Cuma sedikit catatan:
Folk-Work-Place nya Frederick Le Play kalau tak salah mengacu kepada kota
tunggal masa itu.
Dengan perkembangan sistem informasi bebas dan pasar global yang mencapai
berbagai sudut dunia ini, bahkan perdagangan ikan di lepas pantai dapat
menghasilkan dolar yang cukup nyata bagi nelayan dari desa-desa yang
"terpencil" dari kota besar. Mungkin rekan-rekan di KKP dan Pak Ferri dapat
memberikan contoh nyatanya. Silahkan.

Salam,
ATA


2010/8/21 hengky abiyoso <[email protected]>

>
>
> Milisters ysh,
>
> Konon kabarnya …..ada yg meneliti dan katakan bhw pada era perekonomian
> global diabad ke 21 ini ….yg namanya kota itu …. dlm rangka utk menjenerate
> kesejahteraan wilayah dan kesejahteraan nasional ……juga agar wargakotanya
> jadi betah,  tidak lari/ berpindah kota (yg artinya kota itu sekaligus hrs
> sustainable) …...ia perlu menjalankan fungsi (layan)nya menyangkut tujuh
> poin utama ialah :
>
> 1. sbg pusat inovasi dan jasa2, termasuk jasa tingkat tinggi
>
> 2. sbgpusat kebudayaan, olahraga, entertainment, konvensi dan turisme
>
> 3. sbg pusat pendidikan, riset dan health care
>
> 4. sbg pusat (hub) transportasi dan perniagaan
>
> 5. sbg pusat manufaktur dan pengembangan teknologi
>
> 6. sbg pusat pemasaran
>
> 7. sbg pusat tenagakerja
>
> Dari tujuh poin itu spt tak sulit tergambarkan dgn mudah dan sederhana …..
> bgmn seharusnya standar size kota tsb serta kiprah yg akan dpt dimunculkan
> …berikut dgn spillover effectnya yg akan muncul walau seberapapun jua
> kecilnya dampaknya dari kota tsb kewilayah sekitarnya ……baik dlm bentuk
> hubungan kota besar dan kota kecil atau antara kota besar dan desa pemasok
> hasil pertanian (pdhal kalau basis pemikirannya kota kecil …….kemana lagi
> akan memasok hasil pemasaran kalau bukannya kekota besar terdekat...kalau
> ada)……….
>
> Dgn itu maka kiranya kita dpt sekaligus melihat bhw aspek Place-Folk-Work
> dari Geddes itu tlh tercakup seluruhnya didalamnya……dari situ terlihat jelas
> bhw ketika anda merencana utk sebuah kota atau wilayah ……maka selain aspek
> dasar Place seperti zonasi, desain jaringan jalan, sewerage sistem …..namun
> juga sekaligus telah tergambarkan bhw pd dasarnya anda ‘dituntut’ utk
> sekaligus mampu merancang skenario ttg Folk-nya (dan Worknya jg) …..yg bila
> perlu (dan itu memang diinginkan dlm rangka redistribusi persebaran penduduk
> secara nasional) …dan dengan itu …maka terjadi migrasi …..dimana dgn rencana
> Work yg jelas (manufaktur katakanlah sbg propulsif activity atau sbg leading
> acitivitiesnya) …tentunya dipilih yg dari kelompok industri memimpin
> nasional …bukan sebarang industri  yg assal …...agar mudah muncul dampak
> multipliernya scr signifikan …….yg maka dptlah mudah terbayangkan …bhw dgn
> itu lalu yg namanya ‘rencana’ dgn itu akan dekat kpd ‘dream come true’ …..
>
> Dibanding bila anda hanya membuat rencana fisiknya saja tanpa
> menyempurnakan/ melengkapinya dgn rencana Folk dn Worknya …..atau aplg kalau
> anda memimpikan mengembangkan atau membangun kota2 kecil …..sudah begitu
> dikawasan terpencil pula…..lalu terbayang hanya rencana fisiknya saja ….lalu
> spt biasa diikuti  rancangan ttg pembangunan pertanian  ……lalu kalau saja
> sambil pd saat yg sama anda mengegoskan muka menjauh dari menu wajib dan
> terpaksa ‘pengembangan kota metropolitan’……..saya khawatir jangan2 nanti dpt
> dikatakan ttg rencana anda itu nanti bisa menjadi  sbg  too good to be
> come true……maaf dan salam,
>
> aby
>
>
>
>
>
>
>  
>

Kirim email ke