Rekans ysh,
 
Memenuhi ajakan BSP untuk mengembangkan diskusi Practical Planning untuk 
memberi masukan ke daerah, ada permasalahan lama yang diangkat Kompas hari ini 
(3/11/09). Mungkin layak disimak.
 
Salam,
Risfan Munir
 
Kawasan Timur Indonesia Perlu Perhatian Ekstra


Selasa, 3 November 2009 | 04:34 WIB
Makassar, Kompas - Forum Kelompok Kerja Kawasan Timur Indonesia yang menghimpun 
12 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di tingkat provinsi meminta 
keberpihakan ekstra Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II terhadap nelayan dan 
masyarakat pesisir di kawasan. Permasalahan dan potensi kelautan Indonesia 
lebih sarat di kawasan timur dibandingkan dengan kawasan barat.
Ketua Forum Kelompok Kerja Kawasan Timur Indonesia (KTI) Winarni Monoarfa 
mengatakan hal itu pada Senin (2/11). Forum itu merupakan wahana komunikasi 
para pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di enam provinsi di 
Sulawesi, dua provinsi di Nusa Tenggara, serta masing-masing dua provinsi di 
Maluku dan Papua.
Potensi perikanan di Tual dan Maluku Tenggara, Maluku, saat ini belum 
dimanfaatkan secara optimal. Nelayan tradisional hanya mampu menangkap ikan di 
zona 0-4 mil laut karena hanya mengandalkan sampan dayung.
Kapal-kapal yang sandar di pesisir kampung didominasi sampan. Perahu motor 
tidak lebih dari lima unit di setiap pesisir kampung. Dengan sampan dayung, 
nelayan hanya bisa melaut pada jarak 2 mil dari pantai. Total penjualan hasil 
tangkapan mereka Rp 20.000.
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, pada 
2008 sekitar 83 persen (5.351 unit) alat tangkap adalah perahu tanpa motor. 
Perahu motor tempel terdata 906 unit dan kapal motor 153 unit.
Winarni menilai, di balik problematika itu, posisi strategis KTI di 
tengah-tengah kawasan Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang) menjadikan 
perairan laut KTI menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang sangat besar dan 
unik.
”KTI memiliki 23 kawasan laut andalan, jauh lebih banyak dari kawasan barat 
yang 14 kawasan,” ujarnya.
Winarni menambahkan, dengan berbasis sumber daya pertanian dan kelautan, 
rata-rata pertumbuhan ekonomi 12 provinsi di KTI sebesar 5,96 persen atau lebih 
tinggi daripada rata-rata nasional sebesar 5,45 persen.
Kondisi itu ditopang oleh kontribusi sektor pertanian yang mencapai 22,99 
persen. Jika perikanan dan kelautan dikembangkan secara lebih baik, ia meyakini 
bahwa sumbangan sektor ini akan meningkat dan pada gilirannya akan mendorong 
pertumbuhan ekonomi kawasan. (ANG/NAR)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/03/04343843/kawasan.timur.indonesia.perlu..perhatian.ekstra



      

Kirim email ke