Boleh2 aja, tapi bangun Tigaraksa ibukota Kab. Tangerang susah ya!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: abimanyu takdir alamsyah <[email protected]>
Date: Fri, 7 May 2010 07:22:40 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: (7) PWK/ Planologi Sbg Enjinering Penataan dan 
        Pembentukan Ruang

Eyang Aby ysh,

dengan adanya jembatan Suramadu, belakangan ini ada pertanyaan spekulatif:

"Bagaimana kalau metropolitan / kota besar / ibukota baru Indonesia
dikembangkan di tepi laut dalam di ujung Timur Pulau Madura ?"

Apa tanggapan eyang....? Selamat bermain teori....
(Mungkin akan lahir tanggapan analitis kritis positif yang bermanfaat
berkaitan dengan perhatian rekans penggemar keruangan di referensi)

Salam,
ATA


2010/5/6 hengky abiyoso <[email protected]>

>
>
> Milisters ysh,
>
> Bhw sbg suatu jenis macam teknologi,  PWK selain dpt menjadi norma tata
> ruang dan regulator serta  menjadi undang2 atau peraturan  ...namun  jangan
> lupa ….iapun dpt menjadi produk2  konkrit yg berguna dan mendukung
> kesejahteraan manusia ..........
>
> Karenanya PWK memang seharusnya dapat pula memaparkan rentang variasi
> produk2 (konkrit) teknologinya itu .......dimana masing2 dpt dgn jelas
> ditunjukkan apa manfaatnya dan kapan serta dimana  ia perlu
> dipakai.........
>
> Untuk itu tentu baik diketahui  danpada sisi lain ia perlu diinventori
> ........apa saja semua masalah keruangan nasional kita itu ......dan perlu
> diketahui kurang lebih apa obatnya bagi masing2 kasusnya itu........
>
> Masalah keruangan tidaklah sekedar penyakit  kasus perkasus  spt penyakit
> kedokteran  atau penyaklit gangguan mesin........atau sebaliknya ……masalah
> keruangan dpt dikatakan tak kalah rumit dgn masalah kedokteran atau
> kesehatan….. .
>
> Selain masalah2 yg bersifat amat lokal …..  Ia bisa juga merupakan masalah
>  regional yg lbh luas ……atau bahkan  masalah secara nasional  yg jelas lbh
> luas lagi  (bahkan masalah rencana terusan Kra di Thailand  bisa memiliki
> dampak internasional)........sehingga pemecahan masalah2 keruangan tentu
> saja bisa dilakukan baik  secara  kasus per kasus  ....namun juga tak aneh
> pula bila  ia perlu diselesaikan pada tingkat  nasional..........
>
> Bhw  sbg contoh …teknologi mesin penggerak dpt  menyajikan  produk2 wide
> range  secara konkrit spt mesin2 penggerak berkekuatan sejak dari ¼  PK
> sampai ribuan PK …….atau teknik sipil dpt menyajikan produk konkrit berupa
> balok beton dengan bentang dari 1 meter sampai 1500meter misalnya ……dan itu
> menimbulkan pengakuan publik tentang manfaatnya yg strategis dan nyata
> …….mengapa PWK tak berbuat serupa .....dan hanya merasa puas dgn produk2
> ‘abstrak‘ (pinjam istilahnya mas Marco Kusumawijaya)  dan pasif spt site
> plan atau peraturan zonasi saja?........padahal kita mengerti  bhw 85%
> wilayah kita dpt dikatakan ‘tertinggal’  dan paradigma penataan ruangnya
> bukanlah ‘pengendalian’ …..namun adalah  ‘penggalakan’ …..…
>
>  Bgmnpun produk konkrit dari PWK tak lain tak bukan adalah  (pengembangan)
> ‘kota’2…….ialah ‘trilogi’  atau 3-in-1 dari  (1) tapak/ ruang ….(2)
> manusia …dan (3) aktivitasnya …. dan wilayah tertinggal butuh produk
> keruangan konkrit berupa kota2 …lbh daripada sekedar produk normatip pasip
> berupa peraturan zonasi dan siteplan/ RDTR …..…. salam,
>
> aby
>
>
>
> On 23 March 2010 aby wrote :
>
> Re: (6) PWK/ Planologi Sbg Enjinering Penataan dan Pembentukan Ruang
>
>
>
> Milisters ysh,
>
> Walau  pd posting sblm ini saya katakan bhw utk kawasan tertinggal (85%
> wilayah nasional) diperlukan enjinering utk pembentukan bbrp kota2 besar
> tertentu (...berbarengan dgn enjinering migrasi/ memindahkan SDM unggulan
> ....serta jg enjinering penyemaian  pecahan2 kecil industri2 memimpin/
> enjinering trans-investasi.....) .... tdk berarti bhw itu adlh satu2nya
> agenda penting tata  ruang pembentukan kota di kawasn tertinggal.........
>
> Sbgmn pd umumnya enjinering adalah  ilmu logik, bukan ilmu kebatinan/ ilmu
> sihir dan setiap orang dpt mempelajarinya scr transparan, dan ia memiliki
> ciri khas  transparansi mekanisme kerjanya  .... transparansi perkembangan
> teknologinya ....transparansi persentase keberhasilan/  kegagalannya
> ataupun apa bahayanya  (spt dlm penerbangan konon resiko kecelakaan adalah
> 1:1.000.000 penerbangan)........ maka  sewajarnya pulalah bhw PWKpun hrs
> mampu menunjukkan ancer2 ttg ‘berapa lama’ wktu yg dibutuhkan oleh suatu  
> macam
> teknologi PWK  itu bekerja dan efek/ manfaatnya yg pertama mulai muncul
> serta  dpt dirasakan (sbg contoh ... dlm teknologi farmasi/ obat2an
> ....tingkat kecanggihan suatu macam obat termasuk jg dinilai dr berapa  menit
> sejak ia mulai masuk kedlm tubuh baik secara oral/  intravena lalu  diserap
> oleh darah dan mulai bekerja menunjukkan hasilnya ........jg dlm teknologi
> komputer ......daya kerjanyapun  utk menilai apakah ia cepat atau lamban
> bahkan diukur  dlm persekian detik .......atau dlm teknologi otomotif  
> kemampuan
> gerak dinilai spt  dari keadaan diam utk mencapai kecepatan 100km/jam  
> diperlukan
> waktu brp detik dsb)...........
>
> PWK sbgmana merupakan  bagian dari rumpun sains  ‘teknologi’ (dibidang
> keruangan)  ...iapun seharusnya  berani dgn pedenya dan menganggapnya
> wajar memamerkan kepastian hasil nyata daya kerjanya ........ Enjinering PWK
> utk kawasan tertinggal amat perlu mendemonstrasikan bgmn tak hanya merencana
> penataan  ruang kota saja (yg belakangan banyak mulai dicibir sbg kok
> hanya merencana penataannya saja ....lalu tak jelas bgmn dn kapan
> pembentukan kotanya, serta kapan dpt dirasakan manfaatnya ) .......iapun  
> tentu
> dituntut  hrs dpt mendemonstrasikan  bgmn teknologinyapun itupun  dpt
> bekerja  dgn pasti  membentuk perkembangan kota ...... dan mampu pula
> menunjukkan berapa cepat ia dpt menunjukkan hasilnya itu  mulai come into
> effect dan dpt dirasakan manfaatnya diihitung semenjak pertama teknologi
> itu  diterapkan ........
>
> Tak berlebihan pula bila  PWK seharusnyapun dpt memamerkan pula ‘apa saja’
> rentang papar produk teknologi keruangan yg dpt dibuatnya .......tak
> ubahnya tukang las listrik jg  kalau ditanya apa yg dapat ia bikin .....
> mereka   dgn lancar biasanya dpt katakan bhw mereka dpt membuat apa saja
> pekerjaan las .....sejak dari  mulai   tingkat  membikin kandang burung,
> kucing dan kelinci ....pagar rumah , ranjang besi  sampai kepada membuat
> karoseri bak truk, mobil panser ataupun kapal tanker raksasa  ..........lalu
> dgn itu manusia tanpa ragu mulai ‘mengakui’ bhw teknologi mengelas memang ya
> benar amat strategis dan bermanfaat bagi kehidupan/ kesejahteraan manusia
> ..........
>
> Maka  begitu pulalah seharusnya dgn teknologi2 lainnya .....spt teknologi
> sipil dpt membuat gedung pencakar langit dan jembatan....... teknologi
> arsitektur dpt membuat hati bangga, rasa megah dan nikmat serta  betah,
> teknologi gigi palsu dpt mengatasi masalah gusi ompong  dan tentulah pd
> gilirannya  PWK juga harus  dpt menunjukkan  ........nih, suatu ruang yg
> bgmnpun tadinya asal muasalnya ... dimanapun ...toh  ia dpt  dibentuk/
> diolah  menjadi  ruang yg nyaman, indah, dpt mendukung produktivitas dan
> menciptakan kesempatan kerja  .......dpt menjadi habitat  manusia yg
> menyenangkan dan  tanpa merusak alam ..........salam,
>
> aby
>
>  
>

Kirim email ke