Teguran dalam Cinta
Oleh : Reza Ervani

Aku jatuh terpeleset di tangga ...
Lengan kiri terluka cukup panjang dan sendi kelingkingnya bengkak, menjadi 
sulit untuk digerakkan. Bahu dan pinggang kanan terkilir. Alhamdulillah, 
saat-saat seperti inilah kekuatan untuk menulis itu kembali tumbuh.

Ia memang punya cara sendiri untuk menemani hambaNya.
Ia punya sentuhan sendiri untuk katakan, bahwa niat akan serta merta hilang 
ketulusan tanpa dekat padaNya.
Bahkan diam dalam kesendirian pun mungkin masih sarat keangkuhan, jika tanpa 
asa akan RahmatNya.

Meletakkan tempayan di bawah atap dan berharap cucurannya seringkali membuat 
lupa diri ini akan langit diatasnya yang menjatuhkan air hujan ... Dan Ia punya 
kekuatan sendiri untuk membuat dagu menengadah kembali dan gantungkan harap 
disana.

Ahh, malam ini kucoba resapi kembali CintaNya, yang menegurku dengan cara 
selembut-lembutnya.

Aku ... yang merasa sepi, padahal Ia tak pernah pergi dari sisiku, hingga Ia 
sentuh aku dengan seindah-indahnya, agar berpaling lagi padaNya.

Teguran dalam CintaNya ... kan selalu terasa sejuk dan menenangkan.

Hasbiyallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maula wa ni'man nashir.

Bandung, dalam sela gemericik hujan yang menenteramkan di akhir November 2007


(Original Writing by Reza Ervani) 
http://www.rezaervani.com
komunitas : http://groups.yahoo.com/group/rezaervani 








       
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites.  Make Yahoo! your homepage.

Kirim email ke