Pak Onnos ysh,
Pemikiran anda ttg heroisme migran sektor informal  sbg pioneers kewiraswastaan 
diseluruh pelosok negeri sgtlah baik …. Setidaknya dpt dipastikan bhw mrk  
adalah bagian dari potensi migran yg vital utk membangun negeri khususnya 
dipelosok2 yg ‘kekurangan SDM’….. hanya saja kalau bicara ttg  pioneering 
pembangunan wilayah serta sustainabiliti dan harapan dampak ganda (multiplier 
effect)nya yg luas….  Konon katanya rumusnya Pembangunan Wilayah mengatakan… 
seyogyanya harus ada aktivitas memimpin (propulsive activities) atau  industri 
memimpin) leading industries) sbg ujung tombaknya (contohnya Freeport  terlepas 
dari dampak  negatipnya…. 
Walau tidak sangat ideal….brkali boleh kita jadikan PTFI contoh ttg bgmn dampak 
gandanya muncul berupa perkembangan aktivitas multisektor sejak dari pantainya 
(Timika) sampai kekota modern (Tembagapura) …..dan lalu lokasi pertambangannya 
itu sendiri……..
Sejak adanya aktivitas Freeport  …konon Kabupaten Mimika menjadi  wilayah 
terkaya di Papua, karena potensi tambang mineral  dari Ertsberg yang 
kekayaannya diperkirakan bernilai lebih dari 77 miliar dollar AS. Potensi 
tambang yang diungkap pada tahun 1936 oleh geolog Belanda, Jean Jacques Dozy, 
ditindaklanjuti oleh Manajer Eksplorasi Freeport Sulphur Company (sekarang 
Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc-induk PT Freeport Indonesia) pada tahun 
1967 setelah penandatanganan kontrak karya pertama dengan Pemerintah 
Indonesia…… Setelah kandungan tembaga di tambang Ertsberg menipis, tahun 1988 
ditemukan lokasi penambangan baru di Grasberg tak jauh dari Ertsberg., tambang 
kedua ini memiliki cadangan tembaga terbesar ketiga di dunia dan cadangan emas 
terbesar di dunia…..
Cadangan bijih tambang Grasberg mencapai 2,6 miliar ton di areal 202.950 hektar 
(kontrak karya PTFI dengan Pemerintah Indonesia baru akan berakhir tahun 
2021)…... Produksi tambang dari perusahaan ini dikirim ke pabrik2 peleburan 
tembaga di berbagai negara, termasuk Gresik-Indonesia….
Thn 2002, PTFI menghasilkan konsentrat yang mengandung 1,8 miliar pon tembaga 
dan 2,9 juta ons emas dari penambangan sekitar 235.000 bijih tambang per hari. 
Konsentrat tembaga ini bermanfaat bagi penyediaan tembaga untuk perangkat 
komunikasi modern dan barang elektronik, pengadaan listrik dan keperluan 
industri lainnya…….
Masuknya perusahaan modal asing pertama ini membuka keterisolasian daerah yg 
dikelilingi hutan, perairan, dan pegunungan. Infrastruktur untuk menunjang 
aktivitas tambang seperti lapangan terbang, pelabuhan laut, dan fasilitas jalan 
dibangun, termasuk kota modernTembagapura…….
Memang sayang bhw kesempatan kerja yang terbuka kok baru hanya menyerap tenaga 
