Ribet ternyata kalau jadi turis lokal, setiap berpergian bawa peta. Maklumlah, 
baru 1 bulan tinggal di kota metropolitan. Sebelumnya sich, tinggal di kota 
Bandung. Banjir saaa...ngat berkesan, terutama ketika cerita kepada Bunda 
tercinta. Bunda menanggapi dengan "wahhh...asiknya, bisa mainan air dan 
hujan-hujanan." Waduh...Bunda, anakmu ini tersesat di kota. Seharian telepon 
teman dan saudara untuk menunjukan arah, juga melihat peta. Tetapi tetap 
kesasar dan sampai rumah jam 4 pagi.

Berangkat menggunakan mobil, walah... tekor abis dengan biaya bensin. Pakai 
motor, hati-hati dengan kaki, kalau lampu merah di perempatan menyala rapat 
kaki mu, kaki ku beberapa kali di lindas oleh motor yang lain. Tetapi tetap 
berikan senyum yang tulus, karena Anda hanya seorang turis lokal saat ini.

30 hari sudah di kota metropolitan, 14 hari kesasar dan lihat contekan (peta) 
sampai hari ini, 16 hari cuma  pulang pergi rumah dan kantor.

Kalau di kantor, sudah mendapat julukan "anak kuliah". Soalnya masih juga bawa 
buku-buku pelajaran, buku "Kamus Bisnis" yang berisi rumus-rumus ekonomi 
(vertical analysis, sales mix analysis, chi-squere test, dll) dan "Anatomy of a 
Business Plan", plus buku "Kisah Klan Otori 4" (The Harsh Cry of The Heron, 
buku novel bestseller saat ini).

Bandung, saya kangen berattttt... Makan mie baso "Oboy", baso tahu (somay) & 
yougherth Cisangkui, nasi timbel Bawean, Nasi goreng depan mie baso Akung, Soto 
betawi Jl. Cikapundung, Susu murni Lembang, juice strawbery Up Town, Kantin Bu 
Tatang dekat FKG UNPAD, Batagor kuah yang tiap sore lewat depan rumah, martabak 
telor depan BIP, martabak manis San Fransisco, cafe potluck, rujak dan es 
cendol Jl. Macan, dan tentunya masakan Bunda tercinta.

Tempat-tempat makan (Somay, roti bakar & indomie telor, martabak telor) yang 
enak di kota Jakarta yang enak & murah, dimana ya?

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke