Pengantar :
Dari bbrp definisi ttg enjinering ....salah satu yg nampaknya  paling mudah 
diterima adlh spt berikut ini : “...... enjinering adlh disiplin, seni dan 
profesi utk mendptkan dan mengaplikasikan  pengetahuan teknik, saintifik dan 
matematik utk mendesain dan mengimplementasikan material, struktur, mesin, 
alat, sistem dan proses2 yg dgn aman dpt merealisasikan suatu tujuan atau 
sebuah penemuan baru.......”.
 
PWK atau planologi  dlm kelembagaan sistem pendidikannya (pernah) menjadi 
bagian dari rumpun sains teknik sipil dan perencanaan atau dilain waktu/ tempat 
 diubah lagi pengelompokannya .......yg apapun lah nama perubahan itu  ...namun 
semuanya tak akan banyak mengubah  spesialisasi/  spesifikasi pengabdian 
pembangunan dari sains teknik enjinering perencanaan ruang ini........... 

Sbgmana pada umumnya cabang2 disiplin ilmiah teknik dipergunakan aplikasinya 
dlm kehidupan dan tak diragukan lagi kegunaan/ manfaatnya bagi peningkatan 
kesejahteraan manusia  ......planologi/ teknik PWKpun  sbg teknologi tentu saja 
ia juga seharusnya spt itu pula (manfaat dan kecanggihannya)........

Teknik PWK/ planologi sdh jelas terlihat banyak dimanfaatkan dan terlihat 
manfaatnya dlm penataan/ pemetaan ruang kulit bumi spt bgmn kulit bumi 
dipetakan dan dibagi2 dlm sistem kategorisasi dlm rangka a.l agar ruang kulit 
bumi dpt menjadi ruang yg berdaya guna bagi kehidupan ....namun sambil  pd saat 
yg sama tak perlu terjadi perusakan atas ruang lingkungan hidup/ kulit bumi  
kita itu krnnya ........ maka kulit bumi lalu dipetakan berdasar fungsi2nya 
menjadi a.l. kawasan lindung dan kwsn budidaya .....dimana dgn itu diatur mana2 
ruang atau kawasan2 kulit bumi yg harus dibiarkan alami, tak boleh disentuh  
dan harus dilindungi .....dan mana2 pula kawasan/ruang2 kulit bumi lainnya  yg 
boleh dibudidayakan baik bagi kegiatan pertanian maupun perkotaan yg kesemuanya 
itu dalam kerangka ditujukan bagi manfaat kesejahteraan manusia ..namun sekali 
lagi tanpa perlu terjadi perusakan alam yg berarti karenanya.......  

Kemudian ruang2 kuli bumi dlm lingkup negara(2) juga dipetakan menjadi sistem 
wilayah2  dan rencana sistem2 internal kota ........ yg dlm pada itu ruang 
kulit bumi dlm lingkup negara lalu dipetakan berdasar wilayah2 administratif 
......lalu krnnya  terdpt (rencana sistem penataan) ruang wilayah nasional 
propinsi dan  wilayah kabupaten/kota yg dibawahnya tentu masih mencakup lagi 
wilayah2 kecamatan dan desa2...... 

Kemudian berdasarkan nilai strategisnya ...ruang2 dibagi menjadi kwsn strategis 
nasional, kwsn strategis propinsi dan kwsn strategis kabupaten/kota ... yg 
tentu saja pada tingkat lebih mikro juga logikanya tentu terdapat pula model2 
rencana strategis tingkat lokal bahkan desa....

Kemudian pula ....pada sistem internal perkotaan pd skala kecil/ lokal spt 
teknik site plan misalnya .....dimana dgn itu dpt ditegakkan budaya/ disiplin/ 
teknik rancangan (bersama sipil ,  arsitektur dan lingkungan)  pembuatan lebar 
jalan, sistem pedestrian, sistem saluran air, vegetasi pelindung dan pengaturan 
tapak bangunan yang ideal .......lalu pada skala lbh besar spt  terlihat dlm 
peraturan ttg zonasi pada bagian2 kota ....dimana dgn itu diatur blok2 
penggunaan yg sejenis baik menyangkut penggunaannya, ketinggian maksimal 
bangunannya ......dibuat rencana desain jaringan jalannya dsb .......sistem 
desain kawasan2  layanan spesifik kota dsb......... 
 
 
 
 


      

Kirim email ke