Andi, saya baru saja menjawab surat saudara tetapi rupanya email saya agak ngaco, sebab replynya dikirim kosong, jadi terpaksa saya ulang lagi surat saya, pokoknya saya masih akan tulis sedikit catatan sejarah khusus utk S1 planologi sekitar tahun 58 sampai 68 lah, tapi papernya barangkali tidak bisa selesai sebelum lebaran, sebab memang agak repot sekarang saya, jadi kalau bisa pertengahan Oktoberlah, mudah-mudahan bisa, kalu tidak bisa yah harus ada jalan lain, entah suatu wawancara atau artikel yang agak lain, tapi tetap akan saya usahakan, sedikitnya selamat lebaranlah, mudah-mudahan suratini bisa tembus, Pak wawo
________________________________ From: Andi Oetomo <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, September 11, 2009 9:36:13 PM Subject: Tulisan sejarah PL RE: [referensi] Fw: sedikit cerita ttg pengalaman penelitian saya hari ini Maaf pakai jalur umum….. Pak Wawo yth., Bagaimana dengan tulisan “sejarah pendirian S1 Teknik Planologi ITB dari pengalaman pribadi Pak Wawo” yang akan ditulis itu? Apa bisa kami terima pertengahan September ini? Atau sebelum lebaran? Maaf ya pak hanya ingin konfirmasi lagi… Salam, AO From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:refere...@yahoogrou ps.com] On Behalf Of Hannie Waworoentoe Sent: Saturday, September 12, 2009 9:04 AM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] Fw: sedikit cerita ttg pengalaman penelitian saya hari ini Rekan-rekan, terutama yang kini sedang mempelajari perkampungan atau pemukiman nelayan, barangkali ingin saya ikut dalam diskussi ini karena beberapa hal, dan mungkin terutama sejak di Manado telah diselenggarakan World Ocean Conference, yang memang cukup ambisius, tetapi by all odds, toh ternyata dapat terselenggara dengan baik, scientifically (at least oceanographic and climate change - it was amazingly even an improvement on the Kyoto Protocol, kelihatannya USA agak melunak dan mau iukut sekarang) I only hope that the Manado Ocean Declaration will not get stuck in the same UN or World bureaucracy, when it will be verified in Copenhagen by December this year. Tapi apa yang sebenarnya biusa saya sumbangkan terhadap pemukiman nelayan, pantai atau entah maritim apa sih. Pertama saya kira bisa kita sebut bahwa beberapa tahun lampau ada konperensi tentang kaum orang Bajau (pertemuannya di jakarta,Manado, Brunei dan mungkin juga di Malaysia dan Pilipina, nah disitu sudah banyak yang telah dibicarakan. Selanjutnya masih ada bweberapa pertemuan lain. Kalau bisa saya juga akan menyusun suatu paper utk Plano 50 di Bandung, tentang URBAHARI, yang mengacu ke pemukiman ur tua atau purba, dan bahari atau maritim, dan sebetulnya juga rtada urban atau kekotaan. Nah ada semacam studi paralel tentang maritime metropolii, atau metropolis maritim seperti rekan Eka D. observasi di Ternate , Djailolo dan Tidore, these are very interesting patterns, jadi ok shall we see the future oif those perkampungan nelayan, mungkin ada piola yang sejajar juga di Indonesia bagian Barat seperti di Riau, atau entah yang lain di pacific. Segitu dulu deh, nanti sampaiu ketemu di Bandung lagi. Pak wawo.

