FYI, RM
Begin forwarded message: > From: "Elisa Sutanudjaja" <[email protected]> > Date: January 26, 2010 10:54:10 AM GMT+07:00 > To: <[email protected]>, <[email protected]>, > <[email protected]> > Cc: <[email protected]>, <[email protected]>, > <[email protected]>, <[email protected]>, > <[email protected]> > Subject: [greenmapindonesia] Ajakan Serial Diskusi 9 Koalisi Warga untuk > Jakarta 2030: EKONOMI KOTA > Reply-To: [email protected] > > > Warga kota, > > > Memanggil seluruh warga yang peduli dengan nasib Kota Jakarta 20 tahun > mendatang dan mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam Serial Diskusi Rencana > Tata Ruang Wilayah Jakarta 2030: > > > > Hari/Tanggal : Kamis, 28 Januari 2010 > > Waktu : 14.00 17.00 > > Tempat : Humanitarian Forum Indonesia Meeting Room > > Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Lt.2, Jl. Menteng Raya 62, Jakarta > > > > Agenda diskusi : > > 1. Jo Santoso: Strategi Pengembangan Ekonomi dalam Keberlanjutan Kota > > 2. Lin Che Wei: Ekonomi Pembangunan Kota > > 3. Faisal Basri *dalam konfirmasi > > 4. Hendro Sangkoyo: Kota dalam konteks Harveyan Produksi dan Konsumsi > > 5. Diskusi > > 6. Rekomendasi > > > > Pengantar diskusi > > Dalam Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2030, pemerintah daerah > merencanakan visi Jakarta yaitu Kota Jakarta sebagai Kota Jasa yang Nyaman, > Sejahtera dan Berkelanjutan. Dalam mendukung visi tersebut, maka pemerintah > pun merencanakan misinya yaitu Mengoptimasikan Produktivitas Kota (pasal > 3, ayat d). > > Sementara dalam Kebijakan Penataan Ruang, salah satu pasal dan ayatnya > berbunyi: > > Pertumbuhan ekonomi sampai dengan tahun 2030 adalah sekitar 7% sampai dengan > 8% per tahun, dengan basis ekonomi kota Jakarta melalui sektor perdagangan, > jasa, industri kreatif, industri teknologi tinggi dan non pencemar, dan > pariwisata.(pasal 5, ayat 1d) > > Dari pemahaman tentang struktur ekonomi saat ini serta target pertumbuhannya > ke depan, seharusnya dapat diperkirakan kebutuhan ruang untuk aktivitas > ekonomi tersebut serta kebutuhan sumber daya alam dan daya dukung lingkungan > untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut (misalnya, kebutuhan akan air > bersih, listrik hingga limbah yang mungkin dihasilkan). > > Selain itu, dari pemahaman struktur ekonomi dapat juga diperkirakan struktur > tenaga kerja (jumlah dan komposisi tenaga kerja), dimana untuk selanjutnya > struktur tenaga kerja bisa pula diperkirakan dari struktur penduduk > (Informasi akan struktur kependudukan bisa dilihat di Naskah Akademis Bab 4.) > > Akhirnya dari struktur penduduk tersebut dapat juga diperkirakan kebutuhan > ruang untuk perumahan, serta infrastruktur pendukungnya. Disamping itu juga > kebutuhan ruang untuk sosial budaya, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, > agama, hingga ruang sosial interaksi antar warga. Dan juga diperhitungkan > ruang-ruang untuk mengkonservasi lingkungan demi menyangga kegiatan seluruh > warga kota. > > Namun jika kebutuhan akan berbagai macam ruang tidak terpenuhi dengan baik, > maka dapat timbul dampak seperti menurunnya pendapatan, gangguan kesehatan, > renggangnya interaksi sosial maupun kerusakan lingkungan. Dan pada akhirnya > justru akan menghambat pertumbuhan ekonomi kota ini (Shanty Syahril) > > Ekonomi Kota tidak hanya bicara soal pertumbuhan, tetapi juga pemerataan. > Bukan semata-mata bicara mengenai investasi, tetapi juga penyediaan lapangan > pekerjaan. Ekonomi Kota juga berbicara tentang membuka kesempatan berusaha, > tetapi juga pemberdayaan. Akhirnya Ekonomi Kota juga harus berbicara > bagaimana sumber daya ruang kota itu seharusnya dimanfaatkan (Jehan Siregar) > > > > > Contact person: Nana Firman ([email protected]), Suryono Herlambang > (081760346 > > Rancangan peraturan daerah (raperda) RTRW Jakarta 2030 bisa didapatkan di > http://koalisijakarta2030.wordpress.com/category/raperda/ Informasi lebih > lanjut hubungi Elisa di [email protected] > > Naskah Akademis bisa dibaca dan diunduh disini: > http://koalisijakarta2030.wordpress.com/2010/01/19/naskah-akademis-rtrw-2030/ > > >

