Sudahlah, tidak perlu membuat pernyataan "sakit hati", introspeksi dirilah dulu, masyarakat sudah bosan melihat arogansi dan sandiwara kalian.
Salam, CA BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® -----Original Message----- From: daengrusle <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 1 Jul 2010 12:55:52 To: Kuyasipil milis<[email protected]>; Milis IA ITB Jkt<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [milis kuyasipil euy] Kapolri: Babi Itu Kan Sangat Menyakitkan Bagi Kita! yang haram pada babi itu apa sih? keseluruhan eksistensi nya atau cuman dagingnya aja yang haram...hehehe pak BHD ini statementnya gak mencerminkan jabatannya... btw, kan daging babi haram hanya utk umat Islam dan sebahagian umat lain, bukan seluruh warga nusantara.. Kamis, 01/07/2010 12:19 WIB Cover Babi di Majalah Tempo Kapolri: Babi Itu Kan Sangat Menyakitkan Bagi Kita! *Didit Tri Kertapati* - detikNews ** *Jakarta* - Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menyatakan adanya cover celengan babi dalam Majalah Tempo bertajuk "Rekening Gendut Perwira Polisi" sangat menyakitkan institusinya. Menurut dia, babi merupakan binatang yang haram. "Karena digambarkan dengan sesuatu yang haram. Babi itu kan sangat menyakitkan bagi kita! Kita kan tentunya manusia biasa," ujar Kapolri. Kapolri mengatakan itu usai memimpin upacara dalam rangka HUT ke-64 Polri di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (01/07/10). Kapolri meminta jika kritik harus membangun. Meski demikian dia mengaku tidak marah. "Saya mohon tolonglah kalau kritik itu harus yang memberikan motivasi. Kita nggak marah tapi jangan digambarkan ...," kata Kapolri tanpa meneruskan ucapannya. Kapolri menambahkan, saat ini Kepolisian sedang melakukan perubahan. Proses perubahan yang lebih baik itu dinilainya ada kurang dan lebihnya. "Tapi jangan seperti itu kita digambarkan. Itu kan binatang haram kok digambarkan seperti itu kita. Tentunya anak-anak kami yang sedang bertugas di wilayah perbatasan, bekerja di pedalaman melihat seperti itu pasti mereka merasa tergugah," ungkapnya. *(nik/fay)* --

