Milisters ysh,  

Sebgmn tsb pd posting sblmnya ....saya  tlh katakan  bhw  ‘pengabdian’ dan atau 
manfaat sains PWK sbg teknik enjinering ruang telah ckp terlihat baik 
efektivitasnya  pada kawasan maju kita (namun itu  hanya baru  l/k 15% wilayah 
nasional, dan utamanya  lbh bersifat ‘pengendalian’) ...baik ia sbg produk 
hukum/ perundangan/ peraturan (UUPR, peraturan zonasi, dsb)  ......maupun jg 
sbg produk enjinering ruang (desain kota,  desain sistem jaringan jalan, 
perbaikan mutu lingkungan,  dsb).......... 
Mengingat bhw dgn demikian tak kurang dari 85% kawasan nasional kita (yg 
tertinggal) aspek enjinering PWKnya dpt dikatakan masih kurang utilized, masih 
kurang dieksplor dan masih amat kurang dikembangkan  .......dan dalam banyak  
aspeknya enjineringnya  selain tak persis sama namun juga tak  sama mudahnya  
dikembangkan  spt apa yg telah dilakukan dikawasn maju (yg 15% itu) 
........maka tak berlebihan kiranya kalau kita harus katakan bhw seharusnyalah 
konsentrasi pemikiran  dari masyarakat intelektual PWK khususnya pd aspek 
‘enjinering’ / teknologi (lbh daripada aspek legal/ regulatorik) dari PWK 
......perlu dicurahkan lbh kpd 85% kawasan nasional kita yg masih tertinggal 
itu .......
Utk itu tentu  logika berpikirnya  utk kwsn tertinggal janganlah lagi disamakan 
persis spt pd kawasan maju ......spt bhw bila dikawasan maju yg 15% itu  
...dari proverb ‘carrot and stick’  msh dpt dikatakan  lbh banyak  dpt dipakai 
tool  bernama ‘stick’ dan bahkan hampir tak diperlukan ‘carrot’ utk menata 
ruang ........ namun sebaliknya  ...dikawasan kurang maju yg 85% itu ...kita  
perlu lbh banyak memerlukan ‘carrot’ lbh daripada ‘stick’ utk mengembangkan/ 
membentuk  ruang2 kota kita disana  .....oleh krn paradigma utamanya (dikwsn 
tertinggal)  bukanlah bgmn ‘mengendalikan’ perkembangan kota  ....namun 
sebaliknya  ...kita lbh perlu disana ‘menggalakkan’/ mendorong dgn kuat  
pengembangan kota2 (dan industri2 atau jelasnya lagi manufaktur) ........yg 
pada saatnya nanti ia bukannya meminggirkan sektor pertanian diwilayah 
....namun sebaliknya justru ia akan meningkatkan interaksi positip antara 
pertanian dan
 industri  maupun juga  antara desa dan  kota.......
 

--- On Wed, 3/17/10, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:


From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re:(2) PWK/ Planologi Sbg Enjinering Penataan dan 
Pembentukan Ruang
To: [email protected]
Date: Wednesday, March 17, 2010, 5:12 PM









Milisters ysh, 
Teknik PWK terlihat dipakai pula/ awalnya dlm perencanaan kota2 satelit baru yg 
berada tak jauh dari kota besar utama serta ia dipakai pula utk bbrp pemecahan 
masalah keruangan  lainnya ....spt (bersama teknik sipil dll) bgmn mengatasi 
kemacetan pd bagian tertentu kota ...spt dgn dibuatnya berbagai model2 jalan 
(pelebaran jalan, fly over, underpass, semanggi, subway, BRT, monorail, jalan 
tol layan, ringroad, outer ringroad  dsb) .......bgmn memperpendek waktu tempuh 
perjalanan antara dua atau bbrp kota spt dgn dibuatnya model2  jalan tol, 
keretaapi super cepat, hubungan lewat udara dsb ..... bgmn membuat desain 
compact city, smart city dsb.....yg kesemuanya itu kalau boleh disimpulkan scr 
sederhana .....teknik PWK dapat dikatakan sbg telah dipakai dgn cukup baik 
(merencanakan, mengembangkan, mengendalikan, mengawasi) pd kawasan2 yg dpt 
dikatakan sbg “telah maju” .... ialah  kawasan2 yg telah banyak penduduknya 
maupun telah banyak aktivitas
 perkotaannya dan telah cukup infrastruktur dasarnya........ 

Namun demikian perlu diingat bhw ternyata masih banyak juga masalah keruangan 
kita pada skala negara/ nasional  yg blm terjamah/ blm secara amat jelas 
terlihat dipecahkan dan banyak dikembangkan oleh teknik enjinering keruangan 
PWK/ planologi kita .......yg utamanya bolehlah disimpulkan bhw hal ini amat 
sangat banyak terjadi dikawasan2 “yg belum maju” atau pada “kawasan yg masih 
tertinggal” ........yg padahal kalau kita ingat bhw yg dpt disebut  namanya sbg 
“kawasan maju” itu pada umumnya adalah pulau Jawa/Bali (paling2 hanya seluas 
sekitar l/k 7.5% luas wilayah nasional) .....serta masih banyak hanya diseputar 
kota2 besar/ ibukota2 propinsi diluar Jawa Bali saja (Banda Aceh, Medan, 
Padang, Pekanbaru, Palembang, Balikpapan, Makassar, Manado dsb)..... dimana 
tidak sedikit dari ibukota2 propinsi kita itu (utamanya yg blm lama mrpkn hasil 
pemekaran wilayah) bahkan blm dpt dikatakan sbg kota2  yg cukup representatif 
dan cukup dinamis sbg kota
 besar diwilayah ....baik sbg bagian dari ‘sistem mesin perekonomian dan 
pertumbuhan serta kesempatan kerja’ nasional kita ......maupun  dlm kapasitas 
mereka  sbg pusat2 layanan diwilayah masing2 .......krn banyak infrastruktur 
maupun  jasa2 tingkat tinggi spesifik yg blm dipunyai......... 

Kemudian kalau mengingat  bhw sistem perkotaan kita yg sudah lumayan maju 
barulah sekitar Jawa/Bali (7.5%) dan barulah hanya seputar bbrp kota2 besar 
saja (yg barangkali secara keseluruhan secara nasional juga blmlah dpt 
dikatakan lebih dari 15% total wilayah kita .......maka harus diakui disini bhw 
teknik/ teknologi keruangan PWK kita masih memiliki tugas berat utk memajukan 
tak kurang dari 85% wilayah nasional kita ......atau dgn kata lain masyarakat 
intelektual PWK masih hrs dgn lapang dada dan sedikit tertunduk malu mengakui 
bhw  .....“ya....kerja kita selama ini memang belumlah apa2....” dan suatu 
tantangan berat masih menanti didepan mata .......ditunggu oleh bangsa ini 
....baik kinerjanya ...maupun juga ttg apakah ......PWK kita ini masih ada 
keinginannya utk dpt diakui dan dibanggakan oleh bangsa ini sebagai bagian dari 
deretan sains enjinering yg strategis, teknologi canggih  dan bermanfaat besar 
bagi bangsa ...... ataukah cukup PWK
 merasa  pede saja utk bermasa bodoh  tanpa perlu merasa malu  dan tak peduli 
dgn penilaian2 itu dan tak  merasa perlu memikirkan semua itu?......salam, 
aby 



--- On Wed, 3/17/10, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:


From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: [referensi] Re:(1) PWK/ Planologi Sbg Enjinering Penataan dan 
Pembentukan Ruang
To: "referensi" <[email protected]>
Date: Wednesday, March 17, 2010, 4:28 AM


  








Pengantar : 
Dari bbrp definisi ttg enjinering ....salah satu yg nampaknya  paling mudah 
diterima adlh spt berikut ini : “...... enjinering adlh disiplin, seni dan 
profesi utk mendptkan dan mengaplikasikan  pengetahuan teknik, saintifik dan 
matematik utk mendesain dan mengimplementasikan material, struktur, mesin, 
alat, sistem dan proses2 yg dgn aman dpt merealisasikan suatu tujuan atau 
sebuah penemuan baru.......”. 
  
