Jeng Nita,...saya koq nggak percaya akan ada investor gede mau masuk, ambil untung apa di Palangkaraya? Tapi kalau ada kontraktor gede mau masuk, nah saya percaya itu. Beda loh antara investor dan kontraktor. Thanks. CU. BTS.
--- Pada Sel, 7/9/10, nita <[email protected]> menulis: Dari: nita <[email protected]> Judul: Re: [referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 7 September, 2010, 7:39 AM Mas BTS, Tuh kan benar dugaan saya, alasan pindah pusat pemerintahan memang tidak kuat... Kalo anak skr blg, ga penting kaleeee... (Ada gosip: ada investor gede yg mau masuk, yg 'maksa' ibukota pindah) Selamat mudik, juga buat yg lain, hati2... Ngutip pesan Bang Foke, jgn datang bawa kerabat... (Ih, suka2 dong ya, kalau si kerabat sdh punya kerja di sini n siap naik bis/mikrolet/kereta/sepeda, kok dilarang)... Saya mau mnikmati Jakarta saja yg beberapa hari akan lengang... Salam Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 7 Sep 2010 10:22:30 +0800 (SGT) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota Jeng Nita..he..he.. saya kira sekarang sudah jelas... Menurut keterangan Hatta Rajasa, bukan pindah Ibu Kota Negara (Ibu Kota Negara tetap Jakarta), tapi yang pindah hanya Pusat Pemerintahan saja. Jadi hanya pindah kantor saja...atau hanya beberapa kantor saja. DPR rencananya juga nggak pindah koq. TNI, POLRI, mungkin juga ggak pindah...nggak ada kerjaan di Palangkaraya. Konsultan juga nggak pindah..khan ada e-procurement. Contohnya ya Putrajaya itu...sepi...tapi indah dan nyaman koq. Kalau jadi pindah di Palangkaraya, para PNS...cari alasan gi mana supaya ada SPPD ke Jakarta. Pokoknya kalau ada seminar, workshop,...diundang donk. Supaya ada alasan ke Jakarta, nengok rumah, negok keluarga, nengok tanah-tanahnya,...nyekar,...itu manusiawi aja. Jadi kenapa jadi ribut-ribut pindah ibu kota? La wong itu semua agenda SBY saja...khan ..monumental gitu. Tapi presiden dan DPR mendatang bisa saja membatalkan..kalau saja ruang fiskal untuk membiayai pemindahan ibukota itu tidak bisa dicadangkan lagi (maklum persoalan Indonesia itu rumit sekali). Selanjutnya Tim Khusus Presiden akan memantapkan konsepnya tentang Pusat Pemerintahan ini. Biaya Rp 10 T per tahun yang menurut Tim itu hanya 1% dari APBN...kecil mah... Eh...saya kira APBN itu 25% untuk mbayar bunga hutang (bukan pokok hutang), 26% ditransfer ke daerah, sekitar 15% untuk gaji pegawai, belum lagi subsidi sekitar 10%...kalau gitu tinggal berapa? Jadi anggaran Rp 10 T untuk pemindahan pusat pemerintahan itu bukan 1% seperti dikira Tim Khusus, tapi itu sekitar 5-10%-an...itu beszar...yah...utang lagi untuk menutupi defisit. Dah..sekarang jelas bahwa pemindahan pusat pemerintahan itu hanya ingin menghindar dari kemacetan lalu lintas dan tidak ikut memecahkan masalah lalu lintas... Pak Harto dulu pake istilah '''colong mlayu",.... dan juga belum tentu mampu sebagai pusat pertumbuhan,..soalnya pusat pemerintahan itu tak me-leverage apa-apa (kalau ada ya kecil). Gitu Jeng Nita. Thanks. CU. Selamat Lebaran,..juga buat referensier semua. Siap-siap mudik ah! BTS. --- Pada Sen, 6/9/10, nita <[email protected]> menulis: Dari: nita <[email protected]> Judul: Re: [referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 6 September, 2010, 4:44 PM Hehehe... Tetap sampai sekarang saya belum setuju... Soalnya kembali ke pertnyaan pokok, apa alasan utamanya?? Penyebaran pembangunan ekonomi atau solusi kemacetan jakarta? Dua2nya kok buat saya masih kurang kuat.. Ok, kita bahas lagi besok.. Sudah malam.. Selamat tidur rekan referensiers... Jangan lupa besok masih sahur.... Nita Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 7 Sep 2010 00:07:58 +0800 (SGT) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re:[referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota Bukan hanya UI, salah satu anggota tim perumus sdr. Jehansyah dari ITB, anggota referensier juga. Thanks. CU. BTS. --- Pada Sen, 6/9/10, Harya Setyaka <[email protected]> menulis: Dari: Harya Setyaka <[email protected]> Judul: Re:[referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 6 September, 2010, 3:57 PM Iyaa... Bukan masalah siapa yg duluan membuat atau kedalaman kajian. Ini Masalah 'akses'.. -K- "Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya, pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan secara partisipatif," lanjutnya. Pedal Powered BikeBerry From: - ekadj <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 6 Sep 2010 22:53:55 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY ResponsWacanaPemindahan Ibukota Saya kira tidak jadi masalah mbak, darimana datangnya. Walaupun kita sudah mendiskusikan secara lebih lama, intensif, dan transparan, ternyata bahan-bahan mereka lebih dulu sampai ke SBY. Salam. -ekadj 2010/9/6 nita <[email protected]> Sepertinya yg sangat ingin memindahkan ibukota negara tuh tim UI ya.... #komen iseng... Salam Nita #ya_itb_ya_ui# Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Harya Setyaka <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 6 Sep 2010 08:21:26 -0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons WacanaPemindahan Ibukota FYI, -K- " ...... Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. " http://us.detiknews.com/read/2010/09/05/221906/1435477/10/sby-ajak-kabinet-bahas-pemindahan-ibu-kota-setelah-idul-fitri Minggu, 05/09/2010 22:19 WIB SBY Ajak Kabinet Bahas Pemindahan Ibu Kota Setelah Idul Fitri Irwan Nugroho - detikNews Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya makin serius membahas pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta. Presiden akan mengajak para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk berbicara lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota itu usai liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, dalam rilis yang diterimadetikcom, Minggu (5/9/2010). "Presiden mengharapkan adanya konsolidasi yang intens antara Kementerian dan Lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahakan ibu kota. Semua dokumen yang telah diselesaikan, seperti asessment awal, berbagai kajian tata ruang yang terkait dengan ibu kota Jakarta, serta kajian terhadap opsi-opsi alternatif ibu kota akan dikerucutkan," ujar Velix. Menurut Velix, meski kajian mengenai perpindahan ibu kota yang dilakukan pemerintah telah berjalan, SBY juga mengajak para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga swadaya masyarakat, untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan kajian-kajian yang dilakukan oleh pemerintah itu. "Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya, pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan secara partisipatif," lanjutnya. Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Seperti diketahui, di depan peserta buka bersama dengan pengurus dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Jumat, 3 September yang lalu, SBY mengemukakan 3 opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin parah di Jakarta. Ketiga opsi itu adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota dengan membenahi kemacetan, memindahkan pusat pemerintahan ke luar dari Jakarta, atau membangun ibu kota baru. "Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara di hadapan pers. Karena ini fundamental, diperlukan kesepakatan bersama baik itu pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita pilih." kata SBY. (irw/irw) 2010/9/6 suharyanto yanto <[email protected]> Menurut pandangan saya, persoalan kepadatan aktivitas dan penduduk di ibukota Jkt tidak semata-mata karena keberadaan pusat kekuasaan yang berada di Jkt, akan tetapi ada faktor lain yang lebih mendesak untuk dipertanyakan, yaitu apakah penduduk yang memadati ibukota memang terkait langsung dengan kegiatan pada civic center ataukah pada business-business center termasuk didalamnya kegiatan-kegiatan ekonomi informal. Hal tersebut menurut saya yang harus ditemukan jawabannya secara tepat dan obyektif sehingga kebijakan untuk memindahkan ibukota negara pada lokasi yang baru dapat disertai dengan upaya desinsentif terhadap kemungkinan kegiatan-kegiatan yang akan berkembang dan mendorong inmigration. Dari: Ferrianto Djais <[email protected]> Kepada: nita <[email protected]>; "[email protected] " <[email protected]> Terkirim: Sab, 4 September, 2010 23:49:49 Judul: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons WacanaPemindahan Ibukota Sepertinya sdh saatnya ibukota neg segera dipindahkan - kalau tidak regional disparity semakin membesar. Kekuatan market mechanism yg ada hanyalah memperbesar jurang perbedaan. Saya ingat thn 1978an, di programkan setiap pelita dipindahkan 1 juta KK keluar jawa - wah dampaknya thdp pembangunan hebat sekali, kalau saat ini jalan dari jambi ke padang, akan banyak ditemui pusat-pusat pertumbuhan akibat pemb transmigrasi. Kalau tidak ada transmigrasi - jangan harap akan terjadi center2 of development. Upaya menjalarkan pertumbuhan dan perkembangan akan sangat sulit sekali. Memang pada saat itu kondisi politik memungkinkan - dlm arti tidak bisa protes. Thx ferri djais Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: nita <[email protected]> Date: Sat, 4 Sep 2010 16:20:03 To: <[email protected]> Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana Pemindahan Ibukota

