Dear All:
Nice writing...

Selalulah Merasa Hijau
http://kataiqbal.blogspot.com/2006/04/selalulah-merasa-hijau.html

Oleh : Nilnaiqbal - www.editorku.com

"Selalulah merasa hijau. Jangan pernah merasa matang.
Sebab jika sudah merasa matang, yang tinggal hanya busuknya …."

Ini masalah sikap. Sikap untuk mau berubah, sikap untuk mau berkembang.

Dalam menghadapi berbagai keadaan, umumnya kita cenderung berharap,
orang lainlah yang berubah, lingkunganlah yang berubah, situasilah
yang berubah. Saya tidak!

Kalau skripsi nggak beres-beres kita berharap dosen mau "baik hati".
Jika bisnis mulai bangkrut, yang salah selalu karyawan, saingan bahkan
juga produk. Kalau banyak kader nggak bergerak, kita mulai "meragukan"
komitmen mereka. Pokoknya "mereka" lah yang perlu berubah! Mereka
perlu menyesuaikan diri dengan "pikiran atau kehendak kita".
Mengapa bisnis yang kita lakukan selalu harus berakhir dengan
kegagalan. Mengapa puluhan lamaran kerja saya selalu tak memperoleh
jawaban? Mengapa istri saya belum juga mau berhenti mengkritik saya?
Mengapa suami saya masih saja pulang terlalu malam? Mengapa? Mengapa?

Apa yang salah? Apa rahasianya bisa mengubah orang lain? Berbagai buku
kita pelajari. Berbagai diskusi dilakukan, untuk mencari tahu resep
mujarab: Bagaimana Caranya Mengubah Orang Lain!!!

Seorang suami ingin sekali mengubah istrinya menjadi seperti yang ia
impikan. Sementara istri pun mati-matian berusaha mengubah suaminya
menjadi "sang suami idaman" . Seorang pedagang sering ragu memulai
bisnisnya, lalu bersikap menunggu sampai situasinya berubah seperti
yang ia inginkan. Dan umumnya kita pun banyak bersikap menunggu tak
mau melakukan apa-apa sampai akhirnya "keputusan" itu datang.
Begitulah kita. Semua kita ingin lingkunganlah yang berubah. Dunialah
yang berubah. Orang lainlah yang berubah.
Akan tetapi sekalipun sudah begitu banyak upaya yang kita lakukan
untuk mengubah seseorang dan situasi, telah berhamburan program dan
biaya diluncurkan, mengapa tak juga berhasil apa yang kita lakukan?

Mari sejenak kita berhenti menginginkan orang lain berubah. Bukalah
pintu hati-bersih kita, dan mari belajar lebih banyak dari Rasulullah
yang telah amat sukses berkat bimbingan Allah. Amati lebih teliti
bagaimana beliau "mengubah manusia" dan bahkan mengubah dunia.

Beliau mempraktekkan langsung sikap "Ibda' binafsik" …Mulailah dari
dirimu! Mulailah dari cara berpikirmu. Mulailah dari cara kerjamu.
Mulailah dari Sikapmu!

Kita dulu yang harus berubah. Bukan orang lain. Bukan situasi. Bukan
lingkungan. Selama ini kita cenderung menginginkan orang lain lah yang
berubah. Inginnya rumah kita yang berubah. Inginnya teman-teman kita
yang berubah. Inginnya struktur organisasi berubah. Inginnya situasi
berubah. Inginnya semuanya …. selain diri kita.

Selama cara berpikir kita tidak pernah kita ubah, cara kerja kita
tidak kita ubah, cara kita memimpin tidak kita ubah, cara kita
mengkader tidak kita ubah, cara kita membangun tim-kerja tak kita
ubah, maka sampai bertahun-tahun ke depan pun, tidak perlu heran
ketika hasilnya pasti tetap sama. Sekalipun kita lakukan
berulang-ulang, bertahun-tahun…… Pertumbuhan nol atau bisa jadi bahkan
negatif.

Perubahan hanya akan terjadi lewat proses belajar. Sikap untuk selalu
mau belajar adalah satu-satunya sikap penting agar seseorang mencapai
puncak keberhasilan. Dalam keadaan bagaimana pun seseorang memulai
tangga kehidupannya, di level apapun latar belakang pendidikannya,
setiap orang yang mau belajar dan mau berkembang …. maka sesungguhnya
ia sedang menaiki tangga keberhasilannya sendiri.

Sikap untuk selalu mau belajar, mau diajar, mau berkembang sering
disebut sikap teacheable, dengan siapapun orangnya, apapun latar
belakangnya. Mereka yang paling teacheable, maka mereka-lah yang
paling cepat menaiki tangga kesuksesannya, di bidang apapun.

Sebuah organisasi akan tak terbatas pertumbuhannya jika sikap
"teacheable" ini mendarah daging menjadi kebiasaan (budaya) organisasi
tersebut. Tak ada istilah berhenti belajar. Fokus seluruh sistem
adalah "pembelajaran". Besar atau kecilnya suatu organisasi akan lebih
banyak ditentukan oleh seberapa banyak orang-orang teacheable di dalam
organisasi tersebut.

Semakin banyak anggota yang teacheable dalam organisasi, maka akan
lahir banyak kader. Jika banyak kader yang terus belajar dan mengasah
kemampuan memimpin mereka, maka akan lahir banyak leader (pemimpin).
Tak heran jika kemudian organisasi itu akan mengalami pertumbuhan
dahsyat tak terbatas secara amat luar biasa. Sebabnya satu, sikap mau
belajar tanpa pernah merasa matang, di level apa pun jabatan dan
tingkatannya,

Kita sendiri melihat bagaimana sikap ini tumbuh demikian pesat di
kalangan para sahabat Rasul. Mereka melakukannya dengan cara
menduplikasi (meniru) Rasul. Mereka belajar dari beliau tanpa
berhenti. Diantara para sahabat saling belajar dan mengajar. Mereka
mengamalkan amanat Rasul, "Sesungguhnya Belajar itu wajib hukumnya
baik bagi laki-laki maupun perempuan" . Apa yang terjadi kemudian?
Organisasi yang beliau pimpin, dalam waktu yang amat spektakuler mampu
mengubah dunia!

Belajar memang tidak mudah. Bahkan untuk selalu konsisten memiliki
sikap belajar, memang luar biasa sulit. Kita harus mau mengantongi ego
kita. Baru kita akan punya sikap belajar yang luar biasa. Belajar dari
orang diatas kita, itu sih biasa-biasa saja. Namun maukah kita belajar
dari musuh kita, belajar dari bawahan kita, belajar sesama kita,
belajar dari saingan kita. Itu memang tidak mudah. Tapi itu bukan
berarti tidak bisa!

"Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, lakukanlah hal yang berbeda",
itu rahasianya. Karena itu, mari kita selalu berubah (berkembang lewat
proses belajar tanpa henti). Maka insyaAllah, orang-orang yang kita
sayangi, orang-orang yang kita pimpin, perlahan tapi pasti, mereka pun
akan berubah!


"Where is the wisdom we have lost in knowledge?
Where is the knowledge we have lost in information?"
--T.S. Elliot (1888-1965) 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi_maya/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi_maya/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke