Yaa Robbal Alamin

Engkaulah yang memutarkan tahun ke tahun,

Putarkanlah nasib buruk kami

Dan Muslimin ke yang baik

Dan dari yang baik ke yang lebih baik

Selamat tahun baru Hijriah 1429 dan Masehi 2008

Demikian bunyi SMS dari Abuya Ali Karar Sonhaji, koordinator Forum Ulama 
Madura, tadi malam. Ada renungan. Ada harapan. Ada evaluasi. Dan pasti dengan 
segala rencana. Menyongsong terbit tahun baru baik hijriah dan masehi. Kami 
tidak menolak konsep perbaikkan dalam diri kami saat pergantian tahun. Namun 
kami hanya ingin memompo diri kami, bahwa setiap hari adalah tahun baru. Setiap 
hari ada hari baru. Setiap hari adalah waktu baru. Kita rayakan tahun bartu 
setiap hari. Kita perbaikin diri kita setiap hari. Hari ini harus lebih baik 
dari pada hari kemarin. Hari esuk harus lebih baik dari pada hari ini. 
Bagaimana maknanya?

Pertama, motivasi dari dalam diri kita tetap menyala dan selalu ditumbuhkan 
terus setiap hari. Tidak hanya menunggu pergantian tahun. Ada apa dengan 
pergantian tahun. Tak ada yang istimewa. Yang istimewa adalah pergantian hari. 
Kita dapat menyongsongnya

Kedua, menyadari perjalanan hari ini, hari kemarin dan hari yang akan datang 
merupakan putaran kehidupan. Ada yang mengendalikannya. Ada yang menguasainya. 
Ada kekuatan di atas program dan kekuatan diri kita sendiri

Ketiga, evaluasi perjalanan hari kemarin. Tidak mengulangi kesalahan di hari 
ini. Menjalankan perbaikan di hari ini agar lebih baik. Sekaligus merencanakan 
untuk hari esuk.

Keempat, target pencapaian setiap hari adalah target seoptimal mungkin. Jangan 
mandek. Jangan puas dengan hasil hari ini.

Kelima, perencanaan hari ini, hari esuk adalah untuk kehidupan akhirat yang 
lebih kekal.

Hari ini punya siapa? Siapa yang menang pada hari ini? Siapa yang sukses hari 
ini? Mereka yang tahu bahwa hari ini amalnya lebih baik dari kemarin dan mampu 
merencanakan lebih baik untuk esuk.

Selamat Anda menemukan tahun baru setiap hari.

Kirim email ke