Korupsi sudah dianggap hal yang biasa, karena sudah mendarah daging. Kalau kita jadi pegawai hidup dibatasi oleh gaji...............orang bisa menilai siapa kita, kecuali mempunyai harta warisan yang banyak..............yang tidak di dapat ortu dulu dari korupsi juga. Kadang-kdang anak istri tidak malu-malu pamer, dan malah bangga....amplop gaji suami masih utuh.....trus makan dll dari uang yang mana???
Ada yang berdalih bisnis sukses....Nah modal untuk bisnis dari mana?, kita tahu bisnis yang dijalankan juga bukan warung kecil...............??? --- On Tue, 29/6/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [referensi] Re: Inilah Daftar Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut To: Date: Tuesday, 29 June, 2010, 15:00 Negara ini sudah "darurat korupsi". Jadi, bila ada pejabat kalau sudah kaya-raya -- padahal kita tahu bahwa gaji dan tunjangannya pas-pasan serta tidak punya penghasilan halal lain (yang tentu harus ada NPWP-nya bukan?) -- ya langsung dihadapkan sajalah beliau-beliau itu ke regu tembak. Nanti pelurunya biar dibeli oleh keluarganya. Salam, CA BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Tue, 29 Jun 2010 07:51:36 To: <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [Ia-itb] Inilah Daftar Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut Kalau mau jujur jujuran mah semua pejabat termasuk polisi tni mentri sampe presiden. Sebetulnya gaji nya cuma "pas pasan" buat kelasnya masing masing. Kalau yang keliatan menonjol pasti "korupsi" bisa korupsi uang, menyelehgunakan wewenang maupun korupsi waktu buat "mroyek" Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Tue, 29 Jun 2010 07:03:47 To: IA-ITB Asli<[email protected]> Reply-To: [email protected], [email protected] Subject: [Ia-itb] Inilah Daftar Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut Source: http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=6361&l=inilah-daftar-polisi-yang-disebut-memiliki-rekening-gendut --begins-- Inilah Daftar Polisi yang Disebut Memiliki Rekening Gendut  Mantan Kabareskrim, Komjen Pol Susno Duadji. Kompas Images/Dhoni Setiawan Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI menelusuri laporan transaksi mencurigakan di rekening sejumlah perwira polisi yang dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Berikut ini sebagian dari transaksi yang dicurigai PPATK itu. 1. Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Kekayaan: Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009) Tuduhan: Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius. “Saya baru tahu dari Anda.” Mathius Salempang, 24 Juni 2010 2. Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil Polri. Kekayaan: Rp 6.535.536.503 (per 25 Agustus 2005) Tuduhan: Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005. “Dana itu bukan milik saya.” Sylvanus Yulian Wenas, 24 Juni 2010 3. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian. Kekayaan: Rp 4.684.153.542 (per 19 Agustus 2008) Tuduhan: Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar. “Berita itu sama sekali tidak benar.” Budi Gunawan, 25 Juni 2010 4. Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian. Kekayaan: Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008) Tuduhan: Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan. “Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim.” Badrodin Haiti, 24 Juni 2010 5. Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal. Kekayaan: Rp 1.587.812.155 (per 2008) Tuduhan: Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar. “Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas.” (M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010) 6. Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri. Kekayaan: belum ada laporan Tuduhan: Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006. “Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh.” Bambang Suparno, 24 Juni 2010 Sumber Berita: Tempointeraktif, Selasa, 29 Juni 2010 Sumber Foto: Kompas --ends-- BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® _______________________________________________ Ia-itb mailing list [email protected] http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/ia-itb

