Dalam bisnis bunuh-membunuh, apa bedanya Westerling dengan Soeharto, kecuali
warna kulit?
Soeharto lantas mencetuskan Wawasan Nusantara, penataran P4, dlsb..

Salah satu yang dijanjikan Soekarno kepada Belanda tahun1949, agar
kedudukannya sebagai Presiden tidak diganggu-gugat, adalah membayar kembali
seluruh biaya perang (baca: biaya untuk membunuh orang Indonesia yg melawan
Belanda) dalam bentuk hutang; yang diwariskan kepada generasi muda bangsa..
Lalu Soekarno mengangkat diri menjadi Presiden seumur hidup, menggebuk
penuntut-keadilan di Sumatera, dlsb..
Apakah tangan Soekarno bebas darah rakyat Indonesia?
bagaimana dengan PRRI/Permesta, antara lain..


Mulut kotor urakan? coba introspeksi, siapa yg menggunakan kata '$H!T' di
sini?

If you must know, orang Indonesia yg menyampaikan email awal ini kepada
saya, yang anda anggap tidak ada gunanya dan '$H!T' adalah ayah saya.
Lagipula, apa istimewa nya kalau saya adalah anak ayah saya? Itu kan hanya
keniscayaan biologi.

Sebaiknya, sebagaimana suatu diskusi yg dewasa, tidak relevan mengungkit
latar belakang, apalagi latar belakang pendidkan dan keluarga. Karena semua
opini yg dituangkan disini adalah opini pribadi yang menjadi tanggung jawab
pribadi secara dewasa dan tidak mewakili institusi apapun apalagi atas nama
keluarga.

