat Indonesia….. nyatanya 5 Kapal induk yg diatasnya terdpt sekitar 10 bh pesawat tempur parkir diatasnya dan 1 kapal tanker berisikan BBM memasuki perairan Natuna….. hal ini diketahui dr radar dan kemudian diinformasikan ke TNI-AL dan dicek diperairan tersebut sudah beriring2ngan 6 kapal induk. Sempat terjadi ketegangan krn pesawat cesna milik AL yg mengecek ke lokasi perairan Natuna tsb . dihampiri oleh Heli Puma milik AS. Namun akhirnya Heli Puma dan iring2ngan Kapal tersebut menjauh dari Perairan Natuna. ……tapi kabarnya salah satu kapal AS itu USS Howard akan kunjungi Batam utk suatu kerjasama/ latihan apalah gitu…… Saat ini kita berada dalam posisi yg lemah….. baik dalam persenjataan maupun pemerintahan…...krn saat ini sdg sibuk2nya musim kampanye capres….. akan mudah bg negara lain untuk iseng mengganggu kedaulatan RI…... utk hadapi Malaysia saja sesungguhnya kita kini jg kewalahan lho…… soalnya kekuatan AL Malaysia saat ini adlh yg terbaik di Asia Tenggara….... hampir setiap kali ada pameran persenjataan atau alat militer internasional… Malaysia main pesan saja….. ya pesawat …… ya kapal perang… bahkan kapal selam pesennya 1 skadron… sementara itu kapal selam kita hanya 2 bh saja… itupun eks pembebasan Irian Barat di thn 1960 dulu……yg dibawa langsung dari Vladiwostok kesini dan lsg dikirim ke Irian Barat…..… Utk menjadi negara berdaulat dan berbudaya… suka tak suka tak bisalah kita menutup mata utk perkara pertahanan kedaulatan negara semacam itu…….. sementara itu kita tahu….. thd mereka yg akan ganggu kedaulatan kita sulit rasanya kita hanya akan hadapi atau ngebilangin mereka dgn sikap budaya yg baik saja misalnya……. Lazimnya ya dgn kesiagaan kekuatan senjata……dimana semua itu hanya dpt diperoleh negara bila negara memiliki cukup uang dan beli……. Krnnya bukankah naif kiranya kalau ada yg bersikap apatis bahkan sinis pada wacana pembangunan ekonomi negara atau ekonomi makro nasional kita disaat negeri kita dilanda kemiskinan dan rapuhnya pertahanan kita…… kalau sistem ekonomi kita msh kurang… ya bareng2lah diperbaiki..... perekonomian yg baik bukankah bisa dipake utk ngongkosin bermacam2 tujuan pembangunan termasuk budaya?........ Salam,

