saya sudah sering sekali mendengar argumen ini, baik dalam format teori atau hanya sedangkal cibiran sinis dari kaum berpunya-mobil (the have-autos). Kalau mau lebih radical (mengakar), sebenarnya 'jalan' yang tak-berbayar pun sangat diskriminatif tho.. karena untuk manfaat jalan dibatasi pada mereka yang memiliki teknologi mobil/motor.. sisanya; yang tidak berpunya-mobil (hanya punya sepasang kaki dan sepeda kayuh) .. cuma kebagian asap knalpot nya saja. Apa Graham juga cukup jeli dalam melihat hal ini?
Salam, -K- 2010/5/27 hajar ahmad <[email protected]> > > > Rekan2 ysh. > > Bicara soal ERP dan penggunaan teknologi bayar tol otomatis, saya hanya > akan melihat sudut pandang teorist splintering urbanism yaitu Graham. > Dikatakan fenomena seperti ini merupakan salah satu bentuk "penyerpihan > perkotaan" dlm sektor transportasi. Hal ini menunjukkan bahwa hanya orang2 > yg mampu untuk membeli teknologi ini dapat melenggang (bypassing) dengan > nyamannya melewati gerbang tol secara otomatis dan secara online akan kena > charge, sementara itu yg lainnya (yg tidak punya) harus bermacet macet ria > mengantri membayar tol, karena pada contoh di bukunya Graham,kedua jenis > pengguna ini dibedakan lajurnya. Ada lajur khusus bagi pemilik teknologi > ini. Barangkali akan berbeda jika semua menggunakan lajur jalan yg sama. > Inilah sudut pandang dampak sosial adanya teknologi yg menguntungkan yg > berpunya,sementara yg tdk berpunya harus bersusah payah mengantri. > Maaf kalo isinya tdk sesuai dgn judul thread,hehe > > Salam, > Hajar Ahmad > > Pada Kam, 27 Mei 2010 17:15 ICT Coba Coba menulis: > > > >teknologinya ada dan sudah diterapkan di banyak negara > > > >Leksmono > > > > > > > > > >________________________________ > >From: ukonisme <[email protected] <ukon_af%40yahoo.com>> > >To: [email protected] <referensi%40yahoogroups.com> > >Sent: Thu, 27 May, 2010 14:51:57 > >Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? > > > > > >Ngomong2 bisa ga ya jalan tol sistem pembayarannya di ERP-in, biar ga ada > lagi antrian di pintu tol. > > > >Salam. > > > >Powered by Telkomsel BlackBerry® > >________________________________ > > > >From: "Benedictus Dwiagus S." <bdwia...@gmail. com> > >Sender: refere...@yahoogrou ps.com > >Date: Thu, 27 May 2010 03:13:46 +0000 > >To: <refere...@yahoogrou ps.com> > >ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com > >Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? > > > >Pak BTS dan rekan lain > > > >Gara-gara email pak B.Tata ini saya jadi penasaran intip UU 28/2009. Lain > kali Pak BTS bikin summary referensinya dong huahahhahaa. Just guyon pak > > > >Kalau baca pasal 140, ERP mungkin terdefinisi masuk dalam retribusi > perizinan tertentu karena ini pengaturan pemanfaatan ruang utk mlindungi > kepentingan umum dan lingkungan. > > > >Tapi memang tidak dalam listnya di pasal 141 > >Tapi kalau liat pasal berikutnya memungkinkan untuk bikin retribusi macam > ini di luar list di pasal 141. Tapi butuh sebuah Peraturan Pemerintah. Tapi > sekarang belum ada PP itu.... > > > >Tapi itu menurut saya sih... > >Ah kebanyakan tapi-nya nih > > > >Cheers > >Dwiagus > > > > > > > >»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! > >________________________________ > > > >From: Coba Coba <cobat...@yahoo. co.uk> > >Sender: refere...@yahoogrou ps.com > >Date: Thu, 27 May 2010 00:37:28 +0000 (GMT) > >To: <refere...@yahoogrou ps.com> > >ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com > >Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? > > > >Yang sangat strategis adalah apakah mungkin pendapatan dari congestion > chargin di "ear marking" untuk peningkatan sarana dan prasarana angkutan > umum. > > > >Leksmono Suryo Putranto > > > > > > > > > >________________________________ > >From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> > >To: refere...@yahoogrou ps.com > >Sent: Wed, 26 May, 2010 23:25:27 > >Subject: Re: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? > > > > > > > >Betul daftar hukumnya adalah UU 28/2009 UU38/2004.. > >Keduanya kan tidak mutually exclusive.. > > > >Setahu saya UU28/2009 tidak mencantumkan negative list sehingga retribusi > tidak boleh dikenakan pada jalan. > > > >Landasan teoretis ERP, atau mungkin lebih tepat Congestion Charging, > adalah internalisasi externalitas. > > > >Salam, > >-K- > > > > > > > >Pedal Powered BikeBerry > > > >________________________________ > > > >From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> > >Date: Wed, 26 May 2010 23:12:49 +0800 (SGT) > >To: <refere...@yahoogrou ps.com> > >Subject: [referensi] ERP, dasar hukumnya apa? > > > >Dear all. > > > >Seperti diketahui bahwa Pemerintah DKI ingin menerapkan Electronic-Road > Pricing (ERP), yaitu jalan berbayar. Maksudnya mobil yang lewat di jalan > yang ditetapkan ERP harus membayar dengan ongkos tertentu. Hanya saja > pembayarannya dilakukan secara elektronik. Pemasukan ERP ini selanjutnya > akan menjadi pendapatan daerah karena jalan yang dikenakan ERP itu memang > jalan kota (daerah). > > > >Kalau ERP itu jalan berbayar, apa bedanya dengan Jalan Tol? Sesuai dengan > UU 38/2004 tentang Jalan, bahwa jalan tol itu klasifikasinya menjadi jalan > nasional yang dikelola oleh Pemerintah (Pusat). Padahal jalan yang akan > dikenakan ERP adalah jalan kota yang pengelolaannya dilakukan oleh pemda. > > > >Oleh karena ERP ini dikelola pemda sendiri, oleh pemda DKI tidak > diklasifikasikan sebagai jalan tol, tetapi ERP itu sebagai retribusi daerah. > Nah, kalau itu retribusi daerah, maka harus mengikuti UU 28/2009 tentang > Pajak dan Retribusi Daerah. Tapi pada pasal 108 dan seterusnya tidak > ditemukan adanya Retribusi Jalan semacam ERP ini. > > > >Sampai di sini saya masih bingung. ERP itu Jalan Tol? Ternyata bukan; > apakah ERP itu termasuk retribusi daerah? Sayang tidak terdefinisikan > (tertampung) oleh UU 28/2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. > > > >Jadi pertanyaannya, apa landasan hukumnya? Atau mungkin UU 38/2004 > diamandemen? > > > >Siapa yang tahu ya? Mohon penjelasannya. > > > >Thanks. CU. BTS. > > > > > > > > > >teknolo > > > > > > > > >

