Pak Onnos dan Pak Dwiagus ysh.

Memang benar bila ngojek (: kemiskinan) sebenarnya berangkat dari
permasalahan rumah tangga (household). Untuk guru, dari gaji plus
tunjangan guru yang relatif tinggi, sebenarnya tidak mencukupi kebutuhan
hidup perkotaan yang telah terpatok tinggi. Mungkin kita bisa lakukan
survey kecil-kecilan, katakanlah Omar Bakri, seorang guru yang setia
mengajar dari pagi hingga jam 2 siang. Saya kurang tahu standar gaji dan
tunjangan guru, katakanlah sekitar Rp 3 juta rupiah; dengan jumlah ini
Omar Bakri hanya cukup untuk membayar tagihan rumah tangga dan
transportasi. Tidak ada saving dan pembentukan modal rumah tangga; dan
kehidupan berjalan secara pas-pasan. Kemudian datang penawaran kredit
motor, dengan uang muka sangat rendah, malah untuk guru ada potongan
khusus, serta cicilan jangka menengah. Bagi Omar Bakri dan siapapun guru
yang lain penawaran ini sangat menarik, karena berarti: pembentukan
modal rumah tangga. Omar Bakri akan menggunakan waktu senggangnya untuk
'ngojek', antara jam 3 s/d 7 sore, yang tujuannya selain menambah ikan
daging untuk kebutuhan proteinnya juga untuk membayar cicilan motor.
Sampai disini mungkin benar apa yang disebut Dwiagus bila 'modal rumah
tangga' adalah 'mitos'. Namun realitas ini adalah pilihan yang sempit
bagi setiap rumah tangga di perkotaan yang penuh persaingan.

Sementara demikian dulu. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], "Benedictus Dwiagus S." <bdwia...@...>
wrote:
>
> Masalahnya apakah mereka tau alternatif lain selain ngojek.
>
> Kalaow pengendara kendaraan motor wajib dikampanyekan alternatif
transport lain macam sepeda, maka para pengojek ini bisa juga ditawarkan
alternatif lain alat pemberi nafkahnya, tidak sebatas ngojek..
>
> Kalau tawaran alternatif itu sudah ada, kita tentu saja tidk bisa
bilang, mereka tidak ada pilihan lain selain ngojek. Ini bisa jadi
sebuah mitos lagi. Huahahahaha
>
> Masalahnya bisa jadi soal gengsi.
> Gengsian mana : mentereng di atas sadel motor ojeknya atau di belakang
gerobak dorong mie ayam?
>
> Masalahnya memang mungkin kemiskinan, tapi juga kurangnya kreativitas
mencari alternatif sepert kegiatan2 SMEs.
> Kegiatan-kegiatan mendorong SMEs harusnya bisa menjangkau mereka.
Memberdayakan merka sehingga mereka makin punya banyak alternatif lain.
>
> Kalau di Aceh, fenomena ojek bertumbuh seiring hilangnya perikehidupan
asal mereka pasca tsunami, tapi sedikit program-program bantuan yang
mendorong para korban itu utk jadi ojek. Lbh byk program-program itu
mendorong life-skill lain selain ngojek. Ketrampilan-ketrampilan
berproduksi jasa lain. Bisa jasa tata boga, jasa bengkel, jasa trading.
Yg skala kecil saja tentu saja.
>
> Salam
> Dwiagus
>
> »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot
Teruuusss...!!!
>
> -----Original Message-----
> From: Sugiono Ronodihardjo sugion...@...
> Date: Sun, 13 Dec 2009 15:29:25
> To: [email protected]@yahoogroups.com
> Subject: RE: [referensi] Re: jalur sepeda?
>
>
> Betul bung Ekadj, dipangkalan ojek dekat rumah saya juga ada pak guru
yang 'ngojek', biasanya dia mulai kerja setelah jam sekolah. Pernah saya
ajak ngobrol, katanya hanya sambilan buat tambahan belanja dapur.
Fenomena ini menarik karena 'ojek' ternyata dapat jadi lapangan kerja
alternatif sektor informal dibidang transportasi yang mengurangi
pengangguran. Keinginan rekan-2 untuk menggalakkan 'bersepeda' sih
sah-sah saja, tetapi masalah mendasar 'tingginya tingkat kemiskinan'
terutama di perkotaan, mungkinkah kita lupakan ?
>
> Wassalam,
>
> Onnos
>
>
>
> To: [email protected]
> From: 4ek...@...
> Date: Sun, 13 Dec 2009 15:11:40 +0000
> Subject: [referensi] Re: jalur sepeda?
>
>
>
>
>
>
> Selain 'ojek', ada lagi istilah lain yang muncul bersamaan, yaitu
> 'ngojek'. Kurang tahu bagaimana caranya pembentukan istilah. Pelakunya
> bukan lagi ex-buruh atau pekerja pemula, tapi juga ada yang kepala
> sekolah. Menarik juga pak kalau disurvey, apakah ekses dari kemiskinan
> perkotaan? Salam.
>
> -ekadj
>
> --- In [email protected], "Harya Setyaka" harya.setyaka@
> wrote:
> >
> > soal ojek: kita survey kecil2an saja; apakah para ojek itu memang
> bercita-cita jadi ojek?
> > Sya mencatat ojek itu mulai menjamur pada saat krisis 1999..
> > Ojek itu ex-buruh.. Ojek itu masalah pengangguran, yg perlu solusi
> dalam konteks pengangguran..
> > Sepeda itu solusi transportasi hijau.. Mengobati masalah ojek dengan
> solusi transportasi salah obat jadinya..
> >
> > Salam,
> > -K-
> >
> > Pedal Powered BikeBerry



Kirim email ke