Pak Rofiq dan rekan-rekan ysh, dulu sewaktu ke Manado saya ditunjukkan
video-cam oleh seseorang, tentang perjalanan ke goa harta karun di suatu
tempat di sekitar B..... Perjalanan dari jalan raya masuk hutan kurang
lebih setengah hari dengan ditutup mata, dituntun oleh kuncen. Di dalam
goa yang kelam ditunjukkan peti-peti tersusun rapi ada yang 3 tingkat
sampai 5 tingkat dengan beberapa warna, memenuhi banyak lorong-lorong
dalam gua. Kalau tidak salah peti warna biru berisi uang dollar Brazil,
dan ketika disorot tahunnya: 1958. Banyak lagi peti lain yang berisi
mustika, stambul, dan juga peti putih dan merah (tidak ditunjukkan)
diperkirakan berisi batangan emas dll. Sang kuncen sudah berusia 80an
tahun. Katanya diamanatkan untuk menjaga dan merahasiakan goa itu, dan
berkenan menyerahkan harta itu langsung kepada Presiden RI untuk
kesejahteraan bangsa.

Mengenai penyerahan harta masyarakat dan kerajaan untuk Repoebliek sudah
lazim sejak masa kemerdekaan, mulai dari rakyat Aceh, Bukittinggi,
termasuk juga kesultanan Solo pada era nasionalisasi tahun 1950an yang
dilakukan besar-besaran.

Sementara demikian pak. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Aunur rofiq <aunurrofiqh...@...>
wrote:
>
> Mas BTS,
> Cerita harta karun seperti itu memang meragukan karena alasan-alasan
yang dikemukakan oleh mas BTS. Tapi beberapa teman meyakini hal itu.
bahkan telah banyak menghabiskan dana untuk mengeluarkan harta tersebut.
Mereka berkomunikasi dengan pihak di luar negeri, bahkan saya pernah
diminta untuk membuat berbagai proposal seperti membangun museum, rumah
sakit, bandara, pelabuhan dll. Karena saya tidak yakin maka permintaan
tersebut saya tolak. Tapi mereka benar-benar percaya akan harta karun
tersebut.....dan katanya sekarang dananya sudah di BI........harta
tersebut kepunyaan yayasan kerajaan nusantara...............apa itu
benar-benar ada?...walahualam.
>
> Salam
> Aunur Rofiq
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Bambang Tata Samiadji btsamia...@...
> To: [email protected]
> Sent: Thu, March 4, 2010 10:35:58 AM
> Subject: Bls: [referensi] Re: Keluarga Keraton Solo Hibahkan Harta
Karun Rp 1,3 T untuk TNI
>
>
> Dear all.
>
> Sungguh baik hati ya Keluarga Kraton Solo menghibahkan harta karun
yang katanya senilai Rp 1,3 T.
>
> Apa betul sih? Masak jual rempah-rempah koq jadi batangan emas, surat
berharga, dan obligasi? Kalau jadi batang emas apakah itu bentuk korupsi
jaman dulu? Terus dalam bentuk surat berharga dan obligasi,.. emangnya
dulu sudah ada surat berharga dan obligasi? Siapa emitennya, siapa
penjaminnya? Siapa legal advisornya? Kalau betul ada, apa bukti
pemilikannya?
>
> Tapi memang ada orang yang percaya seperti itu. Dia kejar harta karun
itu di bank luar negeri. Akhirnya sampai pada deposit box tempat harta
kartun yang dimaksud dan menemukan secarik dokumen berharga. Dalam
dokumen tertulis : "MAAF, ANDA BELUM BERUNTUNG".
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> --- Pada Kam, 4/3/10, hengky abiyoso watashi...@yahoo. com> menulis:
>
>
> >Dari: hengky abiyoso watashi...@yahoo. com>
> >Judul: [referensi] Re: Keluarga Keraton Solo Hibahkan Harta Karun Rp
1,3 T untuk TNI
> >Kepada: "referensi" refere...@yahoogrou ps.com>
> >Tanggal: Kamis, 4 Maret, 2010, 2:21 AM
> >
> >
> >
> >Keluarga KeratonSoloHibahkan Harta Karun Rp 1,3 T untuk TNI
> >
> >Jakarta/ detikNews - Ahli waris Pakubuwono IX menyerahkan hibah harta
karun yang bernilai Rp 1,3 triliun pada TNI dan rakyat Indonesia.
Pemberian hibah ini dilakukan oleh KGPH Tjokro Koesomo atau KH Chaerul
Fathulloh, pria yang mengaku diberi amanah oleh Pakubuwono IX.Tjokro
menjelaskan harta karun itu saat ini masih berada di bank asing.
Bentuknya batangan emas, surat-surat berharga dan berbagai obligasi
lainnya.
> >"Kami ingin mengembalikannya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,"
terangnya saat deklarasi pemberian aset tersebut di Anjungan Provinsi
Jawa Tengah, TMII, Jakarta Timur, Rabu (3/3/2010).
> >Tjokro yang mengaku panglima tertinggi aset amanah RI Owner of Holder
Indonesia ini, menjelaskan kekayaan yang luar biasa ini didapat dari
hasil penjualan rempah-rempah sejak zaman Indonesia belum
merdeka."Pemilik sahnya
> > adalah rakyat Indonesia," tegasnya.
> >Dengan harta karun ini, Tjokro mengaku akan menggunakannya untuk
membeli 3 kapal korvet untuk TNI AL. Tidak hanya untuk TNI, harta karun
ini juga akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.Namun
untuk pengelolaannya, Tjokro menjelaskan harus melalui Yayasan Graha
Manunggal Sentosa.
> >Dalam acara deklarasi tersebut, Tjokro Yayasan Graha Manunggal
Sentosa pun mengundang Presiden SBY bersama segenap jajaran menteri,
pimpinan TNI, Kapolri, Pimpinan KPK, Jaksa Agung hingga perwakilan PBB.
Namun para tamu VIP tersebut berhalangan hadir.



Kirim email ke