sebagai orang yang maen percetakan, saya mau comment dikit yach:

1. soal warna.
memang benar, warna biru di layar komputer dengan warna biru di printer
inkjet (untuk proof) dengan warna biru di mesin plotter atau mesin digital
printing (untuk hasil akhir) akan berbeda satu dengan yang lain, tetapi gak
akan jauh2 amat. saran saya, jika Anda memiliki satu warna khusus untuk
branding anda, seperti orange pada Bread Talk, maka sebaiknya anda hapal
kode warnanya. cyan/biru: x, magenta/merah: y, yellow/kuning: z,
black/hitam: 0.

2. soal proof.
desainer-nya mudah menyerah tuch, kalo gak boleh disebut males. ataw,
mungkin pelanggan terlalu rewel, sehingga si desainer cape d, masa seharian
ngurus 1 pelanggan. saran saya, sebaiknya sebelum datang, pelanggan
menyiapkan konsep, gambar pakai pensil saja di kertas. nah kalau, si
desainer-nya lama banget buatnya - desainnya, ampe 30 menit lebih (di luar
gambar ulang logo), mending pelanggan yang 'get lost' aja d, gak kompeten
tuch desainer - mungkin akan bagus hasilnya, tapi buat apa ambil resiko.

3. soal harga.
1,2 juta itu mahal lho, jika dibanding dengan percetakan (khususnya, chirpy
printing). jika di tempat saya, dengan harga yang sama, bisa dapat 20 box
dan sudah termasuk desain dan proof 3x dengan mesin cetak(bukan pakai
printer inkjet). Kalo cuma proof hitam-putih, jangan dihitung lha yach. +++
laminating, mau glossy atau dove?

4. soal potong kertas.
itu potongnya bukan pakai cutter khan, huahahahahaha... cape d  :P

5. soal komplain.
kalo 10 box itu 1,2 juta, yes, pelanggan adalah raja, mahal sich soalnya.
'pelanggan yang baik adalah pelanggan yang meninggalkan komplain ketika dia
merasakan servis yang tidak memuaskan. dibanding dengan pelanggan yang
langsung pergi, gak balik2 lagi, dengan komplain yang ada, akan ada pedoman
untuk perbaikan masa depan'

ok d, segitu dulu yach  :)

Agus Laifa - Chirpy Printing
"where quality and speed matter"
http://scroll.to/chirpy
Hp. 0888 8 09 77 22



On 2/28/07, fifrey <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Semoga bisa jadi bahan diskusi, forward ke teman-teman anda.
>
> ----- Original Message -----
> From: Zaenal Rasyid
> Sent: Wednesday, February 28, 2007 1:35 PM
> Subject: [YLKI] XGraphics Benhil Mengecewakan Pelanggan
>
> XGraphics Benhil Mengecewakan Pelanggan
>
> Saya harap dengan tulisan ini rekan-rekan dapat mengambil hikmah dari
> pengalaman saya, dan
>
> kepada rekan rekan yang sama-sama sedang menjalankan bisnis serupa atau
> bahkan berbeda
>
> sekalipun perlu di tegaskan bahwa pelanggan adalah raja dan pelanggan
> selalu benar. Jika
>
> pelanggan dikecewakan bukan hal yang tidak mungkin bisnis rekan-rekan akan
> kolaps karena
>
> orang sudah tidak percaya lagi dengan perusahaan anda.
>
> Cetak Digital Business Card
> Berawal dari kebutuhan saya untuk mencetak business card di Xgraphics
> benhil, waktu itu saya
>
> hendak mencetak 10 box business card 2 muka dengan cost kurang lebih 1,2
> juta yang katanya
>
> sudah didiskon, memang sih lebih mahal dibandingkan dengan mencetak di
> subur yang hanya
>
> habis 1 juta untuk mencetak 10 box business card yang sama, tapi saya
> nggak abil pusing
>
> karena toh saya sudah biasa mencetak di Xgraphics.
>
> Proof Print
> Sebelum proses cetak diteruskan biasanya operator memberikan proof print
> kepada pelanggan
>
> nya untuk diverifikasi presisi warna dan hasil cetaknya. Waktu itu memang
> warna dari proof print
>
> memang agak lari dari warna yang dikehendaki, kontan saya compalin, tapi
> sang operator bilang
>
> "ini memang dari mesin cetaknya begini", dengan heran saya bertanya pada
> diri sendiri "
>
> memangnya loe nggak bisa jaga kualitas ?" Tanpa ambil pusing saya bilang
> "oke lah", saya
>
> lebih memilih berkompromi untuk yang satu ini biar cepet.
>
> Hasil Final
> Alangkah kagetnya saya ketika meihat hasil final business card yang cara
> memotongnya "
>
> belepotan" alias nggak rapih, nggak rata sana sini, bahasa kerenya
> WYSINWYG ( what you see
>
> is not what you get ) F**K! Kontan saya komplain abis-abisan sama mbak
> yang melayani saya
>
> (customer service), si mbak bilang "ok mas kita rapihin deh". Dalam
> fikiran saya "ok deh kalo
>
> mau dirapihkan", entah itu mau dipotong lagi atau mau di cetak lagi dengan
> cara memotong
>
> yang lebih rapih. Karena katanya mau dirapihkan maka saya tinggal sholat
> dzuhur dulu karena
>
> mesjid ada tepat di depan XGraphics.
>
> Komplain Sama Bossnya
> Setelah ditinggal sholat dan makan saya balik lagi ke XGraphics untuk
> menagih janji. "Gue kira
>
> entu barang udah dirapihin, eh ternyate masih begitu bentuknya", ya
> akhirnya aku minta sama
>
> mbak customer service untuk panggilin bossnya ( mampus gue, potong gaji
> dah <--- ekspresi
>
> muka mbaknya ), eh ternyata yg keluar bukan bossnya, sepertinya
> supervisornya, perempuan
>
> chinese. Akhirnya saya re-complain sama cici tersebut, ci gimana nih....
> bla bla bla
> Bukannya ditanggapi dengan baik, entu cici malah kasih alasan-alasan yang
> nggak make sense
>
> yang seakan-akan saya selaku pelanggan adalah orang yang bodoh yang nggak
> ngerti komputer
>
> dan cetak-mencetak padahal bidang usaha saya di komputer dan desain.
> Alasannya
>
> diantaranya: "itu dari komputernya", "itu dari mesin cetaknya", padahalkan
> komputer sudah pasti
>
> WYSIWYG ( what you see is what you get ) dan sudah ada proff print yang
> sebelumnya sudah
>
> saya cek. Saya nggak puas dong dengan alasan itu, kemudian saya minta
> solusi bukan alasan
>
> -alasan yang nggak make sense yang seharusnya tidak diutarakan ke
> pelanggan.
>
> Solusi
> Solusi pertama, saya minta cetak ulang, tapi nggak diapprove. Solusi
> kedua, saya nggak ambil
>
> hasil cetakannya dan saya cetak di tempat lain. Solusi kedua juga
> mengundang complain dari
>
> mbak-mbak customer service yang tiba-tiba melakukan rapat mendadak di
> depan saya. "yah
>
> mas kalo cuma 1 box nggak apa2, tapi ini 10 box" kata mbaknya. Selidik
> punya selidik ternyata
>
> gaji mereka akan dipotong atas kerugian tersebut (korban bos yang nggak
> punya hati).
> Akhirnya saya memaksa untuk tidak mengambil hasil cetakan tersebut. Dengan
> kagetnya saya
>
> mendengar komentar dari mbak customer service yang melayani saya waktu itu
> "Kalo mas
>
> begitu, nanti kalo ke sini lagi sudah tau kan hasil disini seperti apa,
> kami nggak bertanggung
>
> jawab" dengan ekspresi kekesalan. Well, saya kontan membalas, "oh begitu ?
> jadi saya nggak
>
> boleh kesini lagi" ( si mbak mengangguk dan diam), "kalo begitu jangan
> salahkan saya jika nanti
>
> nggak ada yang datang kesini lagi", si mbak membalas "kok mas begitu?",
> kemudian saya
>
> ucapkan terima kasih dan meninggalkan XGraphics dengan perasaaan dongkol
> karena sudah
>
> menghabiskan waktu dan tenaga dengan sia-sia.
>
> The Point is?
> - Pelanggan adalah raja
> - Pelanggan ingin dilayani dengan baik bukan dibodoh-bodohi
> - Kalo anda salah mengakulah salah kepada pelangan bukan memberikan
> alasan-alasan, beri
>
> solusi yang baik
> - Pelanggan yang kesal seperti saya bisa bikin bisnis anda terancam, jadi
> hati-hati
> - Didik customer service anda dengan baik, citra perusahaan anda ada di
> tangan mereka
> - XGraphics coba perbaiki performa SDM dan manajemennya atau kelaut aja...
> masih banyak
>
> kok percetakan yang lebih murah dan lebih baik dari XGraphics
>
> Sekian, semoga bisa diambil hikmahnya.
>
> Farid Zaenal Rasyid
> -----------------------------
> Owner of The Hoek Production
> Kebayoran Baru, Jakarta Indonesia
>
> ----------------------------------------------------------
> The fish are biting.
> Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke