Eyang Aby, rekans ysh.

Wah kalau yang ngudar gagasan adalah Eyang Aby selalu lengkap. Saya sepakat 
dengan Eyang Aby bahwa kita tidak perlu memojokkan Batam dan bahkan 
membandingkan dengan BSD. Saya sepakat karena itu bukan apple to apple, meski 
keduanya adalah newtown development.

Sebenarnya ada beberapa titik diskusi disini yang perlu kita kaji :

a. Pemilihan konsep KEK (ini kalau tidak salah menjadi awal diskusi sebelum 
masuk kasus Batam vs BSD) 
    yang bahkan kemudian mengarah ke eco-development atau green development (he 
he kalau saya ingat
    bukunya N. Hertz yang Silent Takes Over saya suka senyum2 sendiri tentang 
hal ini ... luar biasa kapitalis
    berhasil mendrive cara pikir semua manusia didunia ... khususnya para 
pemiikir)

    Yang jadi topik diskusi itu adalah pada sisi apakah KEK itu sebuah pilihan 
benar dalam pembangunan. Dalam
    diskusi ini sebenarnya imply adanya pembahasan tentang dilihan konsep 
pembangunan wilayah yg akan
    diambil. 
 
b. Faktor pengumpil terjadinya hambatan dalam pembangunan .... ini yang dibahas 
adalah renc. vs. pelaksanaan.
    Khususon terkait dalam mekanisme kerja dan hubungan pusat daerah maupun 
hubungan antar lembaga.

c. Perbandingan antar model pengembangan dikaitkan dengan Batam, BSD, Senzhen, 
Vite Nam .... 

Menurut saya spektrum bahasannya terlalu luas, sehingga memang tidak akan 
mungkin menghasilkan sebuah kesimpulan yang bisa kita pelajari .... atau memang 
diskusi ini menghendaki agar kita masing2 bisa menyimpulkan sediri termasuk 
bila akhirnya kita tidak bisa mempelajari apapun, karena tidak semua 
significant determinant factors dilihat. 

Wallahualam bisawab ... saya tidak bisa menjawab karena akan menjadi awab .... 

Salam hormat

bambang sp

Kirim email ke