Mungkin saja kita pernah bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa tidak ada baik-buruk, benar-salah, baik-jahat dalam kehidupan ini dan kebenaran sejati itu mengatasi semua dualisme itu. Mungkin ada baiknya kalau lalu kita tidak dengan serta merta mengatakan yang bersangkutan itu sesat dan atau guoblok, mungkin bisa saja kita lah yang berada pada posisi itu.
KENAPA ? Kondisi dualisme, kondisi pertentangan antara kebaikan dan keburukan itu merupakan fakta yang kita hadapi dalam keseharian dan kita sendiri pun masih dalam kondisi dualisme itu dan lalu akan sangat menyakitkan sekali bila kita dan dia dihakimi oleh orang lain dan lingkungan kita. Mungkin memang kalau ukuran baik-buruk itu telah menjadi demikian besarnya dan buruknya itu telah masuk dalam ukuran kejahatan tentu saja ybs itu akan menghadapi konsekwensi hukum, namun kalau lah kondisi itu masih dalam tataran agak buruk, agak jahat dan belum melanggar ukuran hukum, tentulah penghakiman itu akan menjadi hukuman sosial , stigma atau semacamnya. Stigma-stigma ini banyak sekali bentuknya dan yang paling menyakitkan sebetulnya adalah ukuran yang dihadirkan oleh sesuatu yang kita yakini, nilai, norma agama misalnya. Penilaian dan penghakiman eksternal dari norma-norma itu kadang memang diperlukan untuk menjadi rangsangan, stimulus bagi ybs untuk berubah, namun kadang bahkan seringkali menjadi kontraproduktif atau malah menjadi faktor yang menimbulkan rasa frustasi dan lalu stress dan depresi bagi yang bersangkutan. Alangkah baiknya jika ukuran dan penilaian itu sama - sama kita bawakan ke dalam diri kita dan lalu kita sendiri mencoba berubah dan menuju pribadi yang memahami kehidupan ini dengan lebih baik, dan menjadi pribadi yang mandiri, kreatif dan selalu berupaya untuk melakukan perbaikan. Upaya ini akan melahirkan sebentuk transformasi diri dan juga secara perlahan menjadikan kita untuk berhenti mengamati orang lain, dan sibuk dengan pengamatan dan perbaikan diri sendiri yang semestinya memang demikianlah yang diharapkan oleh para Nabi-Nabi besar yang perah hadir di dunia ini, harapan agar kita menjadi pribadi yang mampu melihat diri sendiri dan bercermin pada nuraninya masing- ____________________________________________________________________________________ Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/r-index