PWK atau planologi  dlm kelembagaan sistem pendidikannya (pernah) menjadi 
bagian dari rumpun sains teknik sipil dan perencanaan atau dilain waktu/ tempat 
 diubah lagi pengelompokannya .......yg apapun lah nama perubahan itu  ...namun 
semuanya tak akan banyak mengubah  spesialisasi/  spesifikasi pengabdian 
pembangunan dari sains teknik enjinering perencanaan ruang ini......... .. 

Sbgmana pada umumnya cabang2 disiplin ilmiah teknik dipergunakan aplikasinya 
dlm kehidupan dan tak diragukan lagi kegunaan/ manfaatnya bagi peningkatan 
kesejahteraan manusia  ......planologi/ teknik PWKpun  sbg teknologi tentu saja 
ia juga seharusnya spt itu pula (manfaat dan kecanggihannya) ........ 

Teknik PWK/ planologi sdh jelas terlihat banyak dimanfaatkan dan terlihat 
manfaatnya dlm penataan/ pemetaan ruang kulit bumi spt bgmn kulit bumi 
dipetakan dan dibagi2 dlm sistem kategorisasi dlm rangka a.l agar ruang kulit 
bumi dpt menjadi ruang yg berdaya guna bagi kehidupan ....namun sambil  pd saat 
yg sama tak perlu terjadi perusakan atas ruang lingkungan hidup/ kulit bumi  
kita itu krnnya ........ maka kulit bumi lalu dipetakan berdasar fungsi2nya 
menjadi a.l. kawasan lindung dan kwsn budidaya .....dimana dgn itu diatur mana2 
ruang atau kawasan2 kulit bumi yg harus dibiarkan alami, tak boleh disentuh  
dan harus dilindungi .....dan mana2 pula kawasan/ruang2 kulit bumi lainnya  yg 
boleh dibudidayakan baik bagi kegiatan pertanian maupun perkotaan yg kesemuanya 
itu dalam kerangka ditujukan bagi manfaat kesejahteraan manusia ..namun sekali 
lagi tanpa perlu terjadi perusakan alam yg berarti karenanya... ....   

Kemudian ruang2 kuli bumi dlm lingkup negara(2) juga dipetakan menjadi sistem 
wilayah2  dan rencana sistem2 internal kota ........ yg dlm pada itu ruang 
kulit bumi dlm lingkup negara lalu dipetakan berdasar wilayah2 administratif 
......lalu krnnya  terdpt (rencana sistem penataan) ruang wilayah nasional 
propinsi dan  wilayah kabupaten/kota yg dibawahnya tentu masih mencakup lagi 
wilayah2 kecamatan dan desa2...... 

Kemudian berdasarkan nilai strategisnya ...ruang2 dibagi menjadi kwsn strategis 
nasional, kwsn strategis propinsi dan kwsn strategis kabupaten/kota ... yg 
tentu saja pada tingkat lebih mikro juga logikanya tentu terdapat pula model2 
rencana strategis tingkat lokal bahkan desa.... 

Kemudian pula ....pada sistem internal perkotaan pd skala kecil/ lokal spt 
teknik site plan misalnya .....dimana dgn itu dpt ditegakkan budaya/ disiplin/ 
teknik rancangan (bersama sipil ,  arsitektur dan lingkungan)  pembuatan lebar 
jalan, sistem pedestrian, sistem saluran air, vegetasi pelindung dan pengaturan 
tapak bangunan yang ideal .......lalu pada skala lbh besar spt  terlihat dlm 
peraturan ttg zonasi pada bagian2 kota ....dimana dgn itu diatur blok2 
penggunaan yg sejenis baik menyangkut penggunaannya, ketinggian maksimal 
bangunannya ......dibuat rencana desain jaringan jalannya dsb .......sistem 
desain kawasan2  layanan spesifik kota dsb......... 
  
  
  
 












      

Kirim email ke