Terima kasih Pak Yando untuk informasinya. Kelihatannya sekarang sudah mulai
banyak guru besar yang turun gunung. Salam.

-ekadj

2010/8/28 R. Y. Zakaria <[email protected]>

>
>
>  Kerabats yb.,
> Terkait dengan pertanyaan Pak ATA soal pemaknaan kita dalam diskusi dentang
> paradigma, fenomena, dsb., berikut saya seberangkan sebuah diskusi tentang
> paradigama di milis tetangga. Mudah-mudahan berkenan.
>
> Bagi yang berminat dengan makalah Prof. Heddy dimaksud, sila hubungi saya
> via japri.
>
> Salam,
> ryz
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* ahimsa putra <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Friday, August 27, 2010 5:14 PM
> *Subject:* Re: Bls: [IKA-UI] Soal Paradigma & Ethnoscience [1 Attachment]
>
>
>
>  Terimakasih mas Aryo...
> Kerabat-kerabat tercinta, karena ada permintaan mas Aryo (yang menurut saya
> permintaan yang bermanfaat..) maka berikut saya lampirkan makalah ceramah
> saya tentang paradigma di Kedubes Cairo tahun lalu. Siapa saja boleh
> mengutip apa yang ada di situ, tapi harus dengan menyebutkan sumbernya,
> yaitu makalah saya tersebut. Pesan ini saya sampaikan, karena sekarang
> banyak sekali terjadi plagiat....mudah-mudahan tidak ada yang mencuri ide
> yang ada dalam makalah saya ini.
> Silahkan membacanya dengan kritis...tetapi dengan sikap yang
> jujur...artinya, kalau sepakat dan menganggap pendapat saya baik atau
> bagus..ya dinyatakan secara eksplisit, seperti juga halnya ketika tidak
> sepakat dan menganggap pendapat saya tidak tepat...
> Perlu juga saya sampaikan, bahwa makalah ini sekarang sedang saya
> kembangkan menjadi sebuah buku. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai.
> Sekarang sudah 80%...
>
> Nah, sebagai pengantar juga..berikut adalah sekelumit kisah di balik
> pemikiran saya tentang paradigma.
> Terus-terang saya sepakat dengan pandangan Kuhn tentang revolusi ilmu
> sebagai pergantian paradigma, sayangnya konsepsi Kuhn tentang paradigma
> belum matang sekali. Kritik dari Masterman terhadap pandangan Kuhn tentang
> paradigma cukup telak, tetapi ada juga melesetnya. Banyak ilmuwan Barat
> berbicara tentang paradigma, tetapi sangat sedikit (setahu saya tidak lebih
> dari 10 orang), yang berbicara tentang unsur paradigma. itupun tidak sangat
> mendalam. akibatnya, paradigma sebagai sebuah kerangka berfikir tidak dapat
> betul-betul dipahami. banyak orang menggunakan istilah paradigma, tetapi
> dengan isi kepala yang berbeda-beda. Selain itu, Kuhn lebih banyak berbicara
> mengenai paradigma dalam ilmu alam, karena ilmu-ilmu sosial-budaya
> dipandangnya belum sampai pada tataran paradigma (dalam hal ini Kuhn jelas
> keliru, karena dia tidak banyak tahu tentang ilmu sosial-budaya).
>
> Nah, saya mencoba membangun sebuah gambaran tentang paradigma yang ada
> dalam antropologi (atau bisa juga ilmu sosial-budaya pada umumnya) yang
> terdiri dari sejumlah unsur. Ada sembilan unsur di situ (ketika saya pertama
> kali merumuskan ini, saya mulai dengan 6 unsur, kemudian menjadi 7, dan
> akhirnya menjadi 9). Jadi sembilan unsur ini merupakan hasil perenungan saya
> mengenai paradigma selama kira-kira sepuluh tahun lebih...saya memulainya di
> tahun 1997. Ketika saya merasa sudah mantap dengan 9 unsur ini, saya
> lontarkan kerangka paradigma yang saya buat ini pertama kali dalam pidato
> pengukuhan saya sebagai gurubesar antropologi di hadapan Majelis Guru
> Besar UGM.  Judul pidato saya adalah "Paradigma dan Revolusi Ilmu dalam
> Antropologi Budaya: Sketsa Beberapa Episode"
>
> Itulah paparan sedikit mengenai latarbelakang pengembangan konsepsi
> paradigma yang saya lakukan. mudah-mudahan bermanfaat, dan dapat menambah
> pemahaman tentang sejarah dari konsepsi saya mengenai paradigma...
>
> kalau ada yang salah dengan attachmentnya, harap saya diberitahu...saya gap
> tek dalam soal posting-postingan tulisan begini..
>
> salam antrop
> h.s.ahimsa-putra
>
>

Kirim email ke