MENGAPA SAYA TIDAK TEGAS
?<http://id.jobsdb.com/ID/EN/V6HTML/JobSeeker/Resources/executive/jakoebezra/tegas.htm>

http://id.jobsdb.com/ID/EN/V6HTML/JobSeeker/Resources/executive/jokoebezra/tegas.htm

Menurut penelitian, berdasarkan tipe temperamen hanya sekitar tiga persen
dari populasi manusia yang memiliki sikap tegas secara alamiah. Selebihnya
memiliki ketegasan yang terbentuk dari lingkungan ataupun melalui
pengetahuan dan pengalaman.

Lingkungan yang kurang mendukung dapat membentuk pribadi yang lemah dan
tidak tegas. Misalnya disebabkan selalu berada dalam posisi sebagai seorang
pengikut atau follower. Sering berada di situasi yang tidak memberi peluang
untuk mengemukakan pendapat atau mengambil keputusan juga membuat sulit
melatih ketegasan sikap.

Namun ketegasan sebenarnya diawali dari diri sendiri. Ketegasan lahir dari
keyakinan dan komitmen pribadi terhadap keputusan yang diambil, dan ini
terpancar dalam tindakan dan aktivitas Anda.

Seorang wasit pertandingan sepak bola dikeroyok suporter karena dianggap
berpihak dan tidak tegas. Banyak sidang pengadilan yang kacau karena
ketegasan peradilan terabaikan. Sejarah membuktikan banyak pemerintahan
tumbang karena kepemimpinan yang lemah dan kompromis.

Apa yang membuat tidak bisa bersikap tegas ?
*1. Mudah ikut arus*
Ketika Anda merasa sulit untuk memilih dan memutuskan sesuatu, biasanya
manusia cenderung mengikuti suara terbanyak atau pilihan yang paling
populer. Mudah mengikuti arus membuat sulit untuk memiliki jati diri dan
tidak tegas dalam menentukan pilihan.

*2. Kurang percaya diri*
Biasanya kita sulit mengambil keputusan jika kita terjebak dalam *grey
area*atau zona abu-abu. Terjebak dalam area ini akan melemahkan rasa
percaya diri
sehingga sulit untuk bersikap tegas.

*3. Sering bertindak gegabah.*
Ada tipe orang yang berpikir dahulu sebelum bertindak. Namun tidak sedikit
pula orang yang bertindak dulu baru berpikir. Biasanya mereka ceroboh dan
tergesa-gesa lalu menyesali kembali keputusannya. Orang plin-plan
kata-katanya tidak bisa dipegang. Sikap seperti ini sulit dipercaya atau
diandalkan dan tidak dapat menjadi seorang pemimpin yang baik.

*SOLUSI:*
*1. Konsisten *
Bersikap tegas berarti konsisten terhadap keputusan yang diambil dan berani
menerima konsekuensinya walaupun berat. Bunda Teresa menerapkan sikap
konsisten ketika menerima gadis-gadis muda untuk bergabung dalam pelayanan
dengan Misionaris Karitas. Ia tidak bersikap lunak, bahkan langsung menyuruh
mereka ke tempat orang-orang papa yang menghadapi kematian. Ia ingin semua
anggotanya menyadari bahwa tugas itu memang berat, dan ia tidak ingin
membuatnya jadi gampang. Tantangan mendorong kita berani mengambil sikap.

*2. Tentukan prioritas & fokus *
Seorang dosen etika memberi ujian kepada mahasiswanya. Dalam 1 jam mereka
diminta untuk menuliskan segala sesuatu tentang kebaikan dan kejahatan.
Seorang mahasiswa asyik menulis mengenai kebaikan, tanpa menyadari satu jam
sudah berlalu. Ketika sang dosen memerintahkan untuk mengumpulkan kertas
ujian, dengan terburu-buru si mahasiswa tadi menambahkan tulisan "Saya tidak
punya waktu untuk kejahatan". Hikmah yang bisa dipetik adalah fokus.
Tentukan sasaran yang jelas dan pilihan yang benar, lalu curahkanlah seluruh
perhatian di situ.

*3. Siapkan keputusan yang solid *
Dalam Perang Dunia II, serangan terhadap kapal perang Jerman " Bismarck "
yang dilakukan oleh Inggris adalah hasil dari keputusan Winston Churchil.
Berulang kali ia menegaskan rincian mengenai penyerbuan itu. Hasilnya ?
Dalam tempo beberapa hari kapal Bismarck pun karam. Fakta dan analisa yang
tepat membuat kita merasa yakin dan dapat bersikap tegas dalam membuat
sebuah keputusan solid.

*KATA-KATA BIJAK*
Ketegasan tidak dapat dibeli dengan mata uang, namun ia lahir dari suatu
keputusan solid dengan kesiapan membayar harganya.

Jakoep Ezra, MBA, CBA
Character Specialist - www.PowerCharacter.com<http://www.powercharacter.com/>

Kirim email ke