Dear pegagajo,
  
  Terima kasih telah berbagi pengalaman/cerita buruk menjadi customer first 
media.
  
  Hal-hal yang berkaitan dengan kepuasan customer tidak ditanggapi secara  
profesional dan taktis, itu sama artinya membunuh hari esok perusahaan  dan 
secara tidak langsung menciptakan penggangguran.
  
  Kita semua pasti sudah tahu, customer  is the king but sometime cusotmer is 
kingkong. Komplain ini secara  tidak langsung promosi negatif bagi perusahaan, 
dan seolah-olah  customer saat ini sebagai kingkong bagi first media. Mestinya  
 terima keluhan dan masukan customer, cari solusi secara taktis agar  semua 
pihak memaklumi dan pada akhirnya kepuasan pelanggan diharapkan  dapat tercapai.
  
  Kalau boleh bagi informasi, kami Surga Bali Tour  dalam operasional 
sehari-hari sangat menekankan kepuasan customer  karena customer adalah tool 
marketing yang paling ampuh untuk  mendatangkan customer secara simultan dan 
berkelanjutan. Moto kami,  siapa pun yang berlibur ke Bali bersama Surga Bali 
Tour, kami buat  customer kami terasa di surga dalam artian positif.
  
  Selamat berkarya,
  Surga Bali Tour
  Hotel Rerservation, Tour & Land Arrangement, Airport Handling, VIP Handling, 
Car Rental
  http://www.surgabali.biz
  http://www.balihotellist.com
  

pegagajo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                            
Berikut kami kutipkan surat pembaca titipan seorang teman. Semoga 
  berguna.
  
  Hati-hati dengan Layanan First Media 
  
  Kami pelanggan Kabelvision dengan nomor pelanggan 333291 (atas nama 
  istri saya) sejak tahun 2004. Selain saluran televisi, kami juga 
  melanggani saluran internet dari Kabelvision dengan provider Linknet. 
  Sejak pertama berlangganan hingga saat ini kami tak bermasalah dengan 
  pembayaran. Pembayaran selalu kami usahakan tepat waktu.sesuai 
  peraturan.
  
  Tanggal 25 Agustus 2007 kami menerima pemberitahuan melalui surat 
  bahwa First Media (nama baru Kabelvision, penggantian nama ini tanpa 
  pemberitahuan lebih dulu kepada konsumen) akan migrasi ke sistem 
  digital dimana kami diwajibkan untuk membeli decorder baru per 
  televisi (karena di rumah kami ada 4 televisi kami harus membeli 4 
  decorder dengan harga per decorder Rp 250 ribu) . Kami diminta untuk 
  bersiap-siap karena migrasi akan dilakukan tanggal 30 Agustus 2007. 
  Oleh Ibu Widi (Sales South Branch), melalui telepon juga menawari 
  sekalian untuk mengganti provider internet dari Linknet ke Mynet 
  dengan alasan supaya koneksi internetnya bisa lebih cepat. Saran itu 
  kami setujui. 
  
  Tanggal 29 Agustus 2007, satu hari sebelum migrasi yang dijanjikan, 
  kami menerima pemberitahuan dari Ibu Widi bahwa "Maaf, migrasi belum 
  jadi dilaksanakan karena ada kesalahan teknis," sebuah kalimat yang 
  Indonesia banget.
  
  Anehnya, migrasi tak jadi dilaksanakan tetapi koneksi internet saya 
  di Linknet tiba-tiba mati. Setelah berulang kali kami telepon ke 
  pihak ibu Widi (No.Telp 72784038) kami mendapat jawaban bahwa 
  provider sudah dimigrasikan ke Mynet. Karena Mynet punya modem 
  sendiri, maka modem yang selama ini kami gunakan diminta dicabut dan 
  akan  diganti dengan modem pinjaman dari Mynet. 
  
  Tanggal 2 September 2007 petugas dari First Media datang untuk 
  mengganti modem. Setelah modem diganti, kami sempat online selama dua 
  jam dan sesudah itu koneksi internet kami mati total. 
  
  Kami sudah berusaha menelepon pihak Customer Service (021-55777088 
  dan 55777788). Dari Pak Setiawan, Dharmawan, Ibu Nanik, Diandra, 
  hingga Budiawan, jawabannya semua sama, "Ada kesalahan teknis dan 
  hari ini akan diperbaiki!". Kelihatan sekali tak ada satu pun pihak 
  Customer Service yang benar-benar memahami persoalan. Bahkan, ketika 
  saya ancam akan menulis surat pembaca, mereka malah menantangnya 
  dengan jawaban, "Silahkan!".
  
  Ketidakprofesionalan pihak First Media juga bisa dilihat dari tak ada 
  satu pun email pengaduan kami dibalas. Bahkan Ibu Widi yang kami 
  hubungi bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa. 
  
  Hingga berhari-hari setelah kejadian, koneksi internet kami tak juga 
  bisa (beginilah nasib menjadi konsumen di Indonesia). Karena bisnis 
  kami bertumpu pada komunikasi internet, kami mengalami kerugian yang 
  sangat besar. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi kepada 
  pembaca sekalian.
  
  RSP
  Pejaten, Jakarta Selatan
  
  NB: Surat pembaca ini juga akan dikirim ke berbagai media. Juga akan 
  dirilis ke berbagai milis.
  
  
      
                                                    

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke