Rekan  Prof. Raden  Ongkowijoyo ysh, 

Mohon maaf dgn sangat….. kali ini saya tidak sedang mendiskusikan dulu  ttg 
‘what’, ‘how’ dan ’elsewhere’ daripada size2 kota ….tapi kali ini saya sedang 
mengemukakan dulu ttg bgmn seharusnya masyarakat PWK basically dan 
fundamentally menyadari utk  ‘mengenali’ dan mengakrabi  (seharusnya) total 
wide range daftar lengkap produk2 ‘konkrit’  teknologinya PWK itu apa saja……
Yg kalau ini sudah dpt sgt dikuasai dan dihayati dgn sgt mendalam serta scr 
luas oleh masyarakat PWK  ……tentu pd gilirannya mrk akan pastilah eager to know 
ttg ‘how’ dan ’where’ drpd  kota2 yg seharusnya diconstruct  dan kembangkan 
itu………dan pd tahap ini bolehlah kita diskusikan pertanyaan anda itu …….krn 
setiap anggota masyarakat ilmiah PWK pastilah  dgn amat mudah dpt menjawab 
pertanyaan anda itu ……lalu mrk akan dgn enteng bahkan kacak pinggang sambil 
sedikit sombong dpt katakan ……lhah .. jangankan kok hanya mau  bikin kota 
diujung timur Madura saja man ….lha mau di Pacitan, di Sumba,  di 
Natuna,Morotai, Miangas  atawa di Tanimbarpun juga oke2 aja ……wong constructing 
dan concretizing cities more than just only planning doang itu khan  skrg 
adalah sdh jadi benar2 our real  business and concern beneran  gitu man :-)) 
…….salam,
aby
 


From: abimanyu takdir alamsyah <takdi...@gmail. com> 
Date: Fri, 7 May 2010 07:22:40 +0700
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] Re: (7) PWK/ Planologi Sbg Enjinering Penataan dan 
Pembentukan Ruang
 
  
Eyang Aby ysh,
dengan adanya jembatan Suramadu, belakangan ini ada pertanyaan spekulatif:
"Bagaimana kalau metropolitan / kota besar / ibukota baru Indonesia 
dikembangkan di tepi laut dalam di ujung Timur Pulau Madura ?"
Apa tanggapan eyang....? Selamat bermain teori....
(Mungkin akan lahir tanggapan analitis kritis positif yang bermanfaat berkaitan 
dengan perhatian rekans penggemar keruangan di referensi)
Salam,
ATA


      

Kirim email ke