Dear all. Masalah hibah ini mencuat karena salah satu pejabat negara, yaitu Ketua BPK Hadi Purnomo (mantan Dirjen Pajak) mencatatkan kekayaannya banyak berasal dari hibah. Ada hibah tanah, ada hibah apartemen, ada hibah rumah, dsb. Kasus ini sebenarnya sudah lama pada masa pemerintahan Gus Dur dulu. Tapi isu itu hilang. Sekarang isu ini dicuatkan lagi. Ada yang mencurigai bahwa hibah ini hasil gratifikasi yang ilegal semasa menjabat dulu. Tapi beberapa kali (terakhir ketika diajukan sebagai anggota BPK) dikaji, hasilnya "Wajar Tanpa Pengecualian". Nah sekarang diutik-utik lagi. Persoalannya gampang saja, yaitu diaudit ulang. Soalnya menjadi runyam karena yang diaudit itu adalah auditor ulung. Kita tunggu saja hasilnya. Thanks. CU. BTS.
--- Pada Sel, 16/2/10, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: Re: [referensi] Hibah, Modus Korupsi Baru? Kepada: "Referensi" <[email protected]> Tanggal: Selasa, 16 Februari, 2010, 3:26 PM Jadi nampaknya alibi ini pun sudah berdampak "sistemik", ya Pak? :-) Saya kira ke depannya KPK sudah perlu dijadikan sebagai lembaga superbody. Dan yang tak kalah penting adalah memberlakukan azas pembuktian terbalik. Namun, ehm, bila yang membuat UU adalah "mereka-mereka" juga maka tentunya gagasan ini hanya tinggal idealisme kedai kopi. Dan, btw, apa betul pejabat bisa kaya? Tidak mungkin -- kecuali ybs. bersedia memperlihatkan slip pajak hasil "usaha sampingannya" . ;-) Salam, MAB Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone From: "Rizal Rivai" <rriv...@yahoo. co.id> Date: Tue, 16 Feb 2010 14:11:44 +0000 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: [referensi] Hibah, Modus Korupsi Baru? Kayaknya ini bukan modus baru. Rasa2nya dulu di zaman Soeharto memang kebanyakan modusnya seperti ini, udahlah aman, bebas pajak pula Salam, Rizal From: Mohammad Andri Budiman <mand...@gmail. com> Date: Tue, 16 Feb 2010 11:35:57 +0700 Subject: [referensi] Hibah, Modus Korupsi Baru? Bagaimana seorang pejabat bisa hidup makmur sementara gaji dan tunjangannya tidak seberapa, namun tidak ingin dituduh menerima gratifikasi? Mudah. Sebut saja "pemberian" dari pihak kedua sebagai "hibah." Salam, MAB Source: http://www.detiknew s.com/read/ 2010/02/15/ 181014/1300069/ 10/kpk-cek- data-banyaknya- hibah-yang- diperoleh- ketua-bpk --begins-- KPK Cek Data Banyaknya Hibah yang Diperoleh Ketua BPK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengecek data banyaknya hibah yang diduga mencurigakan yang diterima Ketua BPK Hadi Poernomo. Dalam laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN) yang dibuat Hadi Poernomo pada 2006, banyak sekali kekayaan yang diperoleh dari hasil hibah. "Harus kita cek dahulu," kata juru bicara KPK, Johan Budi di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (15/2/2010) saat ditanya mengenai asal kekayaan Hadi Poernomo yang bertabur hibah di LHKPN itu. Johan meminta masyarakat, apabila ada hal yang mencurigakan dari hibah yang disebut pejabat tinggi negara, sebaiknya dilaporkan saja ke KPK. "Silakan dilaporkan ke KPK untuk ditelusuri lebih lanjut," imbuhnya. Dalam data LHKPN yang bisa diakses publik, Hadi melaporkan harta kekayaannya pada Juli 2001. Setelah itu, setelah tidak menjabat Dirjen Pajak, Hadir Poernomo memperbaharui data kekayaannya pada 2006. Dalam LHKPN itu, terlihat banyak sekali harta kekayaan Hadi Poernomo yang didapat dari hibah. Harta kekayaannya itu berupa tanah, bangunan, apartemen, dan sejumlah benda berharga. Dalam data yang diperbarui pada 2006, sejumlah kekayaan dihapus dari data tersebut karena dijual. Sedangkan mengenai data kekayaan terbaru, Hadi Poernomo sudah menyerahkannya ke KPK pada 9 Februari 2010. Apakah data terbaru itu, Hadi juga menuliskan harta kekayaannya dari berbagai hibah? Belum diketahui. KPK masih melakukan verifikasi terhadap data terbaru Hadi Poernomo. --ends-- Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com

