Calon tersangka Korupsi kabur ke luar negeri??? ...... CERITA LAMA
Polri lebih sibuk ngurusin tindakan (yang katanya) pelanggaran Kode Etik Polisi 
oleh Susno Duaji, malah menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk 
mengamankan Gayus. Kalo sekarang kabur siapa yang mau disalahkan???
Ataukah ini bagian dari konspirasi untuk mengaburkan kasus yang dimunculkan 
oleh Susno Duaji sehingga tidak dapat ditemukan bukti untuk menyeret 
petinggi-petinggi Polri dan yang disangkakan sebagai MAKELAR KASUS.
Hanya Allah yang tahu.........

Sehubungan dengan banyaknya pemberitaan tentang Makelar Kasus saya menghimbau 
seluruh masyarakat terutama media masa untuk tidak menyingkat MAKELAR KASUS 
sebagai MARKUS.
MARKUS oleh orang Nasrani merupakan orang suci, sehingga banyak orang tua yang 
memberikan nama MARKUS kepada buah hatinya yang merupakan doa untuk menjelma 
menjadi MARKUS sang penginjil. (mohon dikoreksi kalo penjelasan saya ini salah, 
karena saya bukan orang Nasrani)
Tidak ada satu orang tuapun yang memberikan nama MARKUS kepada anaknya dengan 
cita-cita agar kelak anaknya menjadi MAKELAR KASUS.
Janganlah kita membuat para orang tua MARKUS menyesal dengan nama pemberian 
yang sesungguhnya mulia tersebut atau sebaliknya bagaimana mungkin anak-anak 
yang menjadi bahan olokan teman-temannya karena bernama MARKUS.

Salam,
Iman Purwoto

--- On Sun, 3/28/10, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:

From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: Gayus Kabur Pakai Nama Gayus Halomoan Partahanan
To: "referensi" <[email protected]>
Date: Sunday, March 28, 2010, 5:14 AM







 



  


    
      
      
      Jakarta/ detikNews - Gayus Halomoan Tambunan kabur ke luar negeri 
menggunakan paspor palsu. Dalam paspor tersebut, dia menggunakan nama Gayus 
Halomoan Partahanan. "Jadi Gayus itu meninggalkan Indonesia pakai nama Gayus 
Hamoloan Partahanan," kata Menkum dan HAM Patrialis Akbar di acara Grand 
Opening Batavia Futsal di Jl Pahlawan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu 
(28/3/2010).
Patrialis mengatakan, Gayus keluar Indonesia tanggal 24 Maret 2010 pukul 20.25 
WIB. Gayus membeli tiket Singapore Airlines dengan uang kontan di bandara.
 "Jadi ia tanpa reservasi. Ada seat, dia bisa berangkat," jelasnya.
Patrialis mengatakan, pihak imigrasi masih melakukan monitoring Gayus di 
seluruh atase imigrasi yang ada di perwakilan di seluruh dunia. Terakhir Gayus 
masih terdeteksi berada di Singapura.
"Di manapun kami ada, ini akan monitor Gayus masuk negara mana saja. Kami akan 
menginformasikan kepada kepolisian Gayus ada di mana," ungkapnya.Namun hingga 
kini, posisi Gayus tidak kunjung terendus keberadaannya. Atase imigrasi yang 
Indonesia miliki punya keterbatasan, hanya ada di kantor-kantor besar saja. 
"Artinya di negara-negara besar yang penduduk kita banyak. Sementara Singapura 
pintu keluarnya banyak. Banyak jalan juga," imbuhnya.
(gus/gah) 






      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke