Rekans ysh,

Fenomena pemekaran, mungkin riwayatnya beda dengan ide counter-magnet, atau 
pembangunan kota.

Memang ada ke anehan di negeri ini. Ada unit yang kerjanya memproses 
'pemekaran', sementara ada unit lain yang  menggarap 'kerjasama antar daerah'. 
Ide pemekaran biasanya dari pimpinan atau tokoh daerah. Alasannya untuk 
meningkatkan pelayanan masyarakat. 
Tapi dalam kenyataan, sistem pelayanan (air minum, transportasi, penanggulangan 
banjir, penghijauan, efisiensi dana pembangunan) mengalami kesulitan dengan 
adanya pemekaran, yang membuat sistemnya jadi terpotong-potong kewenangan 
manajemennya.

Alasan lain, sudah merupakan aspirasi masyarakat. Alasan ini yang kadang sulit 
diterima karena umumnya penduduk kan tidak tahu/peduli KTP nya kab/kota apa, 
wong pelayanannya ya gitu-gitu juga.

Tapi tentunya kita tidak boleh prejudice ya. case by case mungkin beda. 
Kabupaten Bekasi memang luas sekali bentangannya dari batas Kab Bogor sd Pantai 
Utara, dari batas DKI sd Karawang, banyak kota baru yang tumbuhn dan mungkin 
sistemnya memang terpisah-pisah.

Salam,
Risfan Munir

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 25 Jul 2010 14:30:47 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Re: Urgensi Pemekaran Kab. Bekasi sebagai Counter  
Magnet dari DKI Jakarta

Pak ATA, sepengetahuan saya, Pemerintah belum pernah membangun kota baru, 
kecuali  Palangkaraya. Yang membangun kota baru adalah swasta. Apakah 
pembangunan kota baru itu memberi kesejahteraan penduduk? Entahlah, belum ada 
yang meneliti, tapi kayaknya kota baru lebih menyejahterakan yang sudah 
sejahtera.
 
Thanks. CU. BTS.

--- Pada Sab, 24/7/10, abimanyu takdir alamsyah <[email protected]> menulis:


Dari: abimanyu takdir alamsyah <[email protected]>
Judul: Re: [referensi] Re: Urgensi Pemekaran Kab. Bekasi sebagai Counter Magnet 
dari DKI Jakarta
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 24 Juli, 2010, 12:15 PM


  



kota satelit, sub-urban, peri-urban, kota mandiri, desa kota....
mungkin perlu hati-hati kalau mau "membuat" kota...
fungsi apa, bagaimana dan apa kontribusi atau implikasinya terhadap tingkat 
kesejahteraan (fisikal, psiko-sosial) masyarakat setempat...?


ATA 


2010/7/24 hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>


  










Dari Blog Kompasiana : Urgensi Pemekaran Kab. Bekasi sebagai Counter Magnet 
dari DKI Jakarta 

Rencana pemekaran Kab. Bekasi menjadi Kab. Bekasi sebagai kabupaten induk dan 
kabupaten Bekasi Utara sebagai hasil pemekaran bermakna penting bagi DKI 
Jakarta. Khususnya Bekasi dalam konsep sebagai Counter Magnet. 
Menurut Bambang Tata Samiadji, Prinsip Dekonsentrasi Planologis adalah kota 
inti sebagai magnet besar kemudian di-counter dengan kota-kota satelit sebagai 
counter-nya. Itulah yang disebut dengan konsep Counter Magnet, yaitu analogi 
dari gaya tarik-menarik antar magnet, di mana kota-kota satelit itu dianggap 
akan dapat meng-counter kota inti. Dengan demikian pertumbuhan kota inti akan 
tereduksi akibat pengalihan pertumbuhan ke kota-kota satelitnya. 
Sejauh ini kita lihat betapa Kabupaten Bekasi, khususnya Kecamatan Tarumajaya 
yang bergandengan langsung dengan Jakarta Utara, lebih mirip Kota dan kampung. 
Dari Jakarta, lampu terang dan jalanan mulus. Tidak perlu tahu garis batas, 
cukup merasakan jalan rusak yang bikin suara gluduk-luduk di ban mobil kita. 
Nah, sudah sampailah kita di Kabupaten Bekasi. 
Bila berdiri dari laut menghadap ke darat. Ke arah selatan. Ke kanan terang 
benderang, apalagi dengan pikuk Ancol-nya. Sementara ke kiri masih gelap 
gulita. Masih utan kali ya. 
Saya mau bicara bahwa Kabupaten Bekasi selama ini belum bisa menjadi counter 
magnet bagi DKI Jakarta. Ah, alih-alih jadi penarik dan penyaing Jakarta. Yang 
ada orang Tarumajaya malah cari kerja ke Jakarta Utara. Gak cuma kerja. Tapi 
juga sekolah. Cari Pendidikan yang bagus pasti ke Priok atau Cilincing. Soalnya 
kalau mengandalkan Kab, Bekasi, orang Bekasi Utara harus ke Kota Bekasi atau 
Cikarang. Gak la yau…jauh betul! 
Idealnya kan, ketika ada gerakan urbanisasi. Orang yang mau ke DKI Jakarta gak 
jadi. Malah nyangkut di Bekasi.  Sehingga beban DKI Jakarta sebagai Kota inti 
pun bisa diringankan oleh Bekasi sebagai Kota Satelit. 
idealnya kan gini….. Gak perlu kerja di DKI. CUkup kerja di Babelan. Gak perlu 
punya apartemen di Ancol Mansion. Karena Apartemen Muara Gembong pun gak kalah 
gengsi. Gak perlu sekolah atau kuliah ke Priok. Karena di Babelan pun ada 
universitas berkualitas yahud. 
Begitulah harapan saya untuk rencana pemekaran kab. Bekasi. Terjadi percepatan 
pembangunan. Akselerasi ! Pemekaran Kab. Bekasi Utara jadi counter magnet. 
Ngapain ke Jakarta. Mau ngerasain macet berjam-jam? Aih..amit-amit dah! Nyari 
duit nggak perlu kerja di KBN. Atau di kawasan industri pulogadung. Kan ada 
Marunda Centre atau kawasan industri di Muara Gembong. Yang pertama masih ada. 
Yang kedua di kepala saya. 
Alhamdulillah… .saya dengar kemarin informasi bahwa team Bappeda Kab, Bekasi 
sudah melakukan langkah. Membentuk Pokja. Walau jalan masih panjang, namun 
usaha untuk memperbaiki kondisi harus tetap menjadi harapan……! MAJU TERUS 
BEKASI…… 
(komarudin ibnu mikam, sekretari jenderal Panitia Persiapan Pemekaran Kab 
Bekasi/P3KB)
























Kirim email ke