Dear all. Sungguh baik hati ya Keluarga Kraton Solo menghibahkan harta karun yang katanya senilai Rp 1,3 T. Apa betul sih? Masak jual rempah-rempah koq jadi batangan emas, surat berharga, dan obligasi? Kalau jadi batang emas apakah itu bentuk korupsi jaman dulu? Terus dalam bentuk surat berharga dan obligasi,.. emangnya dulu sudah ada surat berharga dan obligasi? Siapa emitennya, siapa penjaminnya? Siapa legal advisornya? Kalau betul ada, apa bukti pemilikannya? Tapi memang ada orang yang percaya seperti itu. Dia kejar harta karun itu di bank luar negeri. Akhirnya sampai pada deposit box tempat harta kartun yang dimaksud dan menemukan secarik dokumen berharga. Dalam dokumen tertulis : "MAAF, ANDA BELUM BERUNTUNG". Thanks. CU. BTS.
--- Pada Kam, 4/3/10, hengky abiyoso <[email protected]> menulis: Dari: hengky abiyoso <[email protected]> Judul: [referensi] Re: Keluarga Keraton Solo Hibahkan Harta Karun Rp 1,3 T untuk TNI Kepada: "referensi" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 4 Maret, 2010, 2:21 AM Keluarga Keraton Solo Hibahkan Harta Karun Rp 1,3 T untuk TNI Jakarta/ detikNews - Ahli waris Pakubuwono IX menyerahkan hibah harta karun yang bernilai Rp 1,3 triliun pada TNI dan rakyat Indonesia. Pemberian hibah ini dilakukan oleh KGPH Tjokro Koesomo atau KH Chaerul Fathulloh, pria yang mengaku diberi amanah oleh Pakubuwono IX.Tjokro menjelaskan harta karun itu saat ini masih berada di bank asing. Bentuknya batangan emas, surat-surat berharga dan berbagai obligasi lainnya. "Kami ingin mengembalikannya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," terangnya saat deklarasi pemberian aset tersebut di Anjungan Provinsi Jawa Tengah, TMII, Jakarta Timur, Rabu (3/3/2010). Tjokro yang mengaku panglima tertinggi aset amanah RI Owner of Holder Indonesia ini, menjelaskan kekayaan yang luar biasa ini didapat dari hasil penjualan rempah-rempah sejak zaman Indonesia belum merdeka."Pemilik sahnya adalah rakyat Indonesia," tegasnya. Dengan harta karun ini, Tjokro mengaku akan menggunakannya untuk membeli 3 kapal korvet untuk TNI AL. Tidak hanya untuk TNI, harta karun ini juga akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Namun untuk pengelolaannya, Tjokro menjelaskan harus melalui Yayasan Graha Manunggal Sentosa. Dalam acara deklarasi tersebut, Tjokro Yayasan Graha Manunggal Sentosa pun mengundang Presiden SBY bersama segenap jajaran menteri, pimpinan TNI, Kapolri, Pimpinan KPK, Jaksa Agung hingga perwakilan PBB. Namun para tamu VIP tersebut berhalangan hadir. Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

