Betul bung Ekadj, dipangkalan ojek dekat rumah saya juga ada pak guru yang 'ngojek', biasanya dia mulai kerja setelah jam sekolah. Pernah saya ajak ngobrol, katanya hanya sambilan buat tambahan belanja dapur. Fenomena ini menarik karena 'ojek' ternyata dapat jadi lapangan kerja alternatif sektor informal dibidang transportasi yang mengurangi pengangguran. Keinginan rekan-2 untuk menggalakkan 'bersepeda' sih sah-sah saja, tetapi masalah mendasar 'tingginya tingkat kemiskinan' terutama di perkotaan, mungkinkah kita lupakan ?
Wassalam, Onnos To: [email protected] From: [email protected] Date: Sun, 13 Dec 2009 15:11:40 +0000 Subject: [referensi] Re: jalur sepeda? Selain 'ojek', ada lagi istilah lain yang muncul bersamaan, yaitu 'ngojek'. Kurang tahu bagaimana caranya pembentukan istilah. Pelakunya bukan lagi ex-buruh atau pekerja pemula, tapi juga ada yang kepala sekolah. Menarik juga pak kalau disurvey, apakah ekses dari kemiskinan perkotaan? Salam. -ekadj --- In [email protected], "Harya Setyaka" <harya.sety...@...> wrote: > > soal ojek: kita survey kecil2an saja; apakah para ojek itu memang bercita-cita jadi ojek? > Sya mencatat ojek itu mulai menjamur pada saat krisis 1999.. > Ojek itu ex-buruh.. Ojek itu masalah pengangguran, yg perlu solusi dalam konteks pengangguran.. > Sepeda itu solusi transportasi hijau.. Mengobati masalah ojek dengan solusi transportasi salah obat jadinya.. > > Salam, > -K- > > Pedal Powered BikeBerry _________________________________________________________________ New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more. http://windows.microsoft.com/shop

