Assalamu'alaikum ww,

Berita basi ......2007 untuk dihangatkan kembali ..........di 2008

Baru-baru ini sekitar bulan November 2007, kami dipanggil untuk mengikuti 
sertifikasi guru dengan iming-iming janji penambahan kesejahteraan guru sebesar 
satu bulan gaji pokok. Sebenarnya kami agak enggan tapi karena memang sudah ada 
peraturannya kamipun mulai mengikuti apa-apa saja syarat sertifikasi itu. 
Disinilah terjadi kejanggalan-kejanggalan yang menurut kami secara sistematis 
akan menjadikan semuanya awal penipuan,misalnya sertifikat aspal. Atau 
lain-lain, baca aja di internet, klik google--sertifikasi guru--nah ...ktemu 
dech...

Sertifikasi adalah pengumpulan portofolio guru dari awal menjadi guru sampai 
saat ini yang belum pensiun, diutamakan lebih dulu adalah yang sudah > 25 tahun 
mengajar, sarjana dan NIP diawali dengan angka 130................

Peristiwa berikutnya adalah perasaan iba, ternyata saya bersama teman guru 
lainnya mengalami kesulitan untuk memenuhi isian format tentang portofolio itu. 
Sebab musabab yang paling rasional adalah jarangnya kami dikirim untuk 
mengikuti berbagai penataran dan pelatihan yang ada hubungannya dengan disiplin 
ilmu kami, biasanya yang dikirim adalah guru yang itu-itu saja yang langganan 
dinas sehingga kami hanya memiliki sertifikat sedikit sekali, beruntung ESQ 
dari Bp. Ary Ginanjar mengundang semua guru secara rata sehingga kami punya 
sertifikat yang agak bergengsi. Memang ada beberapa anggota milis yang mengirim 
saran kepada kami bahwa mengikuti seminar, pelatihan ataupun seminar tidak 
perlu menunggu surat tugas dari dinas, itu benar adanya atau membuat penelitian 
kecil-kecilan misalnya tindakan kelas. Saat ini setelah internet akrab di 
sekolah kami karena ada fasilitas dari pihak sekolah, barulah kami mengikuti 
saran tsb, yaitu mengikuti beberapa seminar
 gratis yang diadakan macam-macam lembaga seperti sampoerna foundation, 
teacherklub, bahkan rezaervani dengan harapan selain menambah ilmu, silaturahmi 
dan juga mendapat sertifikat. Namun agak telat, sertifikat yang diharapkan bisa 
dilampirkan sebagai portofolio kadang-kadang belum dibuat pada waktu seminar or 
pelatihan itu selesai seperti dari rezaervani sampai saat ini kami belum 
menerima sertifikat padahal kegiatan seminar sudah lama selesai yaitu tanggal 8 
Desember 2007 (mas reza sendiri sudah minta maaf, karena sampai saat ini beliau 
masih ada di sumatera).

Minggu ke 3 Desember 2007 secara mendadak, 7 orang guru dari 12 orang  guru 
yang mengikuti sertifikasi telah mendapat yudisiumnya yaitu tidak lulus 
sertifikasi dan harus mengikuti DPG (diklat profesi guru---kalau ga salah ya 
singkatannya). Padahal 2 orang rekan guru itu ada yang beragama nasrani dimana 
mereka tengah bersiap-siap menyambut hari rayanya. Tanggal 21 s/d 29 Desember 
2007 ditentukan mereka harus mengikuti DPG tersebut yang notabene tempatnya 
jauh-jauh dan pada hari libur pula....oh nasib. Yang lebih aneh menurut kami 
adalah lamanya jam terbang dalam mengajar, rata-rata teman tersebut mengajar 25 
tahun keatas dan anak didiknya sudah ada yang jadi dokter, direktur, asisten 
ahli para menteri,  dan tidak kurang yang jadi asesor pun adalah murid kami dan 
mungkin pernah praktek mengajar di sekolah-sekolah kami. Rupanya jam terbang 
atau pengalaman mengajar itu tidak menjadi pertimbangan utama, banyak juga yang 
mulai bikin sertifikat aspal yang
 memang sudah banyak diduga, tapi di sekolah kami tidak ada lhoo. 

Berita basi 2007 khan...............tapi pasti akan dihangatkan kembali di 
2008.................apa kata duniaaaa.....?! hari gene masih mau dikerjain 
akal-akalan oknum yang ngerongrong dunia pendidikan kita, kapan majunya.

Sekian dulu dech.........keburu bosen nanti. Selamat Tahun Baru Masehi 2008. 

Wassalamu'alaikum ww  






      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke