Pemimpin dan Kelompok di Sekitarnya
Dalam Tafsir Ibn Katsir, ketika menerangkan surah Ali Imran ayat 118 - 120, terdapatlah sebuah hadits dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah saw bersabda : "Tidaklah Allah mengutus seorang nabi dan tidaklah Dia mengangkat seorang khalifah, melainkan ia memiliki dua kelompok orang pendamping. Pendamping yang satu menyuruh kepada kebaikan dan menganjurkan untuk melakukannya, dan kelompok pendamping yang lain menyuruh kepada kejahatan dan menganjurkannya. Orang yang maksum ialah yang dipelihara Allah. (HR. Bukhari & Nasa'i) Sungguh, ini adalah nasihat yang baik bagi para pemimpin di level apapun. Seringkali kesalahan manajerial bukanlah produk tunggal sang pimpinan, tetapi merupakan kekeliruan kolektif sebuah bagian tertentu di struktural organisasi, dan pemimpin harus tetap tampil sebagai pengemban tanggung jawab dari kesalahan yang terjadi sebagai konsekuensi kepemimpinannya. Tetapi ada pula sisi positif yang dapat kita ambil dari kelompok negatif tadi. Yang paling langsung adalah memberikan kita pilihan-pilihan dan wilayah resiko yang lebih luas. Dalam konteks keputusan bisnis, misalnya; boleh jadi keputusan yang salah di satu waktu menjadi benar di waktu yang lain. Dengan sistem memorizing yang baik, dampak dari sebuah keputusan yang salah di sebuah organisasi dapat dievaluasi dan menjadi tambahan pertimbangan keputusan-keputusan baru di masa yang akan datang. Disinilah kemudian, peran kelompok "pembisik negatif" tadi menjadi bermanfaat, ditilik dari sisi manajerial organisasi. Dalam konteks yang lebih luas, misalnya persaingan usaha; Kelompok pembisik negatif ini bahkan dapat dipandang sebagai "cara pandang lain perusahaan". Pembisik negatif yang ada di dalam perusahaan dapat dianalogikan sebagai cara pandang pesaing terhadap usaha kita. Mengetahuinya lebih awal menyebabkan kita menjadi lebih berhati-hati terhadap tindakan yang "salah langkah". Seorang pemimpin senantiasa dihadapkan pada pilihan-pilihan keputusan yang tidak mudah. Data yang diperoleh dari Departemen Riset dan Pengembangan mestilah bergabung dengan intuisi pemimpin untuk dapat menghasilkan keputusan yang tepat di waktu yang tepat. Ada orang-orang dalam organisasi kita yang mampu melihat sisi lain dari strategi dan kebijakan yang kita buat, tapi terkadang ada pula sisi lain yang tidak dapat mereka lihat dari pendapat-pendapatnya. Kemampuan kolaborasi semua ide, sehingga usulan dan tawaran yang tampaknya negatif sekalipun, bisa menjadi produk keputusan yang jitu, membutuhkan kemampuan mendengar, berpikir dan mengambil resiko yang memiliki komposisi yang baik. Terakhir, tidak ada keputusan yang 100 % lepas dari resiko kesalahan. Yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin hanya dua, berkaitan dengan hal tersebut : 1. Meminimalisir resiko 2. Mempersiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan resiko terburuk. Allahu 'Alam. (Original Writing by Reza Ervani, at Muntok, West Bangka, December 29th, 2007) Komunitas : http://groups.yahoo.com/group/rezaervani --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
