Rekans ysh,

Banyak yang bisa diperoleh dari 2.5 hari di Plano-50 kemarin. Terutama dari 
seminar internasional dan nasional. Saya tak bisa melaporkan semuanya hanya 
yang cepat tercerna masuk ke pikiran saja.

Yang jelas, dua pertanyaan yang sering telontar di "referensi" cukup terjawab, 
yaitu:
1. Relasi Spatial and Development planning. Terutama akademisi Prof Tommy 
Firman atau petinggi Max Pohan menegaskan dalam paparannya, bahwa PWK 
pronsipnya adalah development planning, dan spatial adalah salah satu 
manifestasinya, disamping aspek ekonomi, sosial, kelembagaan dan aspek  lainnya.
2. Soal keseimbangan pendekatan "kuantitatif vs kualitatif" - Dr. Dewi Savitri 
dalam presentasinya menggambarkan peta tools yang diajarkan di PWK-ITB saat 
ini, dimana tepat untuk menggunakan kuantitatif, dimana kualitatif terkait 
dengan skala dan jenis rencana atau persoalan yang mau ditangani.

Hal lain yang relevan adalah terungkap pentingnya penguasaan "communication 
tools" disamping "analytical tools" mengingat dalam era demokratisasi saat ini 
diperlukan persuasi, meyakinkan, mengatasi konflik, memahami persepsi dst dalam 
proses merencana ataupun melaksanakan dan mengendalikannya.

Saya sendiri menyampaikan makalah "Mengefektifkan Knowledge Management PWK" 
yang di dalamnya saya angkat a.l. "referensi@" sebagai satu contoh upaya 
knowledge sharing dan "community of practice". Alhamdulillah sukses jadi satu 
kesimpulan atau agenda perhatian kedepan.

Salam,
Risfan Munir
www.samuraisejati.blogspot.com


Kirim email ke