Loh, ini kok tata ruang malah menghambat pembangunan,.. Jadi gak usah ada
tata ruang ajah bagaimana ?

Huehehehehe

 

 

Tata Ruang dan Listrik Hambat Pembangunan

Kamis, 3 Desember 2009 | 03:33 WIB

Palangkaraya, Kompas - Masalah rencana tata ruang wilayah provinsi yang
belum tuntas dan krisis listrik menjadi hambatan bagi pembangunan,
investasi, serta upaya menyejahterakan rakyat di Kalimantan. Untuk itu perlu
kompromi tata ruang dan kemudahan pembangunan pembangkit listrik.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dalam
silaturahim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan para gubernur yang
menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh
Indonesia di Palangkaraya, Rabu (2/12) malam.

"Kantor gubernur (Kalteng) ini berstatus hutan produksi. Jadi, Pemprov
Kalteng wajib mengajukan pelepasan kawasan kendati kantor gubernur sudah
puluhan tahun didirikan," katanya menggambarkan kekacauan tata ruang di
provinsinya.

Menurut Teras, pembahasan RTRWP yang belum tuntas itu disebabkan perbedaan
persepsi antara Departemen Kehutanan dan Komisi IV DPR. Sesuai tugas pokok
dan fungsinya, Dephut berupaya mempertahankan wilayah hutan. Namun,
perkembangan wilayah, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kalteng membuat
status kawasan hutan yang tak berhutan lagi itu perlu dikaji. "Jika Bapak
Presiden berkenan, kami ingin masalah RTRWP bisa selesai dalam program 100
hari," katanya.

Terkait krisis listrik, Teras mengusulkan dibangun pembangkit listrik
independen. Pemprov Kalteng tengah merancang program membangun pembangkit
listrik di mulut tambang yang diharapkan selesai tahun 2011.

Jika ini terwujud dan bisa dikembangkan lebih besar, Kalteng bisa menjadi
lumbung energi yang bisa memasok listrik ke Pulau Jawa melalui jaringan
kabel bawah laut.

Penuntasan RTRWP dan krisis listrik juga menjadi salah satu aspirasi dalam
unjuk rasa mahasiswa Gerakan Mahasiswa Palangkaraya, Rabu pagi, saat
menyambut kedatangan Presiden.

Menanggapi masalah RTRWP, Presiden mengajak DPR duduk bersama untuk
menyelesaikan hal itu. Jika kawasan hutan yang rusak, Presiden mengajak
untuk menghutankan kembali.

Cadangan daya terancam

Pasokan listrik di daerah Jawa Barat-Banten hingga pertengahan Desember
masih berstatus siaga. Penyebabnya, cadangan listrik subsistem di wilayah
ini hanya sekitar 300 MW. Adapun standar aman 600 MW.

Menurut General Manager PLN Distribusi PLN DJBB Achmad Taufik Haji, Rabu di
Bandung, penyebab kekurangan cadangan daya adalah belum pulihnya kerusakan
di Gardu Induk Cawang. "Perbaikan diprediksi selesai 22 Desember," katanya.

Dengan kondisi cadangan listrik 50 persen di bawah batas minimal, jika
terjadi kekurangan daya pada pembangkit, pelepasan beban harus dilakukan.
PLN akan melakukan pemadaman bergilir sesuai kontribusi konsumsi.

Saat ini PLN meminimalkan potensi pemadaman dengan pembelian pembangkit
swasta, di antaranya dengan pembelian listrik 62 MW dari Cikarang Listrindo
dan Bekasi Power.

Kondisi pasokan listrik berstatus siaga ini cukup mengkhawatirkan karena
berdekatan dengan Natal dan Tahun Baru. Apalagi, Jawa Barat, khususnya
Bandung, menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk berlibur pada akhir
tahun.

Sementara itu, sistem kelistrikan di Sumatera masih defisit 200 MW. PLN
memperkirakan defisit baru bisa teratasi tahun 2013 saat pembangunan tujuh
pembangkit selesai, yaitu PLTU Pangkalan Susu, PLTU Meulaboh, PLTU Tarahan
Baru, PLTA Asahan, PLTU Kramasan, PLTU Keban Agung, dan PLTU Gunung Megang.

Demikian dikemukakan Manajer Perencanaan PT PLN, Pusat Pengatur dan
Penyaluran Beban Pulau Sumatera, Eko Yudho Pramono di sela kunjungan ke
sejumlah pembangkit listrik di Sumatera Barat, Rabu.(OSD/WHY/GRE/ONI)

 

 

Regards,

 B.Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

InDEC (Indonesian Development Evaluation Community)  -->
<http://www.indec-indonesia.org/> here

Indo-MONEV -->   <http://groups.yahoo.com/group/indo-monev/> here in
yahoogroups  and
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts> here in facebook

Send an email to:  [email protected] 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - 

T.H. White

 

 

Kirim email ke