Berita baik khususnya utk rekan Mangara Silalahi dan Hotasi Simamora……
PERAMBAH HUTAN
Lima Pengusaha Kebun Dijadikan Tersangka Perambah Hutan
Harian Kontan/ JAKARTA. Lima orang pengusaha kebun sawit menjadi tersangka
dalam kasus perambahan kawasan hutan di Kalimantan. Mereka dijadikan tersangka
dan akan dibawa ke Jakarta untuk disidangkan, kemungkinan kasus ini akan
menyeret pada kepala daerah dan bupati yang dulu memberikan mereka izin
pengelolaan hutan.
Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Darori mengatakan bahwa 5
nama dari 16 nama yang disidik kepolisian sudah ditetapkan menjadi tersangka
bahkan ditahan. "Dalam satu bulan ini kita akan jelaskan ke publik mengenai
kasus dan siapa nama-nama yang terjerat," kata Darori di Jakarta, Kamis (16/4)
Ia menambahkan, para bupati yang dulunya memberikan perizinan tanpa konsultasi
dan mendapatkan izin Kementerian Kehutanan kemungkinan juga bakal turut
terseret. "Mereka kebanyakan sudah pensiun, karena 100 persen yang memberikan
izin adalah bupati," katanya.
Menurutnya, lima orang pengusaha sawit yang didakwa melakukan perambahan hutan
itu termasuk pengusaha besar karena memiliki luas lahan perkebunan mencapai
1.000 hektar bahkan ada yang seluas 3.000 hektar. Setelah mengobok-obok
perkebunan, nantinya Kementerian Kehutanan, Komisi Pemberantasan Korupsi,
Kepolisian dan Kejaksaan akan segera menyelidiki kasus di pertambangan dan
migas.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sendiri sudah menyampaikan hasil kerja tim
terkait ilegal logging kepada Presiden SBY Rabu (14/4) malam. Darori mengakui
praktik mafia illegal logging memang ada di sektor kehutanan. Hal itu
dibuktikan dengan adanya peralihan kawasan tanpa izin lebih 1 juta hektar di
wilayah Kalimantan. "Yang terlibat itukan daerah, 100 persen bupati dan juga
mantan bupati terlibat," katanya.
Menhut sendiri secara pribadi mendukung satgas mafia hukum dalam mengatasi
mafia kehutanan, apalagi praktek tersebut tak hanya merugikan sektor kehutanan
tapi juga negara secara umum. "Kita dukung dengan data-data yang kita miliki,”
kata Zulkifli. Pihaknya juga akan memberikan informasi yang benar dan
sejelas-jelasnya soal masalah kehutanan.