Dari Blog Kompasiana : Urgensi Pemekaran Kab. Bekasi sebagai Counter Magnet
dari DKI Jakarta
Rencana pemekaran Kab. Bekasi menjadi Kab. Bekasi sebagai kabupaten induk dan
kabupaten Bekasi Utara sebagai hasil pemekaran bermakna penting bagi DKI
Jakarta. Khususnya Bekasi dalam konsep sebagai Counter Magnet.
Menurut Bambang Tata Samiadji, Prinsip Dekonsentrasi Planologis adalah kota
inti sebagai magnet besar kemudian di-counter dengan kota-kota satelit sebagai
counter-nya. Itulah yang disebut dengan konsep Counter Magnet, yaitu analogi
dari gaya tarik-menarik antar magnet, di mana kota-kota satelit itu dianggap
akan dapat meng-counter kota inti. Dengan demikian pertumbuhan kota inti akan
tereduksi akibat pengalihan pertumbuhan ke kota-kota satelitnya.
Sejauh ini kita lihat betapa Kabupaten Bekasi, khususnya Kecamatan Tarumajaya
yang bergandengan langsung dengan Jakarta Utara, lebih mirip Kota dan kampung.
Dari Jakarta, lampu terang dan jalanan mulus. Tidak perlu tahu garis batas,
cukup merasakan jalan rusak yang bikin suara gluduk-luduk di ban mobil kita.
Nah, sudah sampailah kita di Kabupaten Bekasi.
Bila berdiri dari laut menghadap ke darat. Ke arah selatan. Ke kanan terang
benderang, apalagi dengan pikuk Ancol-nya. Sementara ke kiri masih gelap
gulita. Masih utan kali ya.
Saya mau bicara bahwa Kabupaten Bekasi selama ini belum bisa menjadi counter
magnet bagi DKI Jakarta. Ah, alih-alih jadi penarik dan penyaing Jakarta. Yang
ada orang Tarumajaya malah cari kerja ke Jakarta Utara. Gak cuma kerja. Tapi
juga sekolah. Cari Pendidikan yang bagus pasti ke Priok atau Cilincing. Soalnya
kalau mengandalkan Kab, Bekasi, orang Bekasi Utara harus ke Kota Bekasi atau
Cikarang. Gak la yau…jauh betul!
Idealnya kan, ketika ada gerakan urbanisasi. Orang yang mau ke DKI Jakarta gak
jadi. Malah nyangkut di Bekasi. Sehingga beban DKI Jakarta sebagai Kota inti
pun bisa diringankan oleh Bekasi sebagai Kota Satelit.
idealnya kan gini….. Gak perlu kerja di DKI. CUkup kerja di Babelan. Gak perlu
punya apartemen di Ancol Mansion. Karena Apartemen Muara Gembong pun gak kalah
gengsi. Gak perlu sekolah atau kuliah ke Priok. Karena di Babelan pun ada
universitas berkualitas yahud.
Begitulah harapan saya untuk rencana pemekaran kab. Bekasi. Terjadi percepatan
pembangunan. Akselerasi ! Pemekaran Kab. Bekasi Utara jadi counter magnet.
Ngapain ke Jakarta. Mau ngerasain macet berjam-jam? Aih..amit-amit dah! Nyari
duit nggak perlu kerja di KBN. Atau di kawasan industri pulogadung. Kan ada
Marunda Centre atau kawasan industri di Muara Gembong. Yang pertama masih ada.
Yang kedua di kepala saya.
Alhamdulillah….saya dengar kemarin informasi bahwa team Bappeda Kab, Bekasi
sudah melakukan langkah. Membentuk Pokja. Walau jalan masih panjang, namun
usaha untuk memperbaiki kondisi harus tetap menjadi harapan……! MAJU TERUS
BEKASI……
(komarudin ibnu mikam, sekretari jenderal Panitia Persiapan Pemekaran Kab
Bekasi/P3KB)