kerja penduduk lokal dalam jumlah (26% dari total pekerja yang mencapai 7.600 
orang) dan utk posisi yg terbatas …..tapi kalau SDM lokal tlah siap memenuhi 
persyaratan kerja …tentu situasi akan berubah…..
 Aktivitas penambangan PT FI mengembangkan usaha-usaha lain pendukung kegiatan 
pertambangan dan kebutuhan para pekerjanya, seperti perusahaan penyedia 
kebutuhan listrik, jasa pelabuhan, jasa konstruksi, jasa konsultan, katering 
dan makanan…... Di luar karyawan PT FI, terdapat sekitar 1.500 pekerja kontrak 
pada perusahaan2 yg khusus menyediakan jasa2 bagi PT FI……..Perkembangan 
aktivitas ekonomi di kabupaten ini cukup tinggi mengingat pengeluaran utk 
konsumsi PT FI mencapai  satu miliar per hari….. Peredaran uang di Kabupaten 
Mimika pada tahun 2002 mencapai Rp 600 miliar…..Pemerintah Kabupaten Mimika 
menerima Rp 108,37 miliar dari PT FI melalui pajak, retribusi atau bagi hasil 
pada tahun 2002, dari sebelumnya Rp 113,94 miliar…..
Pendapatan per kapita penduduk kabupaten ini mencapai Rp 150,8 juta pada tahun 
2001, dan menurun menjadi Rp 106,7 juta pada tahun 2002……
Lapangan usaha penambangan di Mimika membuat seluruh lapangan kerja yg 
digerakkan penduduk lokal maupun pendatang menghasilkan perputaran uang Rp 11,8 
triliun tahun 2002, dimana 96,6 persen atau Rp 11,3 triliun dihasilkan dari 
sektor pertambangan……
Peluang bagi pengusaha lokal utk berkontribusi dlm penyediaan berbg kebutuhan 
karyawan PT FI msh terbuka, mengingat hasil2 pertanian dr kab. Mimika atau 
daerah lain di Papua, seperti Jayawijaya dan Jayapura, masih belum mampu 
menutupi kebutuhan pokok PT FI…… Hingga saat ini kebutuhan konsumsi warga PT FI 
hampir semuanya (sekitar 80 persen) dipenuhi dari luar Propinsi Papua, yaitu 
dari Surabaya dan Makassar……..
Harapan masyarakat akan keterbukaan peluang dalam mensuplai kebutuhan para 
pekerja di PT FI tak hanya terkendala oleh kuantitas dan kualitas sebagian 
produk yang mereka hasilkan tetapi jg oleh besarnya dana yg harus dikeluarkan 
oleh pengelola koperasi yg menampung produk hasil tani masyarakat… yg itu tentu 
 membutuhkan modal besar untuk membeli seluruh produk yg dihasilkan oleh 
masyarakat, sekalipun kualitasnya kurang dari yg dipersyaratkan…….
Jadi nampaknya benar … tak boleh dilupakan selain corat-coret ttg RTRW/ RDTR 
….darah segar utk konkretisasi rencana itu haruslah planners berpikir ttg  
identifikasi dan konkretisasi ‘leading activities/ leading industries’  menjadi 
ujung tombaknya …dan pastilah para migran sektor informal akan menempel ketat 
dibelakangnya (dan janganlah  migran informal disuruh sbg ujungtombaknya) … dan 
cita2 pembangunan wilayah  dlm rangka penguatan nasionalism yg kita cita2kan 
bersama dpt tercapai……bukan hanya impian kosong belaka.......salam,
aby

