Jeng Nita..he..he.. saya kira sekarang sudah jelas... Menurut keterangan Hatta
Rajasa, bukan pindah Ibu Kota Negara (Ibu Kota Negara tetap Jakarta), tapi yang
pindah hanya Pusat Pemerintahan saja. Jadi hanya pindah kantor saja...atau
hanya beberapa kantor saja. DPR rencananya juga nggak pindah koq. TNI, POLRI,
mungkin juga ggak pindah...nggak ada kerjaan di Palangkaraya. Konsultan juga
nggak pindah..khan ada e-procurement. Contohnya ya Putrajaya itu...sepi...tapi
indah dan nyaman koq.
Kalau jadi pindah di Palangkaraya, para PNS...cari alasan gi mana supaya ada
SPPD ke Jakarta. Pokoknya kalau ada seminar, workshop,...diundang donk. Supaya
ada alasan ke Jakarta, nengok rumah, negok keluarga, nengok
tanah-tanahnya,...nyekar,...itu manusiawi aja.
Jadi kenapa jadi ribut-ribut pindah ibu kota? La wong itu semua agenda SBY
saja...khan ..monumental gitu. Tapi presiden dan DPR mendatang bisa saja
membatalkan..kalau saja ruang fiskal untuk membiayai pemindahan ibukota itu
tidak bisa dicadangkan lagi (maklum persoalan Indonesia itu rumit sekali).
Selanjutnya Tim Khusus Presiden akan memantapkan konsepnya tentang Pusat
Pemerintahan ini. Biaya Rp 10 T per tahun yang menurut Tim itu hanya 1% dari
APBN...kecil mah... Eh...saya kira APBN itu 25% untuk mbayar bunga hutang
(bukan pokok hutang), 26% ditransfer ke daerah, sekitar 15% untuk gaji pegawai,
belum lagi subsidi sekitar 10%...kalau gitu tinggal berapa? Jadi anggaran Rp 10
T untuk pemindahan pusat pemerintahan itu bukan 1% seperti dikira Tim Khusus,
tapi itu sekitar 5-10%-an...itu beszar...yah...utang lagi untuk menutupi
defisit.
Dah..sekarang jelas bahwa pemindahan pusat pemerintahan itu hanya ingin
menghindar dari kemacetan lalu lintas dan tidak ikut memecahkan masalah lalu
lintas... Pak Harto dulu pake istilah '''colong mlayu",.... dan juga belum
tentu mampu sebagai pusat pertumbuhan,..soalnya pusat pemerintahan itu tak
me-leverage apa-apa (kalau ada ya kecil).
Gitu Jeng Nita. Thanks. CU. Selamat Lebaran,..juga buat referensier semua.
Siap-siap mudik ah! BTS.
--- Pada Sen, 6/9/10, nita <[email protected]> menulis:
Dari: nita <[email protected]>
Judul: Re: [referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 6 September, 2010, 4:44 PM
Hehehe... Tetap sampai sekarang saya belum setuju... Soalnya kembali ke
pertnyaan pokok, apa alasan utamanya?? Penyebaran pembangunan ekonomi atau
solusi kemacetan jakarta? Dua2nya kok buat saya masih kurang kuat..
Ok, kita bahas lagi besok.. Sudah malam.. Selamat tidur rekan referensiers...
Jangan lupa besok masih sahur....
Nita
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 7 Sep 2010 00:07:58 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re:[referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota
Bukan hanya UI, salah satu anggota tim perumus sdr. Jehansyah dari ITB, anggota
referensier juga.
Thanks. CU. BTS.
--- Pada Sen, 6/9/10, Harya Setyaka <[email protected]> menulis:
Dari: Harya Setyaka <[email protected]>
Judul: Re:[referensi] Re: Presiden SBYResponsWacanaPemindahan Ibukota
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 6 September, 2010, 3:57 PM
Iyaa... Bukan masalah siapa yg duluan membuat atau kedalaman kajian.
Ini Masalah 'akses'..
-K-
"Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin
menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya,
pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan
secara partisipatif," lanjutnya.
Pedal Powered BikeBerry
From: - ekadj <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 6 Sep 2010 22:53:55 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY
ResponsWacanaPemindahan Ibukota
Saya kira tidak jadi masalah mbak, darimana datangnya. Walaupun kita sudah
mendiskusikan secara lebih lama, intensif, dan transparan, ternyata bahan-bahan
mereka lebih dulu sampai ke SBY. Salam.
