fyi,

Wass, Ardi
http://www.cikalmart.blogspot.com
Retail is Detail!
"if you are not detail, you better step out from retail"
Bergabunglah dengan Komunitas #Retail&Home Business#,
kirim email ke : [EMAIL PROTECTED]
Website: http://www.cikalmart.com/

Judul buku : Kiat Pemasaran dari Mulut ke Mulut
Penulis : Emanuel Rosen Penerbit : Elex Media Komputindo Halaman : 
xv + 342 Hal

Media iklan terbesar dan terdasyat adalah suara manusia. Buku 
Emanuel Rosen merupakan panduan wajib untuk mengoptimalkan metode 
yang sering diabaikan dalam meraih pelanggan dan prospek." (AL RIES, 
Chairman, Ries & Ries, Penulis Pendamping Positioning: The Battle 
for Your Mind)

Sinopsis Dalam buku "Kiat Pemasaran dari Mulut ke Mulut" menjelaskan 
bagaimana kehebatan sebuah mulut dalam proses marketing melalui 
desas-desus (buzz). Banyak pengalaman positif dan negatif yang 
melibatkan desas-desus.

ROSEN mencontohkan peluncuran EndNote, sebuah perangkat lunak untuk 
mahasiswa. EndNote bukanlah produk yang sangat menggiurkan tapi akan 
sangat berguna bagi penelitian. Alat tersebut baru akan dikeluarkan 
beberapa bulan lagi, tidak diiklankan. Dan hanya beberapa orang yang 
mengetahui keberadaannya. Tapi pesanan pertama malah datang dari 
negara bagian lain.

Ini menunjukkan desas-desus memiliki peranan besar dalam proses 
penjualan berbagai produk. ROSEN menjelaskan bagaimana proses desas-
desus menyebar hingga cara menstimulasi desas-desus.

Iklan juga dibahas habis dalam buku ini. Apakah iklan dapat 
menstimulasi desas-desus? Kadang-kadang iklan menghasilkan desas-
desus karena iklan yang baik dapat membantu membuat orang 
membicarakannya. Sebuah iklan yang dirasakan baik, dan dikeluarkan 
tepat pada waktunya dapat menyumbang dalam terjadinya desas-desus.

ROSEN mengharapkan dengan buku ini dapat membantu pembaca untuk 
mengembangkan pemasaran dengan cara yang berbeda. Di bab terakhir 
ROSEN menciptakan sebuah workshop guna menuntun pembaca dalam 
pemasaran produk atau jasa.

Deskripsi EMANUEL ROSEN dalam buku ini menjelaskan realitas tentang 
bagaimana desas-desus (buzz) dapat diluncurkan dan diatur agar lebih 
cepat mencapai massa pemakai yang kritis terhadap inovasi.

Desas-desus dapat mengembangkan gagasan baru di pasar, namun juga 
dapat merusaknya. Kedua akibat itu sudah pernah terjadi dan 
ditunjukkan Rosen dengan alasan-alasan yang dapat dipahami.

Buku ini patut dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami fenomena 
pemasaran dari mulut ke mulut. Buku ini memberikan pandangan yang 
sangat menarik mengenai sifat jaringan antarperorangan dan bagaimana 
sifat-sifat ini dapat digerakkan. Ada berbagai strategi untuk 
menciptakan desas-desus dan mendiskusikan tekni-teknik yang telah 
terbukti berhasil dalam merangsang penjualan dari pelanggan-ke-
pelanggan. Bagi yang bekerja di bidang advertising, banyak manfaat 
yang digali dari buku ini. Nah, simak bukunya.

Kirim email ke