Negara ini sudah "darurat korupsi". Jadi, bila ada pejabat kalau sudah 
kaya-raya -- padahal kita tahu bahwa gaji dan tunjangannya pas-pasan serta 
tidak punya penghasilan halal lain (yang tentu harus ada NPWP-nya bukan?) -- ya 
langsung dihadapkan sajalah beliau-beliau itu ke regu tembak. Nanti pelurunya 
biar dibeli oleh keluarganya. 

Salam,
CA

BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Tue, 29 Jun 2010 07:51:36 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Ia-itb] Inilah Daftar Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut

Kalau mau jujur jujuran mah semua pejabat termasuk polisi tni mentri sampe 
presiden.
Sebetulnya gaji nya cuma "pas pasan" buat kelasnya masing masing.

Kalau yang keliatan menonjol pasti "korupsi" bisa korupsi uang, menyelehgunakan 
wewenang maupun korupsi waktu buat "mroyek"


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 29 Jun 2010 07:03:47 
To: IA-ITB Asli<[email protected]>
Reply-To: [email protected], [email protected]
Subject: [Ia-itb] Inilah Daftar Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut

Source: 
http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=6361&l=inilah-daftar-polisi-yang-disebut-memiliki-rekening-gendut

--begins--
Inilah Daftar Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut



Mantan Kabareskrim, Komjen Pol Susno Duadji. Kompas Images/Dhoni Setiawan

Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI menelusuri laporan transaksi mencurigakan 
di rekening sejumlah perwira polisi yang dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan 
Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Berikut ini sebagian dari transaksi yang 
dicurigai PPATK itu.

1.   Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan 
Timur.

Kekayaan: Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009)

Tuduhan: Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 
29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke 
rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari 
kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius. 

“Saya baru tahu dari Anda.” Mathius Salempang, 24 Juni 2010

2.   Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil 
Polri. 

Kekayaan: Rp 6.535.536.503 (per 25 Agustus 2005) 

Tuduhan: Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang 
mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan 
US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005. 

“Dana itu bukan milik saya.” Sylvanus Yulian Wenas, 24 Juni 2010

3.   Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan 
Kepolisian.

Kekayaan: Rp 4.684.153.542 (per 19 Agustus 2008) 

Tuduhan: Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. 
Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor 
masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar. 

“Berita itu sama sekali tidak benar.” Budi Gunawan, 25 Juni 2010

4.   Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum 
Kepolisian.

Kekayaan: Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008) 

Tuduhan: Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 
miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana 
rutin setiap bulan.

“Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim.” Badrodin Haiti, 24 Juni 2010

5.   Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal. 

Kekayaan: Rp 1.587.812.155 (per 2008) 

Tuduhan: Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar 
dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke 
rekeningnya Rp 3,97 miliar. 

“Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas.” (M. Assegaf, pengacara 
Susno, 24 Juni 2010)

6.   Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira 
Tinggi Polri. 

Kekayaan: belum ada laporan 

Tuduhan: Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. 
Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga 
Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006. 

“Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh.” 
Bambang Suparno, 24 Juni 2010

Sumber Berita: Tempointeraktif, Selasa, 29 Juni 2010

Sumber Foto: Kompas
--ends--
BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur®
_______________________________________________
Ia-itb mailing list
[email protected]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/ia-itb

Kirim email ke