-ekadj
2010/9/6 nita <[email protected]>
Sepertinya yg sangat ingin memindahkan ibukota negara tuh tim UI ya.... #komen
iseng...
Salam
Nita
#ya_itb_ya_ui#
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: Harya Setyaka <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 6 Sep 2010 08:21:26 -0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons
WacanaPemindahan Ibukota
FYI,
-K-
" ...... Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang
diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang
mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota
dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. "
http://us.detiknews.com/read/2010/09/05/221906/1435477/10/sby-ajak-kabinet-bahas-pemindahan-ibu-kota-setelah-idul-fitri
Minggu, 05/09/2010 22:19 WIB
SBY Ajak Kabinet Bahas Pemindahan Ibu Kota Setelah Idul Fitri
Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya makin serius
membahas pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta. Presiden akan
mengajak para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk berbicara
lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota itu usai
liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H mendatang.
Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan
Otonomi Daerah, Velix Wanggai, dalam rilis yang diterimadetikcom, Minggu
(5/9/2010).
"Presiden mengharapkan adanya konsolidasi yang intens antara Kementerian dan
Lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahakan ibu kota. Semua
dokumen yang telah diselesaikan, seperti asessment awal, berbagai kajian tata
ruang yang terkait dengan ibu kota Jakarta, serta kajian terhadap opsi-opsi
alternatif ibu kota akan dikerucutkan," ujar Velix.
Menurut Velix, meski kajian mengenai perpindahan ibu kota yang dilakukan
pemerintah telah berjalan, SBY juga mengajak para pemangku kepentingan, seperti
pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga swadaya
masyarakat, untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan kajian-kajian yang
dilakukan oleh pemerintah itu.
"Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin
menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya,
pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan
secara partisipatif," lanjutnya.
Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang diserahkan
oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang mereka
hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota dipindahan ke
Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Seperti diketahui, di depan peserta buka bersama dengan pengurus dan anggota
Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Jumat, 3 September yang lalu, SBY
mengemukakan 3 opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin parah di Jakarta.
Ketiga opsi itu adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota dengan membenahi
kemacetan, memindahkan pusat pemerintahan ke luar dari Jakarta, atau membangun
ibu kota baru.
"Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara di hadapan
pers. Karena ini fundamental, diperlukan kesepakatan bersama baik itu
pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita pilih." kata
SBY. (irw/irw)
2010/9/6 suharyanto yanto <[email protected]>
Menurut pandangan saya, persoalan kepadatan aktivitas dan penduduk di ibukota
Jkt tidak semata-mata karena keberadaan pusat kekuasaan yang berada di Jkt,
akan tetapi ada faktor lain yang lebih mendesak untuk dipertanyakan, yaitu
apakah penduduk yang memadati ibukota memang terkait langsung dengan kegiatan
pada civic center ataukah pada business-business center termasuk didalamnya
kegiatan-kegiatan ekonomi informal. Hal tersebut menurut saya yang harus
ditemukan jawabannya secara tepat dan obyektif sehingga kebijakan untuk
memindahkan ibukota negara pada lokasi yang baru dapat disertai dengan upaya
desinsentif terhadap kemungkinan kegiatan-kegiatan yang akan berkembang dan
mendorong inmigration.
Dari: Ferrianto Djais <[email protected]>
Kepada: nita <[email protected]>; "[email protected] "
<[email protected]>
Terkirim: Sab, 4 September, 2010 23:49:49
Judul: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons
WacanaPemindahan Ibukota
Sepertinya sdh saatnya ibukota neg segera dipindahkan - kalau tidak regional
disparity semakin membesar. Kekuatan market mechanism yg ada hanyalah
memperbesar jurang perbedaan. Saya ingat thn 1978an, di programkan setiap
pelita dipindahkan 1 juta KK keluar jawa - wah dampaknya thdp pembangunan hebat
sekali, kalau saat ini jalan dari jambi ke padang, akan banyak ditemui
pusat-pusat pertumbuhan akibat pemb transmigrasi. Kalau tidak ada transmigrasi
- jangan harap akan terjadi center2 of development. Upaya menjalarkan
pertumbuhan dan perkembangan akan sangat sulit sekali. Memang pada saat itu
kondisi politik memungkinkan - dlm arti tidak bisa protes. Thx ferri djais
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: nita <[email protected]>
Date: Sat, 4 Sep 2010 16:20:03
To: <[email protected]>
Subject: Re: Re : Bls: Re : Bls: [referensi] Re: Presiden SBY Respons Wacana
Pemindahan Ibukota