Ass. Siapa tahu ada yang tidak tahu. Proses terjadinya kehamilan diawali dengan bertemunya sperma dan sel telur, sperma berasal dari laki- laki dan sel telur dari wanita. Berarti ada dua pelaku dalam hal ini.
Saya kira ruang lingkup masalah ini sudah cukup jelas, situs ini ditujukan untuk "korban" (atau pelaku?) KEHAMILAN DI LUAR NIKAH (gak ada ikatan gitu lo, cuman main coblos doang. "Korban" kehamilan di luar nikah yang saya maksud di sini adalah mereka-mereka yang melakukan free sex, bukan kehamilan karena perkosaan. Pertanyaan saya, apakah pantas mereka disebut korban? padahal mereka sendiri yang sebelumnya menginginkan perbuatan zina itu. Bila ingin disebut adil saya kira mereka bukan korban, tetapi mereka adalah pelaku yang tidak kebagian untung. Bukan begitu kawan? pelaku satunya kabur, sedangkan yang pelaku yang satunya lagi harus menanggung beban di perut. Apakah kehamilan di luar nikah sekarang dianggap suatu kewajaran? bila y, mengapa? apakah karena ini suatu pembenaran terhadap terhadap hawa nafsu. Serendah itukah manusia? Bukankah manusia sudah diberi akal oleh sang Ilah. Ataukah sebutan manusia sebagai mahluk yang paling sempurna itu salah? Katakan TIDAK untuk kehamilan di luar nikah, itu juga berlaku bagi pembenaran-pembenaran yang ada dibelakangnya, yang senantiasa diboncengi oleh kondomisasi. Mau dibawa ke mana negara ini bung? Bagi pelaku yang sudah terlanjur hamil, saya hanya bisa mengucapkan "turut berduka cita atas hilangnya akal dan kesadaran sebagai mahluk Tuhan yang kepadanya kita pasti kembali.". Bagi pelaku yang melakukan zina dan belum hamil saya ucapakan, "Jangan kira kondom, pil anti kehamilan, dan lain-lain, bisa menghalangi anda dari siksa yang amat pedih di kehidupan nanti." Bagi mereka yang bilang bahwa agama meracuni pemikiran saya ucapkan, "Sombong sekali Anda, OK lah Anda tidak percaya dengan agama, tapi kita lihat siapa yang tertawa terakhir." Bagi mereka yang mengagungkan kehidupan dunia saya ucapkan, "semoga masih ada waktu untuk merenungkan kembali tujuan kita dilahirkan ke dunia ini."
