Bung Eben dan referensier.
 
Banyaknya ijin investasi tidak ada hubungan langsung dengan PAD. PAD terdiri 
atas pajak daerah, retribusi, dan pendapatan asli lainnya (bunga giro, dividen, 
denda,..). Umumnya PAD untuk daerah-daerah sedang, sebagian berasal dari 
retribusi rumah sakit dan puskesmas. Sedikit sekali retribusi yang berasal dari 
perijinan. Tapi seandainya benar bahwa PAD Sragen naik gara-gara banyaknya 
perijinan investasi, wah itu malah nggak bener... itu artinya high cost 
economy. 
 
Thanks. CU. BTS.

--- Pada Rab, 17/2/10, Ibnu Taufan <[email protected]> menulis:


Dari: Ibnu Taufan <[email protected]>
Judul: Re: [referensi] Fw: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses ( ada yg bisa 
konfirm ? )
Kepada: "Milis Referensi" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 17 Februari, 2010, 1:45 AM


  



Pak Rofiq referenciers,
Saya pernah manggung bersama pak Untung Wiyono utk fasilitator se Jateng 
tentang KKMB (konsultan keuangan mitra bank) .. Pd kesempatan tsb pak UW 
menjelaskan visi dan upayanya merubah paradigma aparat Pemkab Sragen, juga 
masyarakat dan terutama pemudanya ..

Saya terkesan dengan visi dan misi fokus pd pembangunan perdesaan dan mengatasi 
pengangguran kaum muda. Salah satu upayanya membeli mesin/peralatan utk membuat 
'mont blanc'( yg sering dijajakan di bandara SH, dan seminar2 lokal).. Ini 
kegiatan yg dihibahkan kepada pemuda (lewat karang taruna) .. Kemudian yg cukup 
mengesankan soal 'pelayanan perijinan satu atap' (juga KTP?) ..awalnya kalangan 
birokrasi enggan melaksanakan, menilai akan menurunkan PAD.

Saya penasaran dan menguji kebenaran dgn kunjungan ke kab Sragen, dan (bbrp 
waktu kemudian) melalui jejaring fasilitator di Sragen dan kab sekitar 
..ternyata luar biasa ! Banyak pengusaha sekitar kab sragen, malah ajukan 
perjinan usaha (investasi) di Kab Sragen ..dan konon PAD malah naik ! 

Mas BTS mungkin punya pengamatan lebih tajam, barangkali juga ada data yg lebih 
sahih .. 

Kesimpulan saya memang perlu juga melengkapi perilaku pejabat di barisan paling 
depan tidak cuma 'public servant/services' , tetapi juga 'entrepreneurship' ..

Tabea,

IBNU TAUFAN,
PNPM Mandiri Perkotaan
Jakarta Selatan, Indonesia
from blackberry®indosat


From: Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com> 
Date: Tue, 16 Feb 2010 13:50:39 -0800 (PST)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: [referensi] Fw: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses ( ada yg bisa 
konfirm ? )

  




Dari milis tetangga
 Salam
Aunur Rofiq




----- Forwarded Message ----
From: Haniwar Syarif <haniwarsyarif@ yahoo.co. id>
To: fatemetagroup <fatemetagroup@ yahoogroups. com>
Sent: Tue, February 16, 2010 6:15:07 AM
Subject: [fatemetagroup] Sragen ..comtoh sukses ( ada yg bisa konfirm ? )



Assalamu'alaikum wr. wb.

Kemarin saya sempat di undang oleh KBRI Abu Dhabi untuk bersilaturahmi dengan 
rombongan dari Pemda Sragen yg dipimpin oleh pak Bupatinya. Saking menariknya 
acara ini sehingga tidak terasa baru selesai sekitar pukul 23:00 malam. 
Biasanya acara di KBRI paling telat selesai jam 22:00. 

Saya rasa ada beberapa hal yg ingin saya bagi dengan forum ini untuk menambah 
wawasan kita, terutama bagi kita yg tidak pernah mengenal daerah Sragen dan 
agak pesimis dgn arah pembangunan negeri tercinta ini.

Pak Bupati Sragen, Untung Wiyono, mulai memimpin daerah nya dari thn 2001 
setelah diminta oleh DPRD kab. Sragen. Beliau sebelumnya adalah pengusaha 
dibidang oil & gas. Hal pertama yg beliau lakukan saat mulai menjabat bupati 
ialah, memprioritaskan pembangunan di pedesaan. Antara lain dengan membangun 
jalan-jalan dan jembatan yg menghubungkan desa-desa dengan perkotaan. Karena 
kabupaten Sragen dibelah oleh beberapa aliran sungai Bengawan Solo, sebelumnya 
waktu tempuh desa-desa ke kota bisa mencapai dua jam karena jalannya yg 
melingkar-lingkar. Dengan dibangunnya banyak jembatan maka waktu tempuh hanya 
tinggal dalam hitungan menit. 

Jadi menurut beliau, sebenarnya dana dari pemerintah ada. Yang perlu dilakukan 
oleh setiap kepala daerah adalah meletakan prioritas yg tepat. Selain itu 
kepala daerah juga dituntut mempunyai visi dan berani mengambil keputusan. 

Ketika beliau memulai karyanya di Sragen thn 2001, kabupaten ini termasuk 
daerah terbelakang di Propinsinya. Ada sekitar 13,000 hektar lahan yg tidak 
produktif. Dalam tempo singkat beliau berhasil memanfaatkan seluruh lahan yg 
ada di daerahnya. Saat ini seorang petani bisa mendapatkan penghasilan bersih 
sekitar Rp. 25 juta per hektar per panen dari lahannya. 

Hal lain yang juga beliau lakukan adalah memberikan pelatihan bagi 
mereka-mereka yg menganggur seperti anak jalanan, pengamen, pengemis dll. 
Pendekatannya ialah dgn menanyakan minat mereka, dan lalu diberikan pelatihan. 
Ada program yg namanya 3 in 1 (kalau tidak salah), artinya orang diberi 
pelatihan kerja, kemudian diberikan sertifikasi, dan disalurkan ke lapangan 
pekerjaan. Bagi mereka yg pingin membangun usahanya sendiri, maka diberikan 
pinjaman sampai dengan Rp. 500 juta tanpa agunan melalui bank. 

Karena di pedesaan sering anak putus sekolah karena harus membantu orang 
tuannya di sawah, maka digalakan program Homeschooling. Jadi si anak tidak 
harus datang ke sekolah, tapi cukup membaca modul yg bisa di download ke 
Cellphone ataupun lewat komputer di kantor kelurahan. Setiap satu bulan sekali 
akan ada guru yg bertemu dengan si anak. 


Beliau juga menggalakan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya untuk 
berwira usaha setelah jam kerja. Ini untuk meningkatkan penghasilan para PNS 
tsb. Selain itu para PNS tersebut terlibat dalam jasa konsultasi untuk 
kabupaten-kabuten lainnya di Indonesia (yg tentunya mendapat konsultan fee 
tambahan), karena Sragen telah menjadi model sebagai kabupaten yg paling 
berhasil di Indonesia dan sering dikunjungi tamu dari kabupaten lain di seluruh 
Indonesia. 

Seluruh kabupaten juga telah terpasang CCTV untuk memonitor lalu lintas dan 
keadaan lingkungan. CCTV tsb tersambung ke sebuah operation center yg bisa 
memonitor pelanggaran lalu lintas dll. Juga ada hukuman bagi mereka yg merusak 
lingkungan seperti menembak burung, menyetrum ikan dll. Jadi lingkungan hidup 
sangat diperhatikan sekali. 

Untuk hal-hal yg bermanfaat, beliau tidak segan-segan membayar tinggi jasa 
konsultasi. Jadi kalau ada diantara kita yg punya ide dan bisa menjadi 
konsultan untuk kabupaten ini silahkan hubungi beliau dgn ide-ide kita. 
Kunjungan beliau ke UAE adalah untuk mencari peluang pasar untuk menyalurkan 
produk dan juga tenaga trampil dari kabupaten Sragen. 

Salah satu keberhasilan lainnya adalah, dengan banyaknya siswa dari kabupaten 
Sragen yg terpilih mewakili Indonesia di forum-forum Olimpiade matematika dan 
semacamnya. Hal-hal lain yg patut dicatat sebagai sesuatu yg exceptional untuk 
ukuran daerah di Indonesia yg telah dicapai oleh kabupaten Sragen adalah:

- Telah memenangi segala macam penghargaan yg diberikan oleh pemerintah pusat 
atas keberhasilannya.
- Tidak ada pengemis/pengamen/ anak jalanan
- Pusat pertanian makanan organik, motonya kabupaten organik. Mereka hanya 
menggunakan pupuk organik.
- Jaringan IT sampai tingkat kelurahan. Untuk pemerintah daerah mereka sudah 
memakai Voice over IP sehingga menghemat pengluaran pemda sekitar 2 milyar 
rupiah lebih pertahunnya. 
- pengurusah surat-surat dan perijinan dalam satu atap. Jika persyaratan sudah 
lengkap, pengurusan KTP kurang dari 5 menit dengan biaya resmi Rp.  3000. Untuk 
urusan perijinan perusahaan (kecuali dalam bidang tertentu) tidak dipungut 
biaya.
- Petani panen padi 3 x setahun bahkan bisa 4x setahun
- Kabupaten ini melarang pengiriman TKW (non skilled) ke Luar Negeri. Hanya 
skilled labour yg boleh dikirim.
- Ada sekolah boarding school bertaraf international, Diklat Migas, beberapa 
balai latihan kerja.


Dalam pemilihan bupati yg kedua kalinya, beliau memperoleh lebih dari 87% 
suara. Artinya masyarakat di sana sangat mengapresiasi kerja beliau. Sayangnya 
masa jabatan beliau tinggal 1,5 tahun lagi. Semoga saja pengganti beliau bisa 
meneruskan dan bahkan meningkatkan keberhasilan yg telah dicapai.

Kalau ada yg berminat menghubungi beliau untuk berbagi ide atau mendiskusikan 
peluang yg ada silahkan hubungi beliau di:

bup...@sragen. go.id  atau untung.sarono@ gmail.com

bisa juga dilihat website daerah ini di www.sragenkab. go.id

Selain itu daerah ini juga menawarkan diri sebagai konsultan bagi mereka yg 
berminat berinvestasi di seluruh Indonesia (tidak hanya di Sragen).

Jadi kesimpulannya, orang Indonesia bisa membangun negerinya dan bisa berhasil 
jika ada kemauan, visi dan kemampuan. Yg perlu dihasilkan adalah pimpinan yg 
punya visi dan kemampuan macam pak Bupati Sragen ini. 

Terima kasih.

Wassalam,








Reply to sender | Reply to group Messages in this topic (2) 



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke