Pak Rofiq & referenciers,
Saya pernah manggung bersama pak Untung Wiyono utk fasilitator se Jateng 
tentang KKMB (konsultan keuangan mitra bank) .. Pd kesempatan tsb pak UW 
menjelaskan visi dan upayanya merubah paradigma aparat Pemkab Sragen, juga 
masyarakat dan terutama pemudanya ..

Saya terkesan dengan visi dan misi fokus pd pembangunan perdesaan dan mengatasi 
pengangguran kaum muda.  Salah satu upayanya membeli mesin/peralatan utk 
membuat 'mont blanc'( yg sering dijajakan di bandara SH, dan seminar2 lokal).. 
Ini kegiatan yg dihibahkan kepada pemuda (lewat karang taruna) .. Kemudian yg 
cukup mengesankan soal 'pelayanan perijinan satu atap' (juga KTP?) ..awalnya 
kalangan birokrasi enggan melaksanakan, menilai akan menurunkan PAD.

Saya penasaran dan menguji kebenaran dgn kunjungan ke kab Sragen, dan (bbrp 
waktu kemudian) melalui jejaring fasilitator di Sragen dan kab sekitar 
..ternyata luar biasa !  Banyak pengusaha sekitar kab sragen, malah ajukan 
perjinan usaha (investasi) di Kab Sragen ..dan konon PAD malah naik !  

Mas BTS mungkin punya pengamatan lebih tajam, barangkali juga ada data yg lebih 
sahih .. 

Kesimpulan saya memang perlu juga melengkapi perilaku pejabat di barisan paling 
depan tidak cuma 'public servant/services', tetapi juga 'entrepreneurship' ..

Tabea,
 
IBNU TAUFAN,
PNPM Mandiri Perkotaan
Jakarta Selatan, Indonesia
from blackberry®indosat

-----Original Message-----
From: Aunur rofiq <[email protected]>
Date: Tue, 16 Feb 2010 13:50:39 
To: <[email protected]>
Subject: [referensi] Fw: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses  ( ada yg bisa 
konfirm ? )

Dari milis tetangga
 Salam
Aunur Rofiq



----- Forwarded Message ----
From: Haniwar Syarif <[email protected]>
To: fatemetagroup <[email protected]>
Sent: Tue, February 16, 2010 6:15:07 AM
Subject: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses  ( ada yg bisa konfirm ? )

 

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kemarin saya sempat di undang oleh KBRI Abu Dhabi untuk bersilaturahmi
dengan rombongan dari Pemda Sragen yg dipimpin oleh pak Bupatinya. Saking
menariknya acara ini sehingga tidak terasa baru selesai sekitar pukul
23:00 malam. Biasanya acara di KBRI paling telat selesai jam 22:00. 

Saya rasa ada beberapa hal yg ingin saya bagi dengan forum ini untuk
menambah wawasan kita, terutama bagi kita yg tidak pernah mengenal daerah
Sragen dan agak pesimis dgn arah pembangunan negeri tercinta
ini.

Pak Bupati Sragen, Untung Wiyono, mulai memimpin daerah nya dari thn 2001
setelah diminta oleh DPRD kab. Sragen. Beliau sebelumnya adalah pengusaha
dibidang oil & gas. Hal pertama yg beliau lakukan saat mulai menjabat
bupati ialah, memprioritaskan pembangunan di pedesaan. Antara lain dengan
membangun jalan-jalan dan jembatan yg menghubungkan desa-desa dengan
perkotaan. Karena kabupaten Sragen dibelah oleh beberapa aliran sungai
Bengawan Solo, sebelumnya waktu tempuh desa-desa ke kota bisa mencapai
dua jam karena jalannya yg melingkar-lingkar. Dengan dibangunnya banyak
jembatan maka waktu tempuh hanya tinggal dalam hitungan menit. 

Jadi menurut beliau, sebenarnya dana dari pemerintah ada. Yang perlu
dilakukan oleh setiap kepala daerah adalah meletakan prioritas yg tepat.
Selain itu kepala daerah juga dituntut mempunyai visi dan berani
mengambil keputusan. 

Ketika beliau memulai karyanya di Sragen thn 2001, kabupaten ini termasuk
daerah terbelakang di Propinsinya. Ada sekitar 13,000 hektar lahan yg
tidak produktif. Dalam tempo singkat beliau berhasil memanfaatkan seluruh
lahan yg ada di daerahnya. Saat ini seorang petani bisa mendapatkan
penghasilan bersih sekitar Rp. 25 juta per hektar per panen dari
lahannya. 

Hal lain yang juga beliau lakukan adalah memberikan pelatihan bagi
mereka-mereka yg menganggur seperti anak jalanan, pengamen, pengemis dll.
Pendekatannya ialah dgn menanyakan minat mereka, dan lalu diberikan
pelatihan. Ada program yg namanya 3 in 1 (kalau tidak salah), artinya
orang diberi pelatihan kerja, kemudian diberikan sertifikasi, dan
disalurkan ke lapangan pekerjaan. Bagi mereka yg pingin membangun
usahanya sendiri, maka diberikan pinjaman sampai dengan Rp. 500 juta
tanpa agunan melalui bank. 

Karena di pedesaan sering anak putus sekolah karena harus membantu orang
tuannya di sawah, maka digalakan program Homeschooling. Jadi si anak
tidak harus datang ke sekolah, tapi cukup membaca modul yg bisa di
download ke Cellphone ataupun lewat komputer di kantor kelurahan. Setiap
satu bulan sekali akan ada guru yg bertemu dengan si anak. 


Beliau juga menggalakan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya
untuk berwira usaha setelah jam kerja. Ini untuk meningkatkan penghasilan
para PNS tsb. Selain itu para PNS tersebut terlibat dalam jasa konsultasi
untuk kabupaten-kabuten lainnya di Indonesia (yg tentunya mendapat
konsultan fee tambahan), karena Sragen telah menjadi model sebagai
kabupaten yg paling berhasil di Indonesia dan sering dikunjungi tamu dari
kabupaten lain di seluruh Indonesia. 

Seluruh kabupaten juga telah terpasang CCTV untuk memonitor lalu lintas
dan keadaan lingkungan. CCTV tsb tersambung ke sebuah operation center yg
bisa memonitor pelanggaran lalu lintas dll. Juga ada hukuman bagi mereka
yg merusak lingkungan seperti menembak burung, menyetrum ikan dll. Jadi
lingkungan hidup sangat diperhatikan sekali. 

Untuk hal-hal yg bermanfaat, beliau tidak segan-segan membayar tinggi
jasa konsultasi. Jadi kalau ada diantara kita yg punya ide dan bisa
menjadi konsultan untuk kabupaten ini silahkan hubungi beliau dgn ide-ide
kita. Kunjungan beliau ke UAE adalah untuk mencari peluang pasar untuk
menyalurkan produk dan juga tenaga trampil dari kabupaten Sragen. 

Salah satu keberhasilan lainnya adalah, dengan banyaknya siswa dari
kabupaten Sragen yg terpilih mewakili Indonesia di forum-forum Olimpiade
matematika dan semacamnya. Hal-hal lain yg patut dicatat sebagai sesuatu
yg exceptional untuk ukuran daerah di Indonesia yg telah dicapai oleh
kabupaten Sragen adalah:

- Telah memenangi segala macam penghargaan yg diberikan oleh pemerintah
pusat atas keberhasilannya.
- Tidak ada pengemis/pengamen/anak jalanan
- Pusat pertanian makanan organik, motonya kabupaten organik. Mereka
hanya menggunakan pupuk organik.
- Jaringan IT sampai tingkat kelurahan. Untuk pemerintah daerah mereka
sudah memakai Voice over IP sehingga menghemat pengluaran pemda sekitar 2
milyar rupiah lebih pertahunnya. 
- pengurusah surat-surat dan perijinan dalam satu atap. Jika persyaratan
sudah lengkap, pengurusan KTP kurang dari 5 menit dengan biaya resmi
Rp.  3000. Untuk urusan perijinan perusahaan (kecuali dalam bidang
tertentu) tidak dipungut biaya.
- Petani panen padi 3 x setahun bahkan bisa 4x setahun
- Kabupaten ini melarang pengiriman TKW (non skilled) ke Luar Negeri.
Hanya skilled labour yg boleh dikirim.
- Ada sekolah boarding school bertaraf international, Diklat Migas,
beberapa balai latihan kerja.


Dalam pemilihan bupati yg kedua kalinya, beliau memperoleh lebih dari 87%
suara. Artinya masyarakat di sana sangat mengapresiasi kerja beliau.
Sayangnya masa jabatan beliau tinggal 1,5 tahun lagi. Semoga saja
pengganti beliau bisa meneruskan dan bahkan meningkatkan keberhasilan yg
telah dicapai.

Kalau ada yg berminat menghubungi beliau untuk berbagi ide atau
mendiskusikan peluang yg ada silahkan hubungi beliau di:

[email protected]  atau [email protected]

bisa juga dilihat website daerah ini di www.sragenkab.go.id

Selain itu daerah ini juga menawarkan diri sebagai konsultan bagi mereka
yg berminat berinvestasi di seluruh Indonesia (tidak hanya di
Sragen).

Jadi kesimpulannya, orang Indonesia bisa membangun negerinya dan bisa
berhasil jika ada kemauan, visi dan kemampuan. Yg perlu dihasilkan adalah
pimpinan yg punya visi dan kemampuan macam pak Bupati Sragen ini. 

Terima kasih.

Wassalam,
 





      

Kirim email ke