Dear Mbak Dwi,
   
  Ane coba bantu jawab sebisa mungkin dan tentunya berdasarkan pengalaman ane 
pribadi yg mirip dgn Mbak Dwi mengingat ane muallaf - muslim tionghoa yg 
lingkungan sekitarnya mirip dgn tempat kerja Mbak Dwi.
   
  Pertama-tama, perlu kita menerangkan apa yg halal dlm agama Islam, terutama 4 
hal pokok yg sering diulang-ulang dlm Al-Quran, yaitu: Babi, Bangkai, Darah, 
dan Sembelihan tanpa disebut Nama Allah.
   
  Yang kedua, perlu menjelaskan bahwa proses pemasakan dipisahkan, dan semua 
alat terkait yg terkena barang-barang di atas, terutama Babi, harus dicuci 
bersih sampai tiada bekas (warna, rasa, wujud nyata teraba), bau. Cucinya pakai 
sabun yg banyak dan terbukti ampuh utk membersihkan lemak (ane kagak sebutin 
mereknya, ntar disangka promosi =P ).  Bagi yg menganut Madzhab Syafi'i perlu 
juga menerangkan bahwa proses pencuciannya perlu dicampur dgn tanah, alternatif 
yg gampang adalah abu gosok.
   
  Yang ketiga, setelah menjelaskan semua hal di atas, dan mereka terlihat punya 
niatan baik dan mau mengimplementasikannya, maka perlu menghormati mereka. 
Biarkan mereka melakukannya dan kita menerima serta mempercayainya, tentunya 
bila orangnya berintegritas baik. Karena kadang dari non-muslim suka merasa 
orang muslim terlalu curigaan.
  
Utk lipstik, ane no comment, karena kagak pake lipstik =P, tapi sebaiknya 
jangan pinjam-pinjam, dan mungkin kalo kepepet ya kayak tadi, dipotong 
ujungnya, tapi tetap agak beresiko sih.
   
  Ane juga punya saudara perempuan dan keponokan yg non-muslim, kalo kita tahu 
habis makan babi dsb dan mau cium kita, ane bilang mohon maaf, belum bisa, 
karena masih ada sisa babinya. Mereka ngerti kok. Kadang juga kalo ada feeling 
(yg biasanya cukup tepat), ane suka nanya apa baru makan babi atau tdk, jika 
iya, jangan cium-cium dulu, dan tolong cuci tangan yg bersih.
   
  Yg paling susah yah microwave... ane juga kurang ngerti cara bersihinnya. 
Biasanya kalo baru dipake utk angetin babi bin pork bin ham, ya ane kagak pake 
dulu dlm waktu lama sampai yakin tdk ada jejak peninggalan yg tertinggal dlm 
microwave. 
   
  Terus ane perhatiin biasanya microwave dibersihkan oleh rekan office boy dan 
cleaning service di kantor ane dgn disemprot cairan sabun dan dilap sampai 
bersih plus kering, sampai tdk bau, terutama sampai bau apeknya atau bekas bau 
makanannya hilang. Mungkin rekan lain yg lebih faham soal ini (fiqih) bisa 
memberikan masukan lebih jauh.
   
  Last, Islam simple, tapi setiap orang punya perspektif dan pemahaman 
tersendiri. Kadang non-muslim merasa Islam kurang simple, selama mereka 
bertanya tanpa niatan kurang baik ya tentu kita layani. Tapi kalo ternyata 
usil, kadang harus ditembak balik =P
   
  Sharing pengalaman pribadi:
  Dulu ane punya teman yg agamanya budha yg suka mengagungkan agamanya sendiri 
(dan ini wajar) bahwa agama budha paling rasional dan cinta filsafat. Suatu 
waktu dia bertanya kenapa suka izin sholat, dan utk setiap sholat terasa 
waktunya suka bergeser, tidak tetap. Kayaknya agak janggal dan kurang logis 
menurutnya. Tapi cara bertanyanya lebih karena ingin tahu dan tidak paham.
   
  Nah kesempatan datang, maka ane terangkan bahwa sholat itu kewajiban yg telah 
ditetapkan waktunya dan tanda-tandanya telah dijelaskan dlm Al-Quran dan 
Hadits. Tanda-tanda ini terkait dgn pergerakan matahari dan bulan, pertukaran 
siang dan malam, karena itu maka jelaslah bahwa tdk semua daerah dan semua hari 
mempunyai jam (waktu) yg tetap utk mendapatkan tanda waktu sholat tsb. 
   
  Dan setelah ane jelaskan detail alasan di atas, termasuk bahasan yg terkait 
ilmu astronomi dan geografi, ane berikan sedikit `bumbu`, yaitu menjelaskan 
bahwa: Islam agama rasional dan penuh dgn aura terkait Ilmu Pengetahuan, sampai 
mau sholat saja kita harus mengetahui sedikit ilmu astronomi dan geografi. Dia 
sangat puas dengan penjelasan ane, dan menyatakan "That's Good! That's Logic". 
Dia menghargai Islam dan menyatakan termasuk agama rasional dan logis.
   
  Di lain kesempatan, kadang teman ane dan saudara ane ada yg usil (biasanya 
Kristiani, terutama Kristen Protestan), bertanya kenapa Babi diharamkan? Nggak 
logis kayaknya. Karena banyak agama tdk mengharamkan, dan babi adalah hewan 
umum yg gampang ditemui. Kenapa Poligami dihalalkan, padahal hampir semua agama 
menjauhi atau bahkan ada yg melarang poligami. Bahkan muncul pomeo dari 
beberapa pemuka kristiani yg usil ttg fenomena ini di Islam:  "Babi haram, Babu 
Halal". Dari auranya, caranya bertanya, lebih ke usil ketimbang ingin memahami. 
   
  Maka ane jawab saja, bahwa definisi aneh dan tdk logis itu relatif. Mana yg 
lebih aneh: Babi Haram, Poligami Halal vs Menyembah Manusia jadi Tuhan? Semua 
kan ada penjelasannya, dan menurut agama masing2, agama mereka logis dan benar. 
Nah sekarang gimana jawabannya utk pertanyaan ini? 
   
  Mereka biasanya terdiam, tdk berani debat kusir...karena jauh lebih aneh dan 
sulit dijawab (dan pasti mustahil) utk menjelaskan kenapa menyembah sesama itu 
benar ketimbang menjelaskan bahwa babi haram itu benar, bahwa poligami halal 
(diizinkan) itu benar. 
   
  Dan kalo mereka mulai berdialektika mencari pembenaran, maka ane serang dgn 
mengapa kalian mengkritik keras orang Budhis padahal alasan mereka sembahyang 
di Vihara itu utk berdoa, dan dewa-dewa, patung atau tulisan kanji yg mereka 
pakai utk berdoa hanyalah simbol dan perantara. Ada aliran Budhime yg 
menganggap itu hanya simbol dan perantara, yg mereka sembah tetaplah Tuhan 
walau tdk terdefinisikan? Apa Bedanya kalian (Kristiani) dgn Budhisme? Malah 
bisa jadi Budhisme lebih baik, lebih benar, dan lebih logis penjelasan mereka. 
Biasanya mereka terdiam,dan ganti topik. Kita sih ikutan aja, wong kita cuma 
membela diri, bukan tipe penyerang kayak mereka.
   
  Mungkin itu sedikit masukan dari ane yg jelas jauh dari sempurna dan 
mengandung cacat dan salah.
   
  Mohon masukan dan perbaikan dari rekan-rekan yg lain.
   
  Wassalam,
   
   
   
  Nugon
  
--- In [email protected], "Nurul Dwi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear milis,
> 
> Saya minta tolong boleh ya, 
> 
> Saya kerja dilingkungan non muslim dan chinese. Dimana hubungan antar
> relasi sangat baik. Saya tidak ingin hubungan kerja menjadi kaku atau
> rusak karena salah pengertian.
> 
> Yang ingin saya tanyakan, 
> 
> 1. Lingkungan kami ada acara arisan yg dilakukan di rumah. Jika
> kita makan di rumah non muslim, apakah kita boleh makan masakannya ? krn
> kt temen saya walaupun makanannya halal, tapi dalam prosesnya tidak
> jelas apakah tercampur dengan babi atau bukan. 
  > 
> 2. Peralatan masak atau peralatan makan yg telah terkena makanan
> haram (misalnya babi), bagaimana caranya boleh digunakan oleh kita.
> Apakah dicuci biasa sudah bisa dikatakan tidak terkena najis ? ini pun
> teman sasya ada yg tidak mau memakai kembali peralatan bekas mereka.
> Mohon penjelasan dan dalilnya utk tata cara pencucian alat spt ini.
  
> 3. Kadang2 sesama wanita suka pinjam lipstik. Kebetulan dipinjam
> oleh non muslim, jadi supaya bisa dipakai dopongnya lah sedikit ujung
> lipstiknya.
  
> 4. Di dapur kantor kami ada microwave bersama. Kadang kala teman
> kami memanaskan makanan yg mengandung babi didalamnya dalam kontainer
> tertutup. Dalam hal ini bagaimana ? apakah masih bisa digunakan oleh
 muslim, atau tidak ? atau harus dibersihkan dulu ?
> 
  
> 5. Kalau saya bilang make it simple aja, as per normal life, tapi
> mereka tidak terima. 
> 
> Setahu saya islam itu simple mudah dan tidak menyusahkan. Tapi jadi
> bingung dengan sikap teman saya. Saya juga tidak punya referensi
> penjelasan yg baik.
> 
> Mohon bantuan teman2 ya.
> 
> 
> 
> Wassalam
> 
> Dwi 
> 
> Semoga anggota miliser
>
   


Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!

http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/
http://nugon19.multiply.com/journal
       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

Kirim email ke