Betul Pak Aby, kalau tidak salah latar belakangnya akuntan atau hukum
ya. Langkah-langkahnya sebenarnya pragmatis, tapi cepat dan terukur
(termonitor). Seperti penanganan jalan rusak, Dinas PU-nya siap
dihubungi 24 jam, jadi tidak mesti e-tech, bisa menggunakan alat
komunikasi biasa. Kemudian ada upaya inovasi, seperti sapi makan limbah
sampah, dll.

Pada waktu kunjungan 2006, saya terkesan dengan penampilan staf-staf
Pemda yang antusias dan suka senyum. Berarti optimisme telah ditanam
sampai ke level staf biasa. Untuk menumbuhkan semangat tidak mesti
dengan jargon, tapi mungkin juga dengan kesejahteraan. Satu lagi kantor
pemerintahan yang staf-stafnya always smiling secara tulus yang pernah
saya kunjungi adalah Kantor Bupati Kutai Kartanegara pada era Syaukani.
Salam.

-ekadj


--- In [email protected], hengky abiyoso <watashi...@...> wrote:
>
>
> Bbrp good lessons yg diperlihatkan oleh Bupati dan Pemda Sragen
nampaknya adlh  spt good governance dan  maksimalisasi
pemanfaatan e-technology....... tentunya bisa saja aparat pemda
memanfaatkan e-tech itu hanya  sekedar utk bikin miling lis utk
wahana silaturohmi akrab2an, kekompakan korps  dan cengengesan
hahahehe antar mereka saja..... namun nampaknya mrk diajak berpikir oleh
bupnya utk lbh memanfaatkan e-tech tadi lbh sbg wahana utk sebanyak2
kemakmuran rakyat........
> Kalau mengingat bhw bupati diberi amanat tugas utk menyelenggarakan
pemerintahan yg baik..... dan bhw bupati Sragen Untung Sarono Â
Wiyono Sukarno berlatar belakang pendidikan hukum (dan entrepreneurship,
kerja keras serta disiplin tinggi dari tempat kerja awalnya diperusahaan
minyak asing dsb) ......maka boleh dikata  ia telah  all out dan
telah did all his best .......coba kalau ia dulu jg sekaligus belajar
PWK gitu ...tentu akhir ceritanya bisa jauh lbh berbeda lagi
‘kali ya?:)........salam, aby Â
> Â
>
> --- On Wed, 2/17/10, Vidrika Linda vidr...@... wrote:
>
>
> From: Vidrika Linda vidr...@...
> Subject: Re: [referensi] Sragen ..contoh sukses ( ada yg bisa konfirm
? )
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, February 17, 2010, 11:24 PM
>
>
> Â
>
>
>
>
>
>
>
> Tanggapan yang ada menarik. semua tergantung sudut pandang. Orang PL,
kan selalu diajak berfikir luas.
> Yang mempengaruhi tanggapan kayaknya minat dari masing2 penanggap. Pak
BT, emang sekarang cendrung minat Keuangan Daerah, Pak Risfan sering
berkecimpung dalam Ekonomi lokal....
>
> --- On Wed, 17/2/10, Risfan M risf...@yahoo. com> wrote:
>
>
> From: Risfan M risf...@yahoo. com>
> Subject: Re: [referensi] Sragen ..contoh sukses ( ada yg bisa konfirm
? )
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Date: Wednesday, 17 February, 2010, 16:51
>
>
> Â
>
>
>
>
>
>
> Eh, kok jadi diskusi definisi PAD.
> Â
> Seperti pada email asli yang di forward Pak Aunur, dan setahu saya
kelebihan Pak Untung ada pada Inovasi yang banyak dilakukan, yang
menyangkut mendorong berkembangnya Ekonomi Lokal, antara lain dengan
memberi kemudahan investasi, pemasaran produk daerah, dan sebagai
prasyaratnya "reformasi birokrasi" a.l. dengan menerapkan OSS (one stop
service) sejak awal pemerintahannya, insentif bagi pegawai Pemda (karena
OSS memangkas pungli), aplikasi teknologi informasi termasuk network
antar kepala desa.
> Â
> Mungkin key success factors beliau a.l. pada "keberanian dan
keterbukaan" dalam berinovasi, baik untuk memberi kemudahan investasi
(dari luar atau lokal), pemasaran produk daerah, dan "reformasi
birokrasi". Sebetulnya yang perlu digali lebih jauh adalah kiat-kitanya
dalam "meyakinkan dan memimpin aparat Pemda" yang kita tahu dimana-mana
sama.
> Â
> Kalau ditanya (Pak Aunur) untuk konfirmasi, saya tidak tahu detail dan
banyaknya fitur kembangannya, yang jelas beliau sepertinya
"salesmanship" nya juga tinggi (sebagaimana juga Fadel Muhammad). Saya
pernah ketemu terkait program LED, sehingga yang saya tahu terutama
aplikasi OSS dan pengembangan & pemasaran klaster batik.
Keprihatinan beliau, banyak pembatik di Sragen, ada batik khas Sragen,
tapi merk Sragen tak dikenal karena via pedagang/merk Solo., maka beliau
menfasilitasi pemasaran langsung a.l. ke Tanah Abang, selain buka
'pasar' batik di Sragen.
> Â
> Sekali lagi, sebaiknya dalam menemukan best-practice memang mesti
spesifik, "apanya yang the best/good" supaya tidak lari ke terlalu luas
menyanjung.
> Â
> Salam,
> Risfan Munir
> Â
> Â
> Â
> Â
>
>
> --- On Wed, 2/17/10, Bambang Tata Samiadji btsamia...@yahoo. com>
wrote:
>
>
> From: Bambang Tata Samiadji btsamia...@yahoo. com>
> Subject: Re: [referensi] Fw: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses (
ada yg bisa konfirm ? )
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Date: Wednesday, February 17, 2010, 2:24 AM
>
>
> Â
>
>
>
>
>
>
> Betul Pak Atok, makanya saya bilang bahwa ijin investasi tak ada
hubungan langsung dengan PAD. Nanti kalau benar-benar sudah investasi,
maka ada peningkatanb ekonomi daerah. Nah dari  sini akan muncul
kegiatan-kegiatan ikutan yang akhirnya dapat dipungut pajak daerah yang
akhirnya akan menambah PAD. Jadi investasi akan meningkatkan PAD dalam
jangka panjang, tidak serta merta.
> Â
> Thanks. CU. BTS.
>
> --- Pada Rab, 17/2/10, Achadiat Dritasto atoks...@gmail. com> menulis:
>
>
> Dari: Achadiat Dritasto atoks...@gmail. com>
> Judul: Re: [referensi] Fw: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses (
ada yg bisa konfirm ? )
> Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
> Tanggal: Rabu, 17 Februari, 2010, 8:16 AM
>
>
> Â
>
> Pak BTS ysc.
> Kayaknya yang dimaksud oleh pak Eben, kenaikan PAD itu tidak dari
> biaya perijinan, tetapi lebih karen semakin banyaknya pengusaha yang
> mintak ijin berusaha di Sragen (karena ijinnya tak dipungut biaya
> alias gratis) meningkatkan kegiatan ekonomi dan selanjutnya
> meningkatkan pajak. .. nah baru meningkatkan PAD.
> Salam
> Atoksaja
>
> On 2/17/10, Bambang Tata Samiadji btsamia...@yahoo. com> wrote:
> > Bung Eben dan referensier.
> >
> > Banyaknya ijin investasi tidak ada hubungan langsung dengan PAD. PAD
terdiri
> > atas pajak daerah, retribusi, dan pendapatan asli lainnya (bunga
giro,
> > dividen, denda,..). Umumnya PAD untuk daerah-daerah sedang, sebagian
berasal
> > dari retribusi rumah sakit dan puskesmas. Sedikit sekali retribusi
yang
> > berasal dari perijinan. Tapi seandainya benar bahwa PAD Sragen naik
> > gara-gara banyaknya perijinan investasi, wah itu malah nggak
bener... itu
> > artinya high cost economy.
> >
> > Thanks. CU. BTS.
> >
> > --- Pada Rab, 17/2/10, Ibnu Taufan itau...@gmail. com> menulis:
> >
> >
> > Dari: Ibnu Taufan itau...@gmail. com>
> > Judul: Re: [referensi] Fw: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses (
ada yg
> > bisa konfirm ? )
> > Kepada: "Milis Referensi" refere...@yahoogrou ps.com>
> > Tanggal: Rabu, 17 Februari, 2010, 1:45 AM
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Pak Rofiq referenciers,
> > Saya pernah manggung bersama pak Untung Wiyono utk fasilitator se
Jateng
> > tentang KKMB (konsultan keuangan mitra bank) .. Pd kesempatan tsb
pak UW
> > menjelaskan visi dan upayanya merubah paradigma aparat Pemkab
Sragen, juga
> > masyarakat dan terutama pemudanya ..
> >
> > Saya terkesan dengan visi dan misi fokus pd pembangunan perdesaan
dan
> > mengatasi pengangguran kaum muda. Salah satu upayanya membeli
> > mesin/peralatan utk membuat 'mont blanc'( yg sering dijajakan di
bandara SH,
> > dan seminar2 lokal).. Ini kegiatan yg dihibahkan kepada pemuda
(lewat karang
> > taruna) .. Kemudian yg cukup mengesankan soal 'pelayanan perijinan
satu
> > atap' (juga KTP?) ..awalnya kalangan birokrasi enggan melaksanakan,
menilai
> > akan menurunkan PAD.
> >
> > Saya penasaran dan menguji kebenaran dgn kunjungan ke kab Sragen,
dan (bbrp
> > waktu kemudian) melalui jejaring fasilitator di Sragen dan kab
sekitar
> > ..ternyata luar biasa ! Banyak pengusaha sekitar kab sragen, malah
ajukan
> > perjinan usaha (investasi) di Kab Sragen ..dan konon PAD malah naik
!
> >
> > Mas BTS mungkin punya pengamatan lebih tajam, barangkali juga ada
data yg
> > lebih sahih ..
> >
> > Kesimpulan saya memang perlu juga melengkapi perilaku pejabat di
barisan
> > paling depan tidak cuma 'public servant/services' , tetapi juga
> > 'entrepreneurship' ..
> >
> > Tabea,
> >
> > IBNU TAUFAN,
> > PNPM Mandiri Perkotaan
> > Jakarta Selatan, Indonesia
> > from blackberry®indosat
> >
> >
> > From: Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com>
> > Date: Tue, 16 Feb 2010 13:50:39 -0800 (PST)
> > To: refere...@yahoogro u ps.com>
> > Subject: [referensi] Fw: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses (
ada yg
> > bisa konfirm ? )
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Dari milis tetangga
> > Â Salam
> > Aunur Rofiq
> >
> >
> >
> >
> > ----- Forwarded Message ----
> > From: Haniwar Syarif <haniwarsyarif@ yahoo.co. id>
> > To: fatemetagroup <fatemetagroup@ yahoogroups. com>
> > Sent: Tue, February 16, 2010 6:15:07 AM
> > Subject: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses ( ada yg bisa
konfirm ? )
> >
> >
> >
> > Assalamu'alaikum wr. wb.
> >
> > Kemarin saya sempat di undang oleh KBRI Abu Dhabi untuk
bersilaturahmi
> > dengan rombongan dari Pemda Sragen yg dipimpin oleh pak Bupatinya.
Saking
> > menariknya acara ini sehingga tidak terasa baru selesai sekitar
pukul 23:00
> > malam. Biasanya acara di KBRI paling telat selesai jam 22:00.
> >
> > Saya rasa ada beberapa hal yg ingin saya bagi dengan forum ini untuk
> > menambah wawasan kita, terutama bagi kita yg tidak pernah mengenal
daerah
> > Sragen dan agak pesimis dgn arah pembangunan negeri tercinta ini.
> >
> > Pak Bupati Sragen, Untung Wiyono, mulai memimpin daerah nya dari thn
2001
> > setelah diminta oleh DPRD kab. Sragen. Beliau sebelumnya adalah
pengusaha
> > dibidang oil & gas. Hal pertama yg beliau lakukan saat mulai
menjabat bupati
> > ialah, memprioritaskan pembangunan di pedesaan. Antara lain dengan
membangun
> > jalan-jalan dan jembatan yg menghubungkan desa-desa dengan
perkotaan. Karena
> > kabupaten Sragen dibelah oleh beberapa aliran sungai Bengawan Solo,
> > sebelumnya waktu tempuh desa-desa ke kota bisa mencapai dua jam
karena
> > jalannya yg melingkar-lingkar. Dengan dibangunnya banyak jembatan
maka waktu
> > tempuh hanya tinggal dalam hitungan menit.
> >
> > Jadi menurut beliau, sebenarnya dana dari pemerintah ada. Yang perlu
> > dilakukan oleh setiap kepala daerah adalah meletakan prioritas yg
tepat.
> > Selain itu kepala daerah juga dituntut mempunyai visi dan berani
mengambil
> > keputusan.
> >
> > Ketika beliau memulai karyanya di Sragen thn 2001, kabupaten ini
termasuk
> > daerah terbelakang di Propinsinya. Ada sekitar 13,000 hektar lahan
yg tidak
> > produktif. Dalam tempo singkat beliau berhasil memanfaatkan seluruh
lahan yg
> > ada di daerahnya. Saat ini seorang petani bisa mendapatkan
penghasilan
> > bersih sekitar Rp. 25 juta per hektar per panen dari lahannya.
> >
> > Hal lain yang juga beliau lakukan adalah memberikan pelatihan bagi
> > mereka-mereka yg menganggur seperti anak jalanan, pengamen, pengemis
dll.
> > Pendekatannya ialah dgn menanyakan minat mereka, dan lalu diberikan
> > pelatihan. Ada program yg namanya 3 in 1 (kalau tidak salah),
artinya orang
> > diberi pelatihan kerja, kemudian diberikan sertifikasi, dan
disalurkan ke
> > lapangan pekerjaan. Bagi mereka yg pingin membangun usahanya
sendiri, maka
> > diberikan pinjaman sampai dengan Rp. 500 juta tanpa agunan melalui
bank.
> >
> > Karena di pedesaan sering anak putus sekolah karena harus membantu
orang
> > tuannya di sawah, maka digalakan program Homeschooling. Jadi si anak
tidak
> > harus datang ke sekolah, tapi cukup membaca modul yg bisa di
download ke
> > Cellphone ataupun lewat komputer di kantor kelurahan. Setiap satu
bulan
> > sekali akan ada guru yg bertemu dengan si anak.
> >
> >
> > Beliau juga menggalakan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di
lingkungannya
> > untuk berwira usaha setelah jam kerja. Ini untuk meningkatkan
penghasilan
> > para PNS tsb. Selain itu para PNS tersebut terlibat dalam jasa
konsultasi
> > untuk kabupaten-kabuten lainnya di Indonesia (yg tentunya mendapat
konsultan
> > fee tambahan), karena Sragen telah menjadi model sebagai kabupaten
yg paling
> > berhasil di Indonesia dan sering dikunjungi tamu dari kabupaten lain
di
> > seluruh Indonesia.
> >
> > Seluruh kabupaten juga telah terpasang CCTV untuk memonitor lalu
lintas dan
> > keadaan lingkungan. CCTV tsb tersambung ke sebuah operation center
yg bisa
> > memonitor pelanggaran lalu lintas dll. Juga ada hukuman bagi mereka
yg
> > merusak lingkungan seperti menembak burung, menyetrum ikan dll. Jadi
> > lingkungan hidup sangat diperhatikan sekali.
> >
> > Untuk hal-hal yg bermanfaat, beliau tidak segan-segan membayar
tinggi jasa
> > konsultasi. Jadi kalau ada diantara kita yg punya ide dan bisa
menjadi
> > konsultan untuk kabupaten ini silahkan hubungi beliau dgn ide-ide
kita.
> > Kunjungan beliau ke UAE adalah untuk mencari peluang pasar untuk
menyalurkan
> > produk dan juga tenaga trampil dari kabupaten Sragen.
> >
> > Salah satu keberhasilan lainnya adalah, dengan banyaknya siswa dari
> > kabupaten Sragen yg terpilih mewakili Indonesia di forum-forum
Olimpiade
> > matematika dan semacamnya. Hal-hal lain yg patut dicatat sebagai
sesuatu yg
> > exceptional untuk ukuran daerah di Indonesia yg telah dicapai oleh
kabupaten
> > Sragen adalah:
> >
> > - Telah memenangi segala macam penghargaan yg diberikan oleh
pemerintah
> > pusat atas keberhasilannya.
> > - Tidak ada pengemis/pengamen/ anak jalanan
> > - Pusat pertanian makanan organik, motonya kabupaten organik. Mereka
hanya
> > menggunakan pupuk organik.
> > - Jaringan IT sampai tingkat kelurahan. Untuk pemerintah daerah
mereka sudah
> > memakai Voice over IP sehingga menghemat pengluaran pemda sekitar 2
milyar
> > rupiah lebih pertahunnya.
> > - pengurusah surat-surat dan perijinan dalam satu atap. Jika
persyaratan
> > sudah lengkap, pengurusan KTP kurang dari 5 menit dengan biaya resmi
Rp.
> > 3000. Untuk urusan perijinan perusahaan (kecuali dalam bidang
tertentu)
> > tidak dipungut biaya.
> > - Petani panen padi 3 x setahun bahkan bisa 4x setahun
> > - Kabupaten ini melarang pengiriman TKW (non skilled) ke Luar
Negeri. Hanya
> > skilled labour yg boleh dikirim.
> > - Ada sekolah boarding school bertaraf international, Diklat Migas,
beberapa
> > balai latihan kerja.
> >
> >
> > Dalam pemilihan bupati yg kedua kalinya, beliau memperoleh lebih
dari 87%
> > suara. Artinya masyarakat di sana sangat mengapresiasi kerja beliau.
> > Sayangnya masa jabatan beliau tinggal 1,5 tahun lagi. Semoga saja
pengganti
> > beliau bisa meneruskan dan bahkan meningkatkan keberhasilan yg telah
> > dicapai.
> >
> > Kalau ada yg berminat menghubungi beliau untuk berbagi ide atau
> > mendiskusikan peluang yg ada silahkan hubungi beliau di:
> >
> > bup...@sragen. go.id  atau untung.sarono@ gmail.com
> >
> > bisa juga dilihat website daerah ini di www.sragenkab. go.id
> >
> > Selain itu daerah ini juga menawarkan diri sebagai konsultan bagi
mereka yg
> > berminat berinvestasi di seluruh Indonesia (tidak hanya di Sragen).
> >
> > Jadi kesimpulannya, orang Indonesia bisa membangun negerinya dan
bisa
> > berhasil jika ada kemauan, visi dan kemampuan. Yg perlu dihasilkan
adalah
> > pimpinan yg punya visi dan kemampuan macam pak Bupati Sragen ini.
> >
> > Terima kasih.
> >
> > Wassalam,
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
Membuat
> > tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
> > http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/
>
>
>
> Apakah demonstrasi turun ke jalan itu hal yang wajar?
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
>



Kirim email ke