Salam,
-K-




2009/11/7 hengky abiyoso <[email protected]>

>
>
> Haryasetyaka Dillon  wrote:
>
> *“….Proyek nasionalisme Indonesia yg belum selesai? Proyek siapa itu?
> Siapa yg memulai?
>
> Jadi ingat lagu dangdut..
> Kau yg memulai, kau yg mengakhiri..
> kau yg menghamili, kau yg mengaborsi ….’*
>
> * *
>
> Kalau mereka yg telah pada wafat demi dan karena Indonesia dan
> kemerdekaannya…..baik karena ngelawan penjajah atau krn dibunuh (macam
> ribuan rakyat SulSel krn Westerling dsb) oleh penjajah, disiksa, diperas,
> ditekan, mati karena pengkhianatan bangsa sendiri  dsb lalu  mendapatkan
> anak muda Indonesia kini ngomong seperti itu ttg nasionalisme Indonesia…..
> saya pikir mereka akan mengatakan : “Astaghfirullah…. Anak muda Indonesia
> kok mulutnya kotor urakan seperti itu ya?.....padahal sekolahannya tinggi…
> mana dari sekolah terkemuka pula……padahal bapaknya amat santun sekali dan
> simpatik dan nampak amat nasionalis sekali lho…….
>
> Salam,
>
> --- On *Fri, 11/6/09, Harya Setyaka <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Harya Setyaka <[email protected]>
> Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last man
> standing
> To: [email protected]
> Date: Friday, November 6, 2009, 9:21 PM
>
>
>
>
>
> Memang gak ada yg istimewa kalao yg ngirim orang Indonesia, tapi artinya,
> kalaopun milist ini menganggap tidak ada gunanya orang Indonesia membaca
> ini; tokh buanyak orang Indonesia yg tergabung dalam milist lain sudah
> membacanya.. .
>
> Kecam, tanggap, kritik, memang disini tempatnya..
>
> Lagipula, kalao sudah dewasa kan tahu apa yg perlu dibaca, apa yg tidak
> perlu dibaca..
> apa yg perlu ditanggapi apa yg tidak perlu ditanggapi..
> Mana yg ada gunanya, mana yg tidak ada gunanya..
>
>
> Mengenai Chicago, sebelum berkesimpulan, coba teliti kembali sensus
> penduduk dari tahun ke tahun selama periode tsb.. Boleh saja beropini, tapi
> ya kalao bisa didukung oleh data empirik lah..
>
> Planning untuk perdamaian? Coba cek yg satu ini: http://www.socsci.
> uci.edu/~ cpb/ScottBollens ResearchBio. 
> htm<http://www.socsci.uci.edu/%7Ecpb/ScottBollensResearchBio.htm>
>
> Mau konsen pada topik tertentu, yo sumonggo kerso.. tidak ada yg melarang
> ..
>
> Proyek nasionalisme Indonesia yg belum selesai? Proyek siapa itu? Siapa yg
> memulai?
> Jadi ingat lagu dangdut..
> Kau yg memulai, kau yg mengakhiri..
> kau yg menghamili, kau yg mengaborsi ..
>
> salam,
> -K-
>
>
>
>
>
> On Fri, Nov 6, 2009 at 16:52, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. 
> com<http://us.mc585.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
> > wrote:
>
>>
>>
>> *++++: **Oops.. semoga kita semua bisa membaca ini secara dewasa..
>>
>> saya juga dapat kiriman ini dari oarang Indonesia juga..
>> **
>> *>>>>: Benar bhw everyone boleh dan bebas utk ngirim posting apa saja….
>> Orng bebas utk mau baca atau gak…namun tentu postings  tak bebas dari
>> tgp, kritik bahkan kecaman…….Saya kira Prof. Wawo benar…. Itu shit yg gak
>> guna utk kita….lagipula… .Memangnya apa istimewanya kalau yg ngirimi org
>> Indonesia?.. ....
>>
>>
>>
>> *++++:**Memang bikin darah mendidih; tapi ini fakta, bahwa ada saja
>> politisi** **yg** ** dipilih oleh rakyat berpandangan seperti ini. in
>> fact, if any, Wilders** **punya** **konstituen; yang ingin diwakili dalam
>> ** ** parlemen Belanda.
>>  It is a challenge.
>> *>>>>: Darah siapa yg mendidih?... ...diagama apa saja dimana saja….kalau
>> ada komunitas dgn mayoritas agama tertentu…bukankah biasa kalau selalu ada
>> saja sementara orangnya yg bodo kelewat radikal hingga lalu tak lagi mampu
>> berpikir bijak dan luas?....... ..
>>
>> * *
>>
>> *++++: ** Menariknya, saya lihat ini sbagai bukan hal yg terlepas dari
>> tantangan perencanaan kota.***
>>
>> >>>>:* *Sbg bagian dari tantangan perenc. Kota itu memang betul…..aplg
>> kita jg pernah mengalam kasus yg relevan spt Tobelo, Galela, Ambon, Morotai,
>> Poso… tetapi saya kira utk kasus semacam itu  sosiolog, antropolog, kaum
>> rohaniwan dan budayawan  masih akan lbh tepat berada didepan utk menjadi
>> ujung tombak perencanaan more than spatial planner……selain spatial planning
>> masih ada yg namanya perencanaan sosial…. perencanaan ekonomi dsb…dan
>> kalau saja sampai muncul pertanyaan siapa harusnya ngikut siapa dan terpaksa
>> harus ngejawab…… saya berpendapat perencanaan spatial seharusnya mengikuti
>> perencanaan sosial dan ekonomi…..bukan sebaliknya…….
>>
>
>
> *++++:** Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa ke USA;
> dimana yg** ** magnitude nya paling besar adalah di Chicago..
>
>  Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran dari
>  Irlandia di Boston.. dan seterusnya..
> *>>>>: Akh sepertinya ini pernyataan2 lepas yg terlampau kelewat umum dan
> saling tak nyambung satu sama lain…… Planning (khususnya perencanaan kota
> dan kota satelit) sptnya muncul pertama kali di Inggris sbg dampak dari
> revolusi industri 1769….Inggris lbh dahulu urbanized more than USA….migrasi
> ke USA awalnya lbh banyak berupa migrasi pertanian dan pedesaan……bukan
> perkotaan…... chicago hanyalah magnitude terbesar utk North West….bukan
> seluruh USA….bhw USA adalah negara migran multi rasial….banyak kota  besar
> dan wilayah di AS pernah mengalami huruhara rasialis……..Mengapa kok tdk
> konsen lbh pd masalah nasional kita saja yg banyak agendanya kedodoran tak
> tertangani dgn baik?.....apakah ini lagi2 dampak dari proyek ‘nasionalisme
> Indonesia’ yg blm selesai itu?......
>
> Salam,
>
>
> --- On *Fri, 11/6/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ 
> gmail.com<http://us.mc585.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
> >* wrote:
>
>
> From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ 
> gmail.com<http://us.mc585.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
> >
> Subject: Re: [referensi] Fwd: Re.: Geert Wilders - Americas the last man
> standing
> To: refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc585.mail.yahoo.com/mc/[email protected]>
>
> Date: Friday, November 6, 2009, 6:38 AM
>
>
>
>
>
>
>
> Oops.. semoga kita semua bisa membaca ini secara dewasa..
> saya juga dapat kiriman ini dari oarang Indonesia juga..
>
> Memang bikin darah mendidih; tapi ini fakta, bahwa ada saja politisi yg
> dipilih oleh rakyat berpandangan seperti ini. in fact, if any, Wilders punya
> konstituen; yang ingin diwakili dalam
> parlemen Belanda.
> It is a challenge.
> Menariknya, saya lihat ini sbagai bukan hal yg terlepas dari tantangan
> perencanaan kota.
> Planning dirasakan perlu sejak migrasi massal dari Eropa ke USA; dimana yg
> magnitude nya paling besar adalah di Chicago..
> Banyak pula intervensi yg dilakukan untuk 'menetralisir' migran dari
> Irlandia di Boston..
> dan seterusnya..
>
> Salam,
> -K-
>
>
>
>
>  
>

Kirim email ke