--- On Wed, 11/25/09, Sugiono Ronodihardjo <sugion...@.....> wrote:


From: Sugiono Ronodihardjo <sugion...@....>
Subject: [referensi] Re: (14a) Indonesia : Proyek Nasionalisme -> Cinta Tanah 
Air
To: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Wednesday, November 25, 2009, 4:17 AM


  



Eyang Aby dan rekan-2 ysh,
Andaikata heroisme para migran informal ini dapat digalang dengan upaya 
'pemberdayaan masyarakat' yang jitu, mungkinkah mereka dapat berkembang menjadi 
pionir wiraswastawan dipelosok negeri ini (seperti 'etos' kerja dari saudara-2 
kita dari etnik tionghua) ?, sekaligus sebagai alat pemersatu bangsa yang 
'bhineka tunggal ika' ini ? Mohon pendapatnya. ..
Wassalam,
Onnos
 


To: refere...@yahoogrou ps.com
From: watashi...@yahoo. com
Date: Tue, 24 Nov 2009 21:45:10 -0800
Subject: [referensi] Re: (14a) Indonesia : Proyek Nasionalisme -> Cinta Tanah 
Air

  








Pak Onnos ysh, 

++++: ..Omomg- omong tentang Cinta Tanah Air, saya jadi teringat dengan 
para 'mbak Yu penjual Jamu Gendong'. Mereka banyak saya temui hampir di seluruh 
pelosok tanah air, seperti di Kep. Batam-Bintan dsk, Pulau Sedanau Kep. Natuna, 
Nunukan Pulau Sebatik, Kep. Sangihe - Talaud, Morotai, Sorong, Manokwari, Biak, 
Jayapura, Merauke dll. Kebanyakan mbak/mbok Jamu Gendong itu berasal dari Jawa 
Tengah (Wonogiri, Pekalongan) & Jawa Timur (Pacitan, Blitar), mereka merantau 
bersama suami dan sanak saudaranya, biasanya sang suami sebagai 'tukang 
bangunan' atau pedagang informal (K-5) seperti jual bakso atau nasi soto dll. 
Saya terpikir mereka ini termasuk para pejuang dalam rangka 'proyek 
nasionalisme' . Mungkin saja mereka ada juga yang awalnya ikut proyek 
transmigrasi, tetapi terus nyambi berdagang jamu gendong ke kota terdekat. 
Walau demikian, mereka itu 'tanpa banyak omong' telah ikut berjuang menegakkan 
NKRI. Maaf kalau saya salah pemahaman dalam
 diskus ini ya.. 
>>>>: ‘Heroisme’ migrasi sektor informal dgn merantau keluar Jawa menuju 
>>>>lokasi2 terpencil dan kota2 kecil umumnya sptnya lbh dikaitkan dgn contoh  
>>>>pioneering transmigrasi utk mengurangi kepadatan penduduk di Jawa … selain 
>>>>menjadi propaganda program transmigrasi sekaligus pembuktian ketidak 
>>>>benaran  tuduhan/ ejekan bhw suku Jawa bersifat sedentary (lahir, besar dan 
>>>>mati menetap terus didesa yg sama)……. Boleh jadi para migran sektor 
>>>>informal itu malah tak berpikir ttg ‘proyek nasionalisme’ atau penegakan 
>>>>NKRI spt yg sedang kita diskusikan (sebaliknya daerah tujuan malah kadang  
>>>>mengeluh kesan ‘Jawanisasi)…… Nampaknya motivasi kewiraswastaan kecil, 
>>>>pikiran menjadi pengusaha tertentu yg baru pertama dilokasi tujuan dan agar 
>>>>mendapatkan porsi pasar yg besar lbh menjadi tujuan utama mereka……. 


++++: BTW, buat mbah Aby selamat jadi simbah beneran ya atas lahirnya 
cucunda yang pertama, semoga tambah bijak ya..
>>>>: Ya pak Onnos, sekarang saya sdh resmi jadi akung beneran dan maturnuwun 
>>>>atas perhatian serta doanya……salam, 
aby 
  

  
Sunday, November 22, 2009 9:55 AM 
From: "Sugiono Ronodihardjo" <sugion...@hotmail. com> 
  
Salam sejahtera pak RM dan rekan-2 ysh,
Ikut nimbrung nich..Omomg- omong tentang Cinta Tanah Air, saya jadi teringat 
dengan para 'mbak Yu penjual Jamu Gendong'. Mereka banyak saya temui hampir di 
seluruh pelosok tanah air, seperti di Kep. Batam-Bintan dsk, Pulau Sedanau 
Kep. Natuna, Nunukan Pulau Sebatik, Kep. Sangihe - Talaud, Morotai, Sorong, 
Manokwari, Biak, Jayapura, Merauke dll. Kebanyakan mbak/mbok Jamu Gendong itu 
berasal dari Jawa Tengah (Wonogiri, Pekalongan) & Jawa Timur (Pacitan, Blitar), 
mereka merantau bersama suami dan sanak saudaranya, biasanya sang suami sebagai 
'tukang bangunan' atau pedagang informal (K-5) seperti jual bakso atau nasi 
soto dll. Saya terpikir mereka ini termasuk para pejuang dalam rangka 'proyek 
nasionalisme' . Mungkin saja mereka ada juga yang awalnya ikut proyek 
transmigrasi, tetapi terus nyambi berdagang jamu gendong ke kota terdekat. 
Walau demikian, mereka itu 'tanpa banyak omong' telah ikut berjuang menegakkan 
NKRI. Maaf kalau saya salah
 pemahaman dalam diskus ini ya.. BTW, buat mbah Aby selamat jadi simbah beneran 
ya atas lahirnya cucunda yang pertama, semoga tambah bijak ya..
Wassalam,
Onnos







New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more. 







      

Kirim email ke